(1).Abil Shiddiq Arsalaan

16 1 0
                                        


Sepasang kaki itu melangkah keluar dari rumah dan tak lupa ia selalu menengok ke sebelah kanan tepat rumah seseorang, seseorang yang mengisi hatinya, teman kecil, teman bermain sampai sebelum dia berubah, dewasa dan menjadi canggung hingga sekarang ini.

Sedih. Saat mendengar dia punya pacar tapi apalah daya Nada dia sama sekali tak berani mengunggkapkannya.
-Pertama karena dia temannya
-Kedua karena tak ingin dia menjauhinya
-Ketiga dan hubungannya pun semakin renggang

Abil Shiddiq Arsalaan. Nama itu selalu terngiang di kepalanya. Sampai ada seseorang yang membangunkan lamunan Nada, itu Starla temannya, ya memang Nada berangkat sekolah bersama Starla sahabatnya naik motor karena Nada belum bisa naik motor.

"Masih suka dia lo?" tanya Starla, sahabat dekat Nada

"Ya gimana dong orang hati gak bisa milih" ujar Nada lesu

"Yaudah ayok berangkat" ajak Starla

"Yaudah Berangkat" ujar mereka berdua bersamaan diselingi tawa.

Sesampai diparkiran Nada dan Starla melihat Abil membonceng seseorang ya katanya pacarnya namanya Sabila, perempuan cantik, anggun, kalem adek kelas lagi. Nada hanya menghela nafas sabar.

•••

Jam masuk sudah berlalu dan guru pun memasuki kelasnya masing-masing, sekarang adalah pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang mengharuskan mereka membuat kliping.

"Oke anak-anak ibu bagi kelompoknya masing-masing yah" ujar bu Santi

"Kelompoknya berdua dan menurut rumah terdekat aja biat gampang nantinya ngerjainnya" lanjut bu Santi lagi

"Mampusss gue sama Alan dong?" tanya Nada ke Starla. Alan adalah nama kecil Abil dari Nada

"Iya lah lumayan kesempatan" jawab Starla terkekeh

"Kesempatan pala lo, dia tuh kalau sama gue beda jarang ngomong, canggung gitu" keluh Nada lagi

"Ya sih kasian di lo nya haha" tawa Starla membuat Nada makin kesel

"Nad" panggil seseorang dibelakang mereka

"Iya lan?" jawab Nada menoleh

"Lo sama gue kan?" tanya Abil

"Eh iya kan rumah gue deketnya sama rumah lo"

"Yaudah" Abil berlalu begitu saja

"Tuhkan Star dia tuhhh ahhh lemes gue" Nada masih merengek gak terima. Kenapa harus sama Abil sih

"Terima nasib aja haha." lagi-lagi Starla ketawa atas kelakuan sahabatnya itu

"Btw gue sama Ocha yah, lumayan sama anak pinter..haha" Starla terus ketawa

"Yee lo enak, Alan juga pinter tau"

"Semua orang juga tau huh"

•••

Sesampai dirumah Nada menghela nafas, gak ada siapa-siapa. Udah biasa Nada langsung kekamarnya untuk istirahat.

"Nada kamu jangan nakal disekolah jangan buat saya malu, belajar yang bener jangan males" ujar Sinta mamanya Nada

Kurang apa lagi dia buat orang tuanya. Nada selalu berusaha jadi yang terbaik, masuk 5 besar juga meskipun gak juara 1 karena yang selalu juara itu Alan, kedua Stala dan ketiga Susan, rajin beres-beres dirumah dan yang lainnya tapi ibunya tak pernah puas dengan semua yang Nada lakukan tetap aja adiknya Revanya yang selalu dapat pujian.

Albi NadaStories to obsess over. Discover now