"Mal kantin kuy" ujar Kevin pada cowok yang tengah duduk diatas meja itu.
"Males" balasnya.
Sekarang suasana di kelas sedang sepi dikarnakan semua manusia penghuni sekolah sedang memenuhi tempat untuk mengisi perutnya yang kosong akibat terlalu banyak mendengar ocehan guru yang mengajar.
Dikelasnya kini hanya menyisakan inti Renger dan beberapa siswa yang mengerjakan tugas.
"Ayo lah gua lap--" sebelum selesai dengan ucapannya, pintu depan di dobrak dengan keras.
"Bang gawat" Raka masuk dengan keringat yang mengucur di plipisnya, sehabis berlari.
"Kenapa" suara berat itu keluar dari mulut Malviano. Malviano sosok cowo yang tidak suka basa basi.
"Al--vin" jawabnya masih dengan napas tersengal-sengal, ia menarik nafasnya sejenak "Alvin dikeroyok Valgos di belakang sekolah"
Malviano langsung berdiri diikuti oleh empat sahabatnya. Lelaki itu mengeraskan rahangnya, tidak akan tinggal diam jika ada yang menyakiti taman-temannya.
***
"BANGSAT" umapatnya begitu melihat apa yang terjadi di belakang sekolah. Apa yang di katakan Raka benar adanya, menghampiri dimana pertikaian itu.
Dengan begitu emosi yang membara, Malvi langsung menarik orang yang dengan santainya memukuli laki-laki yang begitu lemah dibawah sana.
Orang itu langsung tertarik mundur, tanpa aba-aba Malvi langsung memukulnya, membuat orang yang tadi ikut memukul Alvin maju dan menyerangnya.
Bugh
Bugh
Bugh
Tidak ada yang bisa menghentikan pertikaian tersebut. Malvi tak henti-hentinya memberi pukulan, hingga beberapa menit setelahnya orang-orang itu tumbang.
"Udah" Kenzo menarik Malvi untuk menghentikannya jika tida mungkin orang di hadapannya itu akan menjadi mayat dalam hitungan menit.
Sejak tadi sahabat Malvi hanya melihat saja, karna mereka tau Malvi saja sudah cukup menghabisi mereka. Tidak ada yang menandingi ketuanya itu ketika ia sedang marah.
"Udah bos, gak usah ngelawan banci kaya mereka. Kita harus obatin luka lo sama luka Alvin sekarang" ujar Elvan memberi usulan dan di angguki oleh teman - temannya.
***
Warcin adalah tempat berkumpulnya anggota 'RENGER' Warung yang lumayan cukup besar yang sekarang di jadikan tempat tempat untuk membolos anggota RENGER.
'Warcin' singkatan dari warung cinta, nama itu sendiri muncul karena keisengan kevin, sebab Revan yang menjadikan tempat ini sebagai tempat perbucinannya dengan para pacarnya, dasar playboy kelas atas.
"Obatin dulu luka lo" ucap Kenzo sambil memberikan kotak obat yang selalu dia bawa kemana-mana. Kenzo duduk berdampingan dengan Malvi.
"Gimana keadaan Alvin?" tanya Malvin dengan wajah dingin namun tidak dapat dipungkiri terdapat kecemasan yang mendalam di sana.
"Udah di obatin anak-anak di dalam, sekarang luka lo yang harus di obatin"
"Gak usah nanti juga sembuh sendiri" balas Malvi. Kenzo paham apa yang dirasakan oleh sahabatnya satu ini dia tidak ingin terjadi sesuatu terhadap teman - temannya.
"Bokap lo nanya kabar lo lagi ke gue" Kenzo memberikan kabar terburuk yang paling tidak mau Malvi dengar. "lo pulang dulu aja urusan cafe biar gue yang ngurus, lo urus-urusan lo dulu sama bokap lo"
YOU ARE READING
MALVIANO
Teen FictionDia yang selalu mendapat rasa sakit. Hidup dengan penuh kebencian, membuatnya merasa di permainkan oleh takdir. Bagaimana sulitnya menjalani kehidupan dengan banyak sekali luka dan amarah yang selalu coba ia pendam sendiri. Bagaimana sulitnya berta...
