pertemuan

49 3 1
                                        

Kepingan masa lalu penuh duka, diajak dewasa sebelum waktunya, dikhianati orang terdekat dan dimanfaatkan oleh ketidaktahuan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Kepingan masa lalu penuh duka, diajak dewasa sebelum waktunya, dikhianati orang terdekat dan dimanfaatkan oleh ketidaktahuan.

Ketika sebuah rasa dibalas duka, pengkhianatan nya sungguh nyata. Aku dan dia hanya sebatas masa lalu yang saling melupakan.

Hancurnya duniaku
Hancurnya segala harapanku
Angan ku hilang tertimbun duka yang mendalam

***

"Ka, kelar ini kamu beresin meja depan ya... Mas Devan mau izin pulang duluan," ujar seorang pemuda yang merupakan rekan kerja gadis yang akrab disapa Naka di restauran sederhana ini. Naka menoleh seraya memberi acungan  jempol.

Naka menghampiri meja yang dimaksud oleh Devan, namun langkahnya terhenti kala melihat seseorang yang duduk santai di sana sembari memainkan ponsel.

Gadis itu menghela nafas sebelum akhirnya bersuara, "permisi, mohon maaf atas ketidaknyamanannya, saya ingin membersihkan meja di sebelah, mohon untuk memindahkan kaki anda yang menghalangi saya," pinta Naka memandang malas seorang pemuda yang kini  menunjukan raut wajah terkejut kala menatapnya.

"Nayla!" teriaknya terkejut, pemuda itu bangkit seraya memegang tangan Naka.

"maaf, saya harus bekerja tolong jangan mengganggu saya," pinta Naka, tangannya masih berusaha melepas genggaman erat pemuda itu di pergelangan tangan satunya.

"Nay gue minta maaf atas semua yang gue lakuin dulu, gue bener-bener bodoh ngikutin permainan Zoya, please Nay maafin gue, gue gak mau diliputi rasa bersalah setiap saat karena udah jahat sama lo, lo masih ingat gue kan?" Pemuda itu menatap Naka dengan tatapan memohon, sedangkan Naka mengalihkan pandangannya ke arah lain karena enggan menatap pemuda tampan itu.

"Maaf, saya tidak mengenal anda,begitu pula sebaliknya, jadi tolong jangan ganggu saya yang harus berkerja!" seru Naka.

Kini matanya sudah berkaca-kaca dan sebelum pemuda itu mengetahui bahwa dirinya menangis, dengan segera Ia hapus titik air mata itu menggunakan tangannya yang bebas dari genggaman pemuda tersebut.

"tapi Nay,kita perlu bicara" Keluh pemuda itu, Ia melepaskan cekalan tangannya pada Naka.

"Nay, gue butuh jawaban dari maaf gue,"

"Maaf tapi saya tidak mengenal Nayla, saya hanya sekedar Naka yang penuh luka lara, permisi," pamit Naka.

Pemuda itu menghela nafas kala melihat Naka berjalan menjauh, dia begitu terkejut melihat gadis itu hadir disini. Dengan wajah yang sama namun sedikit berbeda, pemuda itu yakin bahwa dia adalah gadis yang hampir empat tahun dicarinya.

***

Jangan lupa vote, komen dan share🧡

Jangan lupa vote, komen dan share🧡

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
About LaraWhere stories live. Discover now