Aleo Antara
Siapa yang tak mengenal laki-laki ini, laki-laki dengan tampang khasnya. Berpakain Nerd dan yang pasti ia adalah anak Ansos.
Jangan meragukan kepintarannya dia pintar dan membanggakan kedua orangtuanya. Namun dibaliknya ada sesuatu yang tersembunyi rapat-rapat.
Haii . .
Dia Aleo Antara kerap dipanggil Tara entah sejak kapan panggilan itu akan digunakan lagi. Selepas mendengar bel istirahat yang begitu menyejukan hati penghuni sekolah. Tara melangkahkan kakinya menuju perpustakan dengan menenteng bekal yang telah sebelumnya disiapkan oleh sang mama.
"Pagi pak" sapanya pada penjaga perpus.
"Pagi Tara" Pak Muhdin memperhatikan bawaan tara seperti ada kejanggalan "buat saya?" Tanyanya setelah Tara mengulurkan bekalnya ke arah Pak Muhdin dengan sopan. Tara mengangguk seraya berjalan ke arah bangku tempat ia menikmati waktu istirahat.
"Terimakasih Tara"
Duduk dibangku seraya menyiapkan bekal makannya tak luput menjadi perhatian gadis yang baru saja tiba diambang pintu tersebut.
Gadis itu mendudukan diri disamping Tara. Tampak risih ditatap seperti itu Tara memutar kepalanya menghadapnya.
Seolah mengerti gadis itu mengalihkan pandangannya ke arah bekal Tara. Bolo matanya membesar seketika setelah melihat nasi goreng spesial buatan mama muda.
"Boleh minta?" Tanyanya dengan mata berbinar. Seraya mempersiapkan bekalnya.
"Hmm"
"Tara tau gak Yana suka banget sama nasgor spesial mamanya Tara" Gadis yang bernama Yana itu memindahkan sebagian nasgor ke wadahnya.
Dan Tara tak menyukai hal itu. Dia gafis aneh dan tak sopan.
Kemudian mereka makan bersama dengan isi hati yang berbeda. Disisi lain Yana gembira sekali bisa duduk bersama dan menikmati bekal bersama. Sedangkan disisi lain Tara menyesal sekali kenapa tadi ia tak bersembunyi dulu agar gadis itu tak merecoki makan siangnya.
Yana meminum setengah air mineral milik Tara yang berada di Tupperwere. Setelahnya ia menyodokannya ke arah Tara. Laki-laki itu terkejut dengan perilaku keterlaluan Yana yang tak meminta izin terlebih dahulu kepadanya. Dengan kesal ia berdiri berharap gadis itu tak mengikutinya ke kantin.
"Kemana"
"Kantin"
"Ngapain?"
"Belum minum"
"Ini kan ada" Yana menyodokan botol mineral milik Tara yang ia genggam kepadanya.
Tara menghela nafas berat lalu pergi meninggalkan Yana. Dan gadis itu mengikutinya sampai kantin.
Suasana kantin tak begitu ramai. Syukuralah Tara dapat bernafas lega dan cepat-cepat menghindar dari keramaian tersebut.
Dari arah pojokan terlihat mencolok golongan siswa dan satu siswi yang selalu membuat onar belakangan ini. Sialnya diantara mereka menyadari kehadirannya dan Yana.
"Lihat-lihat pasangan Nerd lagi kekantin nih guys" celetuk cowok disamping cewek yang duduk menghadap mereka. Sang cewek hanya tersenyum sinis.
Sesaat kemudian mereka yang berada dikantin menyadari kehadiran Yana dan Tara mulai melirik dengan umpatan dalam hati.
"Kenapa musti elo sih" gumam seseorang disana yang sempat melirik ke arah keduanya.
"Kenapa harus terjadi kemarin" batin Tara didalam hati dengan melangkah keluar kantin.
Sedangkan Yana gadis itu terus saja mengekor Tara hingga mereka berpisah saat bel masuk.
