"kalau mau berantem di lapangan, di sini sempit. Ngalangin jalan aja."
-🌹
Jangan lupa vote
dan coment ya.
Alkana Dirgantara. Si badboy ganas yang sulit di kendalikan. Jika ada yang berani memancing emosi nya, maka ia tak akan segan-segan untuk menghabisi orang itu. Walau begitu ia tak bisa berhenti membuat kaum hawa mengagumi nya.
Bagaimana tidak, cowok itu memiliki kulit sawo matang yang bersih, bulu mata dan alis yang tebal tak lupa juga bibir yang berwarna pink alami. Di tambah lagi badannya yang bisa di bilang sixpack. Tak ayal jika para gadis menyukainya.
Tapi Alka tak pernah menghiraukan mereka. Hatinya seolah-olah terkunci hanya untuk satu gadis yang ia sendiri belum bisa memastikan. Gadis itu adalah Sarasa Agindra. Nama nya unik memang, sama seperti nama salah satu bolpoin orang kaya.
Tapi jangan salah, gadis itu mampu mengendalikan dunia Alka. Entahlah bagaimana caranya, tapi setiap Alka berantem, ia selalu mengeluarkan kalimat pedas dari mulutnya yang mampu meredam emosi cowok itu.
Sarasa Agindra. Ia hanya seorang gadis yang selalu menutup telinganya dengan earphone. Dengan rambut panjang bergelombang yang berwarna coklat muda. Kulitnya yang sedikit putih pucat. Banyak yang menyebutnya aneh, karna sulit bicara pada pada orang lain selain Vina, sahabat nya.
" Sa, Alka berantem lagi." Kata Vina. Ia tahu dari Fahri, pacar sekaligus sahabat Alka. Mereka pacaran sejak kelas satu sekolah menengah pertama hingga kini kelas dua sekolah menengah akhir.
" Apa hubungannya sama gue." Balas Sara tanpa minta. Kadang ia berpikir, kenapa setiap cowok itu berulah selalu di sangkut pautkan sama dirinya.
Vina menghela nafas kesal. Kenapa bisa ia bersahabat sama cewek cuek kaya Sara. Tapi Vina maklum, karna ia tahu penyebabnya.
" Dia mukulin adek kelas, sa. Kalo nggak lo berentiin adek kelas itu bisa mati."
Tanpa menjawab Sara beranjak dari tempat duduknya.
"Kebiasaan." Cibir Vina.
Di koridor banyak siswa dan siswi berkumpul. Mereka membentuk lingkaran. Yang bisa Sara yakini kalau di situ ada perkelahian.
Salah satu siswa melihat Sara mendekat langsung memberi tahu yang lainnya untuk memberi jalan untuk Sara. Sara menatap datar sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam Hoodie.
" Kalau mau berantem di lapangan, di sini sempit. Ngalangin jalan aja." Setelah mengatakan itu ia berlalu bergitu saja.
Mendengar suara Sara, dengan cepat ia berhenti memukul cowok itu.
" Kali ini lo selamat." Ujar Alka lalu pergi menjauh.
" Udah bubar-bubar." Teriak Fahri.
Baik siswa atau siswi bubar begitu saja. Ia tak ingin bermasalah sama geng ELIXIR. Fahri dan Bima menyusul Alka.
KAMU SEDANG MEMBACA
SARASA
Fiksi RemajaDi jauhi keluarga sendiri tanpa sebab yang jelas membuat Sara harus kehilangan kasih sayang serta perhatian. Yang tersisa sekarang hanyalah kenangan manis dari masa kecil yang tersimpan rapi di otaknya. Ia harus menjalani hidup dengan menjadi orang...
