Prolog

44 5 1
                                        

Hari minggu adalah hari di mana semua orang bisa bersenang senang dan bersantai untuk sekedar melepas lelah atau berkumpul dan bermain dengan keluarga.

Tapi tidak dengan ku, di hari libur ini aku sangat di sibukan dengan pekerjaan rumah, dari mulai memasak, mencuci piring, baju, menyapu dan mengepel. Yaa walaupun rumah ini tidak terlalu besar/tapi tidak kecil juga.

Semenjak 2 minggu terakhir ini kehidupan ku berubah drastis, dimana yang tadinya aku hidup bebas tanpa ada kekangan dari siapa pun sekarang aku bagaikan tinggal di dalam penjara.

Karna sekarang status ku yang sudah menyandang sebagai seorang istri dari CEO muda yang tampan, baik, berbakat, kaya. Yaa...itulah yang semua orang bilang, tapi sikap dia terhadapku berbanding terbalik dengan pemikiran orang orang di luar sana, dia bermulut pedas, dingin/samapai kutup utarapun kalah dingin/, dan tidak peduli.

Siapa lagi kalau bukan Kim Taehyung, CEO muda dari perusahaan KIM CORP yang sekarang sedang gempar seantero korea selatan dengan kabar 'dirumorkan sudah menikah dengan seorang perempuan dari kalangam bawah, yang sampai sekarang belum di ketahui identitasnya oleh media' kurang lebih sepertinya itulah berita yang beredar, sampai membuatku geram sendiri membacanya.

Perkenal kan aku Bae Youra, gadis biasa yang tidak memiliki kemampuan khusus, yang memiliki tampang biasa biasa saja, dibilang pintar ya tidak tapi dibilang bodoh juga tidak, karna aku kuliah dengan mendapatkan beasiswa, jadi aku tidak sebodoh itu.

Hidupku ini miris sekali, dimana yang  seharusnya aku masih bisa bersenang senang menikmati masa muda, tapi kini aku terjebak di antara pernikahan yang tidak ku inginkan sama sekali. Yaa mungkin sebagian wanita di luar sana sangat menginginkan berada di posisiku saat ini, maka di antara mereka ada yang rela tubuhnya ia berikan untuk lelaki itu.

Kami menikah tidak atas dasar cinta, aku terpaksa menerima pernikahan ini karna hutang ayahku kepada ayahnya si kim sialan itu, ayahnya mengancam ayahku jika dia tidak membayar hutangnya maka dia akan bawa ayahku ke penjara.

Setelah mendapat ancaman itu ayahku datang ke rumah kost ku, aku kaget melihat kedatangannya yang tiba tiba, aku senang sekali bisa bertemu dengan ayahku lagi, akupun menyutuh ayahku masuk dan dia menceritakan semuanya. Awalnya aku iba mendengar curhatan ayah ku, sampai ketika aku mendengar syarat yang di berikan ayahnya si kim sialan itu aku langsung membulatkan kedua mataku dengan mulut yang terbuka lebar dan seketika itu juga aku menggeleng menolak permintaan ayahku.

Jelas aku menolak persyaratannya, dia memintaku untuk aku menikah dengan anaknya agar semua hutang hutang ayahku lunas. Kalau aku menolak berarti ayah ku harus membayar semua hutang hutangnya yang selangit itu, kalau tidak bisa membayar ya jalan lainnya aja lah jeruji besi di dalam kantor polisi.

Ayah ku terus memohon pada ku agar aku mau menerima pernikahan itu, ayah ku terus memohon sampai  sujud di depan ku agar aku mau menerima pernikahan itu.

Aku tidak tega melihat ayahku seperti itu akhirnya aku menyetujuinya. Aku memang tidak dekat dengan ayahku , bahkan ayahku datang menemuiku baru kali ini, aku juga bingung dapat dari mana ayah ku alamat rumah kost ku ini.

*Flashback on*

Dulu sebelum ibuku meninggal keluargaku begitu hangat dan harmonis, mereka selalu memanjakan ku dan tidak pernah bertengkar, sampai aku menginjak umur 12 tahun dimana ibu ku meninggal karna terpleset di kamar mandi dan kepala nya terbentur hingga mengakibatkan pembulu darahnya pecah dan ibuku tidak dapat di selamatkan.

Dari situ awal mula kehancuran keluarga ku, ayahku yang dulunya hangat, penyayang, penuh perhatian terhadapku berubah menjadi orang tidak ku kenal, dia sering mabuk mabukan, sering marah marah kepada ku tanpa alasan, sampai akhirnya ayahku pergi dari rumah dan aku ditinggal sendirin.

Aku kira ayah ku pergi hanya untuk bisnisnya saja yang biasa dia lakukan dulu, ternyata dia benar benar pergi. Setelah seminggu ke

pergian ayahku, bibi hana dan paman shin datang dan bilang kepada ku bahwa mereka akan membawaku bersama mereka.

Aku yang tidak tau apa apa pun hanya ikut saja, sampai suatu saat bibi hana mengatakan hal yang sebenarnya terjadi kepadaku. Aku awalnya tidak percaya dengan apa yang di bicarakan bibi hana sampai akhirnya paman shin meyakinkan ku bahwa semua yang dikatankan istrinya memang benar adanya.

Aku yang awalnya tidak percaya, sampai aku mulai mengerti sendiri bagaimana keadaan keluarga ku dan aku mulai menerimanya sedikit demi sedikit.

Ketika aku sudah lulus sekolah menengah ke atas aku memutuskan untuk masuk perguruan tinggi di seoul, awalnya bibiku tidak mengizinkan ku untuk mengambil perguruan tinggi di seoul katanya 'kamu perempuan tidak baik tinggal sendiri, lagian bibi mu ini tidak ada cukup uang untuk membiayai mu masuk perguruan tinggi yang kau impukan itu'. Dan aku pun memberitahu bibiku bahwa aku mendapatkan beasiswa di salah satu perguruan dinggi di seoul, awalnya bibiku tetap tidak menyetujuinya, tapi aku terus meyakinkannya bahwa aku bisa jaga diri disana dan di bantu paman shin tentunya untuk meyakinkan istrinya itu.

Sampai akhirnya aku di izin, dan akupun langsung berangkat dari busan ke seoul di antar oleh paman shin dan membantuku mencari rumah kost yang dekat dengan kampusku.

*flashback off*

Dan sekarang ini lah aku, perempuan malang ahh mungkin di mata wanita diluar sana aku beruntung bisa menikah dengan pria ini, tapi tidak dengan ku, aku sama sekali mengingin kan pernikahan ini. Bisa di bilang aku ini bodoh yang sempat menolak pernikahan ini waktu itu, tapi ini lah aku. Bukan tanpa sebab aku pernah menolak pria ini, selain aku tidak mengenalnya, aku juga belum mau menikah di usia muda.

Yaa tapi nasib berkata lain...





















***

.

.

.

.

.

.

Hay guys maaf ya kalau ceritanya ngk nyambung, maklum cerita pertama😁

Yaudah ngk usah banyak ngebacot belum tentu ntr ada yg baca😥😥

Oh iya jan lupa vomen ya gays😘😘😘

Hate Being LoveStories to obsess over. Discover now