Brakkk!
Sebuah tote bag hitam baru saja menghantam papan tulis tak berdosa di depannya.
"JERIIII! ARRRGGHH!" 'Singa betina' yang barusan melempar tasnya mengaum dengan keras.
Seisi kelas menatap asal suara.
"Bia, sabar, Bi. Nanti kita cari si Curut sampai ketemu." Elsa teman sebangkunya mencoba menenangkan.
"Gue nggak bisa diginiin, Sa. Awas aja tuh anak!" Bia berdiri mengambil langkah seribu mencari keberadaan mangsanya.
"JERIII! KELUAR LOE! GAK USAH SEMBUNYI DARI GUE!"
Anak-anak kelas lain banyak yang mengintip dari balik jendela.
Siswa-siswi yang sedang asyik menyantap makan siangnya seketika menghentikan aktifitasnya. Kantin mendadak hening.
Krik ... krik ... krik.
Brakk!
Bia menggebrak sebuah meja yang diisi empat orang cowok gangster.
"Maksud Loe apa, Jer. Masukin cicak ke tas gue?" Tangan Bia menarik kerah baju Jerry.
"Weyyy! Santai dong!" Jerry menghempaskan tangan Bia.
Gadis itu bergeming sesaat. Menyorot dengan tatapan kebencian. Hentakkan tangan Jerry yang kasar tak membuatnya terpental. Seorang Bia adalah karateka bersabuk hitam, tentu saja hempasan semacam itu bak belaian angin sore baginya.
"Ngapain Lo melotot sama gue? Emang Lo pikir gue takut?" Jerry balas memelototi Bia, menantang gadis itu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Bia.
Entah mengapa perasaan Bia menjadi gugup saat wajah Jerry begitu dengan dengannya. Hanya berjarak satu hembusan nafas.
Bia memalingkan muka, ia bergegas pergi dari meja geng Jerry. Menetralkan detak yang baru saja berpacu empat kali lebih cepat. Bukan karena amarahnya yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun. Perasaan itu berbeda ... Entahlah, Bia tak mengerti.
"Bi, Lo gak papa kan?" Elsa yang baru saja datang dengan nafas ngos-ngosan.
Bia menggeleng pelan, tersenyum simpul.
"Syukurlah kalau nggak papa. Gue takut lo diapa-apain sama si Curut." Elsa akhirnya menghela napas lega.
Tentu saja Elsa sangat takut jika sahabat tercintanya itu ada masalah dengan Jerry. Bagaimana tidak, cowok tengil itu jika sudah marah tak pernah pandang bulu.
"Bi, nanti pulang sekolah, jadi kan rapat buat acara Ulang Tahun SMA kita?" Elsa mengingatkan sahabatnya.
Saat ini mereka sedang duduk di bangku panjang dekat parkiran. Tepat di depan kelas XI IPA-1.
Bia menepuk jidatnya. "Gara-gara si Jerrot, aku hampir lupa. Untung aja, ada wakilku tercinta yang selalu mengingatkan. "Bia merangkul bahu Elsa. Sahabat sekaligus wakil ketua di OSIS SMA Cahaya Putih.
Hentakan pentopel terdengar sesaat setelah tawa Bia dan Elsa mereda. Pria necis dengan celana kotak-kotak dan kemeja berwarna ceria itu melambaikan tangan pada dua gadis yang nangkir di bawah pohon jambu.
"Bia, Bapak ada perlu harus buru-buru pulang. Nanti rapat pulang sekolah kamu yang pimpin," ucap Pak Yogi tanpa basa-basi, sesaat setelah Elsa dan Bia berdiri di hadapannya.
"Siap!" Bia dan Elsa memberi hormat secara bersamaan.
Pak Yogi tersenyum mengangguk. Lantas balik kanan meninggalkan dua makhluk cantik yang masih memberi hormat seperti pemimpin upacara.
YOU ARE READING
Beauty And Jerry || Ketos Vs Bad Boy
Teen FictionIni kisah tentang seekor 'Curut Jantan' yang mencoba memenangkan hati 'Singa Betina' dengan segala cara. Akankah 'sang Curut' berhasil menyelesaikan misinya? Atau justru harapannya harus diterkam 'Singa Betina' yang sangat membencinya? Yuuk ikutin c...
