Happy reading~
Dingin adalah hal yang Jiu rasakan. Sudah banyak musim berganti sudah seharusnya masa itu ia lupakan. Ya, masa-masa yang tidak seharusnya ia ingat namun kini ia malah berada disini. Puncak bukit dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan. Semilir angin menyapu wajahnya seolah-olah ingin membawanya ke sebuah masa pertemuannya dengan seseorang. Helaan nafasnya terdengar di kesunyian sekitar bukit. Jiu saat ini sedang duduk di bawah pohon menatap ke arah langit yang saat ini sedang cerah.
'kau taukan hal-hal didunia sungguh misteri tak ada yang bisa memecahkannya, seperti halnya langit, kita tau ia terbentang luas disana kita tau langit itu biru kecuali saat mendung. Namun, aku tak mengerti kenapa langit itu biru sementara diluar angkasa sana warnanya hitam?' kata-kata itu seketika muncul dipikirannya.Pertanyaan yang membuatnya bingung saat itu. Disaat pertemuan yang sungguh tak terduga. Jiu mengingatnya di bawah pohon yang saat ini ia dudukdan bersandar. Pertemuan dipohon dan menjadi akhir dari kisahnya.
Seorang siswa kini sedang berjalan menuju bukit dengan sebuah kamera yang ia kalungkan di lehernya. entah keberapa kali ia membolos sekolah demi memotret pemandangan indah diatas bukit. Saat sampai disana ia melihat sosok asing yang sedang duduk bersandar di bawah sebuah pohon rindang yang selalu menjadi tempat istirahat sementaranya saat ia stres. Tanpa memedulikannya ia berjalan cepat kearah sosok itu menepuk pelan bahu tegap itu."Siapa kau?" Jiu memandang sosok itu yang saat ini menoleh kearahnya dengan wajah yang sulit diartikan.
"Kau siapa?" tanya sosok itu balik yang membuat Jiu mendengus lalu duduk disamping sosok itu. "Aku Jiu, kau siapa aku baru pertama kali melihatmu disini." balas Jiu sosok itu menatap Jiu bingung lalu mengangkat kedua telapak tangannya untuk meraba wajah Jiu." Kau manusia?" sosok itu bertanya lagi dengan kedua telapak tangan yang masih berada di kedua pipi Jiu. "Aku manusia sekarang bisa kau lepas tanganmu dari wajahku itu tak sopan meraba wajah orang sembarangan" perkataan itu membuat sosok itu segera menurunkan kedua telapak tangannya sembari menggumamkan kata maaf berulang kali seraya menunduk. "Tak apa, sekarang jawab pertanyaanku" helaan nafas dari sosok itu terdengar oleh Jiu namun sosok itu segera menjawab "aku chul seorang siswa sama sepertimu" . "kau membolos?"lanjutnya dan dijawab oleh Jiu "ya" Jiu berdiri dan melangkah beberapa meter ke depan untuk memotret pemandangan itu.
CKREK...CKREK..CKREK..
Jiu tersenyum puas saat melihat hasil fotonya. indah sungguh indah Jiu mengagumi hasil fotonya. Saat akan mengambil foto diposisi kanan ia dikejutkan dengan wajah Chul yang sangat dekat dengan kamera. "Bisakah kau menyingkir dari pandanganku dan duduk diam seperti semula?" jengah juga dia diganggu oleh Chul saat akan memotret senja diantara dua bukit. "Dia malu saat kau akan meotretnya" apa-apaan ini memang ada apa disana batin Jiu ia mendengus kesal lalu berjalan ketempat semula duduk disana Chul mengikuti apa yang Jiu lakukan. "Bisa ceritakan yang tadi?" Jiu menoleh kearah Chul begitu juga Chul lalu tersenyum kearah Jiu dan dengan semangat ia menceritakannya dengan suara pelan. "Aku bakal cerita tapi dengan suara pelan jadi kau bisa mendekat" dengan terpaksa Jiu sedikit mencondongkan badannya kearah Chul sedangkan chul memandang kanan kiri lalu dia mulai bercerita.
"Huh...sebenarnya hal ini tak pernah kuceritakan pada siapapun entah itu sahabat atau keluargaku, begini sebenarnya kita tidak sendiri disini dan hanya aku yang bisa melihatnya diantara kita. mereka tak akan mengusikmu saat kau disini memotret pemandangan yang ada namun ada beberapa spot yang tak boleh kau potret salah satunya sisi kanan bukit mereka marah saat kau memotretnya oh...ya aku sarakan jangan sering kesini jika tak mau diganggu mereka sungguh usil dan untuk apa aku disini aku ketiduran saat mencari pinku yang sempat hilang." Chul tersenyum saat ia selesai bercerita sementara Jiu hanya memandang datar Chul sembari membatin 'nee in biar palli'
Jiu kaget saat Chul tiba-tiba menarik tangannya dan berjalan cepat sampai-sampai membuat Jiu terjungkal."Bisa biasa saja kau tau aku terjungkal" Jiu segera berdiri dan berjalan cepat menyamakan langkahnya dengan Chul "kita mau kemana?" Chul menghentikan langkahnya lalu mencondongkan tubuhnya tepat didepan wajah Jiu."Ke cafe aku sudah bilangkan kalo disana teruskan diganggu gak enak tau" Jiu hanya bisa berdeham dan mengikuti Chul pergi. Sesampainya didasar bukit mereka langsung menuju cafe lalu memesan minuman setelahnya mereka mengobrol ringan.
"Aku penasaran kenapa kau menceritakan semua itu padaku sementara hal itu tak pernah diketahui sahabatmu bahkan keluargamu?" Jiu bingung kenapa Chul tak pernah memberitahu hal ini pada orang terdekatnya dan malah menceritakan ini padanya seseorang yang baru dikenalnya? "Kau berkata kenapa karna matamu yang mengisaratkan suatu kebaikan aku tau kau orang baik,lembut,dan yang terpenting kau orang yang tak akan membocorkan rahasiaku bisa di anggap kau orang berharga bagiku," Chul menghela nafas ia kembali menatap Jiu yang hanya diam "Keluargaku memang menyayangiku tapi mereka tidak percaya akan hal seperti ini begitu juga sahabatku mereka akan mengecapku gila dan langsung membawaku keRSJ, Jiu sebenarnya sebelum kau datang kebukit itu terus-mnerus aku sudah ada disana namun disisi yang sulit dilihat orang jadi kau taukan?" Jiu hanya mengangguk 'pantas saja ada seseorang yang terus memperhatikanku' "Kau benar aku selalu memperhatikanmu setiap saat sampai kau pulang ku ikuti maaf ya.." Chul menggaruk tengkuknya yang tidak gatal gugup sekali saat kau jujur apa yang kau lakukan pada orang itu.
" oh ya Jiu aku mau tanya? kau taukan hal-hal didunia sungguh misteri tak ada yang bisa memecahkannya, seperti halnya langit kita tau ia terbentang luas disana kita tau langit itu biru kecuali saat mendung. Namun aku tak mengerti kenapa langit itu biru sementara diluar angkasa sana warnanya hitam?" 'mengalihkan pembicaraan ya ' Jiu menatap Chul sebentar lalu mengalihkan pandangannya pada jendela cafe disisinya. "Mengalihkan topik bagus juga tapi maaf untuk pertanyaanmu tak bisa kujawab." Chul menghela nafas "baiklah tak apa, tapi aku ingin kau selalu ingat pertanyaanku itu jika kau tau jawabannya beritahu aku 1 bulan setelah pertemuan ini oke kita akan sering bertemu dan terimakasih Jui dan seputar pertanyaanku itu bukan dari sains atau apapun, sampai jumpa Jui." Chul berdiri sembari mengusak surai Jiu yang masih menatap Chul bingung kemudian chul pergi dari cafe entah kemana.
"JIU BANGUN KAU KENAPA MASIH DISINI OH AYOLAH JANGAN MEMPERSULIT HIDUP KU HANYA UNTUK MEMBANGUNKANMU KERBAU!!" Jiu bangun terkejut saat mendengar teriakan itu tepat ditelinganya ia merasa telianganya berdengung 'sepertinya aku harus keTHT setelah ini' Jiu menatap seseorang didepannya dengan pandangan datar "ada apa?" tanyanya "Sudah berapa kali kukatakan kau boleh mengenang sosok itu disini tapi jangan sampai ketiduran kau tau aku sudah di marahi habis-habisan oleh Jinseo eonni karna dikira aku menculikmu kau taukan kalo sudah berurusan dengan eonnimu seperti apa?" Jiu menatap malas riyuu sahabatnya, kenapa juga eonninya mengetahui hal ini. 'semoga telingaku baik-baik saja.'
TBC~
AOOOOO!! NIH HANYA KISAH TAK NYATA HANYA FIKSI THANKS BUAT VOMENTNYA SAMA YANG SUDAH BACA.
DIUSAHAIN UP TERUS KALO GK SIBUK!! TERIMAKASIH.
YOU ARE READING
ALEATORIU
RandomHanya kisah-kisah yang berbeda di setiap chapter tapi tidak semua sebuah cerita pendek yang mungkin membuat anda tertarik. hehehehe selamat membaca.
