Part 1

59 4 2
                                        

Selamat membaca❤

BRAK... Suara pintu yang di tutup dengan begitu kerasnya begitu memekakan telinga.
"Kamu pikir aku ngak tau, hah? Tentang dia yang selama ini kamu umpetin. Aku tau mas aku tau. Perempuan penggoda. Dasar murahan."

PLAK...
"Jaga omongan kamu ya! Dia bukan perempuan murahan. Bahkan kamu lah yang lebih rendahan dari dia. Sudahlah, aku muak sama kamu. Sekarang apa mau kamu?"

"Aku mau kita pisah!"
"Baiklah. Semua akan saya urus secepatnya." ucap laki-laki itu melenggang pergi.

"Mama... Papa... Hiks."

~~°°~~

Mentari pagi kini sudah menampakan diri. Membuat sebagian manusia terpaksa harus bangun dari tempat tidurnya.

Termasuk gadis yang masih bergelung di dunia mimpi. Tak menghiraukan jam weker yang sudah lelah membunyikan suaranya.

BRAK... Suara pintu yang dibuka dengan begitu bebasnya menghantam dinding kamar.

"Dasar kebo. Sekali nya kebo emang ngak pernah berubah. Emang titisan kebo ni orang." gadis yang masih terbaring diatas kasur itu masih saja tidur. Tidak menghiraukan suara pintu dan orang yang memakai seragam SMA di dalam kamar nya.

"Woy titisan kebo. Bangun lu tidur mulu." tidak ada balasan. "Woyy..." orang itu mengguncangkan tubuh gadis itu. "Anjir kebo amat sih ni orang." ucap orang itu putus asa.

"Aha... Gw punya ide." ucap orang itu girang. Secepat kilat orang itu keluar dari kamar dan kembali dengan sesuatu di tangannya. Terompet. Lihatlah, apa yang akan di lakukan orang itu.

"Tetttttttttt..." alhasil gadis yang sedang terbaring di atas kasurnya itu pun langsung terbangun, mendengar suara yang sangat mengganggu pendengaran nya.

"Apaan sih lu? Lu pikir di sini ada yang ulang tahun?" ucap gadis itu kesal karena tidurnya terganggu. "Ahahaha... Abisnya lu ngak mau bangun-bangun sih, yaudah gue pake cara keramat aja biar lu bangun." ujar orang itu sambil tertawa.

"Ya ngak gitu juga bego. Nyawa gue masih di awang-awang buat di bangunin tiba-tiba." gadis itu tampak kesal setengah mati.
"Yaudah sih santai aja kali. Syukur juga lu gue bangunin." ucap orang itu keluar dari kamar. "Sial." umpat gadis yang kini terduduk di atas ranjangnya.

Sedikit melirik jam di dinding, pukul 06:26. Seketika matanya terbelalak bahkan hampir loncat. "Anjirr jam weker bego, kagak bisa di andelin. Kenapa lu ngak bunyi-bunyi sih dari tadi. Kan tetep aja gw yang kesiangan njirr." gadis itu mengumpat sambil berlari ke arah kamar mandi.

Wila Ayodhia. Gadis manis yang konyol. Di bilang cantik? Tidak. Di bilang tidak? Lumayan cantik sih. Mempunyai Sifat yang konyol juga menyebalkan, membuat orang-orang terkadang sebal pada dirinya.
Usianya yang akan menginjak 18 tahun, tidak menjadikanya pribadi yang dewasa. Dia masih kekanak-kanakan. Melakukan sesuatu sesuka hatinya tanpa pikir panjang.

Sejak SMP dia tinggal bersama pamannya di Bandung. Jakarta kota kelahirannya, di tinggalkan begitu saja. Orang tua nya? Entah lah, Wila tidak ingin lagi mengetahuinya. Mengingatnya saja membuat dia sakit.

Lalu, orang yang membangun kan dia tanpa rasa bersalah? Amelia Sanjaya. Sepupu paling rese serese-rese nya menurut Wila. Cantik juga baik. Tapi sangat di sayang kan, Amelia mempunyai sifat konyol seperti Wila.

Namun, meski begitu Wila tetap menyayangi sepupu nya Amelia.

~~°°~~

"Kriwilll... Cepetan anjirr udah telat." suara Amelia memecah ruangan yang sunyi di rumah Sanjaya. "Sabar dong anjir, gue juga udah cepet-cepet. Dasar mamalia." balas Wila berlari menuruni tangga.

"Gue belum sarapan mel, bisa demo nanti cacing di perut gw pas belajar." ucap Wila pada Ameli. "Bodo amat, gue ngak mau kesiangan. Lagian lu tidur kaya latihan meninggal aja, kebo." ujar Amelia melenggang pergi. "Dasar mamalia. Tungguin gue woy." teriak Wila berlari menyusul Amelia.

Memang, di rumah Sanjaya sangat lah sepi. Hanya ada 4 orang penghuni rumah. 1 orang asisten rumah tangga dan 1 orang satpam. Di tambah dengan Wila dan Amelia.

Sedangkan, orang tua Amelia tinggal di Jakarta. Menjadi pekerja keras membuat mereka harus meninggalkan anak dan keponakan tercinta.

Namun, meski begitu meraka tetap memantau keadaan anak dan juga keponakan nya. Dan untung nya Amelia mengerti dengan keadaan orang tua nya.

~~°°~~

SMA Taruna Jaya. Wila dan Amelia memasuki gerbang sekolah nya dengan terburu-buru. "Untung aja ngak kesiangan. Telat semenit aja nih, nasib gw udah di kamar mandi mungkin, lagi di hukum. Iww jijay deh." ucap Amelia menggerutu.

"Yaudah si mel santai aja napa." ujar Wila acuh. Amelia hanya mendelik tajam pada Wila."Apa? Mau marah?" tanya Wila ngegas meninggal kan Amelia sendiri.

~~°°~~

"XII Ips 3. Itu kelas kamu. Wali kelas kamu sebentar lagi kesini." ucap kepala sekolah. Sementara yang di ajak bicara hanya diam, memasang tampang bosan.

Tok tok tok... Suara pintu di ketuk dari luar. "Permisi pak." seorang guru memasuki ruangan itu. Kepala sekolah tersenyum sebentar. "Bu Wulan, ini murid baru yang saya ceritakan kemarin. Ini bu Wulan, wali kelas kamu sekarang." ucap kepala sekolah menatap murid baru di depannya.

"Tolong antar kan dia ya bu." ucap kepala sekolah. "Baik pak. Kalo begitu saya permisi. Ayoo." ajak bu Wulan pada anak didik barunya.

~~°°~~

Next? Voment.
Krisan nya ditampung :)
Rm30


RAFAWhere stories live. Discover now