"Nacha, kamu tahu persamaan kamu sama lampu taman?"
Nacha menoleh, menatap dalam manik hitam pekat milik kekasihnya itu. Memperhatikan lekuk wajahnya, alis tebal, bulu mata lentik, kulit mulus, hidung mancung. Nacha tersenyum lalu bergaya seolah dia tengah berfikir.
"Gak tahu! Kasih tahu dong!" Katanya manja
Gerhana Rakadirta kerap disapa Gera si cowok humoris yang berhasil menaklukan hati gadis cantik Renascha Joeanta. Sudah empat belas bulan lamanya mereka berpacaran, asam, manis, pahit sudah mereka lalui bersama-sama.
Gera tersenyum, menarik lengan Nacha untuk lebih mendekat kearahnya. Gera menunjuk lampu taman yang keberadaan nya tidak jauh dari tempat mereka.
"Gak ada persamaan nya." Ujarnya
Nacha mengernyit bingung, lantas kenapa Gera bertanya seperti itu padanya tadi!
"Kalo gak ada kenapa Gera nanya sama aku!" Decak Nacha
Gera sudah tidak bisa menahan tawanya lagi, ia tertawa ditaman kota. Pengunjung lain memperhatikan dengan bingung. Nacha yang sadar mereka di perhatikan menyikut perut Gera. Gera pun langsung peka, menghentikan tawanya.
"Gera malu-maluin Nacha ih!"
Gera mengelus rambut Nacha lembut, ia tersenyum menatap Nacha. Tiba-tiba raut mukanya terlihat serius. Nacha jadi was-was sendiri.
"Cha," dari nadanya, Nacha bisa merasakan bahwa pembicaraan kali ini harus serius. Gera sedang tidak main-main
"Iya?"
Gera menghela nafas, memperhatikan lekuk wajah gadis di hadapan nya ini. Tapi, mau tidak mau dia harus melakukan nya. Ini yang terbaik!
"Kita putus, Cha."
Tubuh Nacha menegang, matanya mulai memburam. Sialan! Tahan Cha jangan mewek, galucu, batin Nacha.
Nacha masih mempertahankan senyumnya. Nacha tidak ingin negative thinking, dia masih mempertahankan otak nya yang bekerja untuk berfikir positive.
"Nacha tau Gera bercanda, atau Gera lagi ngeprank Nacha," mulutnya memang bersikap tenang, tapi tidak dengan hatinya
"Gue gak bercanda apalagi ngeprank gak mutu gitu." Kata Aku berganti Gue, nada yang biasanya lembut kini berganti dingin
Nacha menggeleng, "Mana, Ge? Mana kameranya? Dimana, Ge? Nacha mau udahin pranknya! Gak lucu masa Gera bikin Nacha nangis di taman cuma karena prank sih!"
Gera menatap Nacha dingin. Ia tidak rela sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi?! Arrgghhss Gera bego lo! Gak mikir dulu sebelum bertindak. Batinnya marah
"Ge dimana kameranya! Tunjukin ke Nacha, Ge!" Nacha masih tetap mempertahankan pikiran positivenya
Melihat Gera yang menatapnya dingin, seketika Nacha merasa harapan nya pupus. Tanpa izin, buliran bening itu terjatuh dan membuat buliran lainnya ikut terjatuh.
"Gue mau jujur satu hal sama lo, selama pacaran gue gak pernah cinta sama lo, gue tau gue brengsek banget tapi sorry Cha, gue jadiin lo pacar karena tantangan."
Sakitnya bukan main. Nacha pikir selama ini Gera tulus mencintainya, namun nyatanya? Hanya tantangan. Nacha tersenyum, senyum kekecewaan lebih tepatnya.
"Makasih kejujurannya, Ge! Aku hargai keputusan kamu, maaf udah ngerepotin kamu selama empat belas bulan ini."
Nacha berlari menjauhi taman meninggalkan Gera dengan beribu penyesalan nya. Memaki dirinya sendiri, itulah yang Gera lakukan saat ini.
***
Heiyyyooo!!!!
Setelah sekian lama aku bikin cerita yang selalu gagal and now i make a story again!!! Tetep stay at home ya kawan kawan, jaga kesehatan! Semoga aja ini cerita aku seriusin wkwkwk.
Dahh yaaa, see you!
YOU ARE READING
Hai, Mantan!
Teen FictionNamanya Renascha Joeanta Bollion yang di putuskan secara sepihak oleh kekasih yang kini sudah merangkap menjadi mantan kekasih nya. Sakit, sudah pasti. Mereka menjalani kisah cintanya selama empat belas bulan dan dengan sadisnya mantan kekasih nya m...
