Mungkin mudah
Mengukir senyum di wajah
Bertahan diam dalam amarah
Tapi apa yang benar-benar kau tahu tentangku?
Ketika kau sibuk dengan air mata mu
Sungguh hujan tengah menderas di bumi hatiku
Ketika kau mengeluh atas rasa sakitmu
Di sini juga ada luka tak berdarah yang menderaku
Jika kau mau tahu rasanya menjadi aku
Bendunglah hujan dari langit duniamu
Maka andai akhirnya kau sadar tak akan bisa
Sungguh itu sama sepertiku
Yang sedang mencoba menadah hujan dalam hati sendiri
YOU ARE READING
Air Mata Langit
PoetryHujan. Dalam tiap rinainya aku menitip kisah. Mengurangi beban di bumi hatiku yang basah. Untukmu yang menyukai hujan. Untukmu, puisi-puisi ini aku tuliskan. B. Serangan, Mei 2020
