Prolog

14 4 4
                                        


Aku ingat di malam Minggu kemarin,
Aku duduk di bahu jalan berteman sepi,
Menunggu dirimu yang ingin menjadi kekasih,
Namun sepi tetap tak mau pergi,
Karena yang lewat adalah mereka yang punya kekasih.

Saat Senin tiba mereka menceritakan apa yang terjadi,
Membuat ku yang ngenes tambah ngenes,
Nenek moyangku dulu juga menjomblo,
Tapi dalam lelap kau ambil rusuknya,
Dan kau ubah menjadi hawa.

Bukan aku bosan jomblo,
Tapi aku takut nanti jadi perawan tua,
Aku gak tau gimana deket pria,
Sekali deket malah mimisan, apalagi pria tampan dan ruvawan.

Aku tau, aku gesrek,
Aku tau, aku receh,

Tapi jika tidak sekarang maka, nanti jodoh ku harus tampan dan kaya,
Aku gak mau tau

Puisi abal-abal dari Nadin sang jomblowati yang jodohnya masih nyemplung ke empang.

💨💨💨💨

Oke, makasih yang udah mampir baca ceritaku. Ini cerita pertama aku, jadi agak kaku dan bingung gimana ungkapinnya dalam tulisan.

Jangan lupa vote dan komen biar aku semangat nulis nya. Dan aku minta kritik dan saran ya geas, aku masih PEMULA. Kasihanilah aku eaakk.

Loveee uuu♥️♥️♥️

Auliyah

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 30, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Trip Over the Prince's LoveStories to obsess over. Discover now