Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

satu

78 10 7
                                        

Lo pernah ga ngerasain rasanya deket sama seseorang, keberadaan lo selalu dianggap, lo selalu dikasih perhatian penuh, bahkan semua tentang dia lo tau. Tapi itu cuman dianggap temen, gak lebih dari itu.

Gimana rasanya, memiliki perasaan yang belum bisa terbalaskan olehnya?

Ting, suara benda yang setiap saat mengiringi hari-hari nya bersama Kenan itu berbunyi

Kenan : banguunnnnn wooyy!! Eh pagi Khalea nya aku

Sambil terkekeh, Khalea hanya membaca pesan itu lewat status bar nya dan tak berniat untuk membalasnya. Karena Khalea yakin, bahwa sekali saja dia membalas pesan dari Ken, pasti akan terus-menerus bisa-bisa Khalea terlambat sekolah.

Kenan : ah elah, Lea. Masa lo gamau ucapin selamat pagi sama gue.

Kenan : jahat lo, Lea

Kenan : bodo ya, gue marah! 😞

Lagi-lagi Khalea hanya terkekeh pelan sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Ken.

" iya Ken gue jahat sama lo. Gue gak bisa bales perasaan lo, maaf Ken "- gumam Khalea dalam hati yang terdalam

***

Pagi ini adalah saat nya untuk seluruh murid SMA Ganesha menjalani upacara bendera yang memang sudah menjadi kebiasaan untuk seluruh siswa bahkan sekolah-sekolah manapun. Karena, dengan upacara kita bisa mengenang jasa para pahlawan kita yang telah gugur dalam melawan penjajah untuk memerdekakan bangsa ini.

Kadang kita lupa, bahwa ada seseorang yang telah berjuang mati-matian untuk membahagiakan kita. Segala cara dilakukan agar tetap membuat soulmate nya itu terseyum, walaupun rasa yang diberikan belum terbalaskan.

" panas banget sumpah, rasanya pengen liat cogan ajaaaaaa! " gerutu Farrah salah satu sahabat Khalea.

" apaan sih lo, lebai banget. Panas jam segini itu sehat tau! " Greet yang merasa tidak kepanasan hanya memperhatikan Farrah yang sedang kipas-kipas.

" omayygatt oh tidak, dada gue sesek liat cogan datang ke kelas " sambil memegang dada nya Farrah pura-pura kaget melihat Ken datang ke kelas untuk mendatangi Khalea.

Sambil membawa sebuah botol minuman yang memang terlihat sangat segar, Ken lalu menyodorkan minuman itu tepat dihadapan Khalea.
" minum buat lo, kasian gue sama lo pasti kepanasan kan? ". Tanpa basa-basi apapun, Khalea membalas sodoran tangan Ken

" Thanks, Ken " disambung dengan senyum manis yang tak kalah manis dengan gula. Tentu saja, siapapun yang melihat senyum Khalea akan membuat mood mereka bagus sepanjang hari. Karena gadis itu saking ramah nya, membuat siapa saja yang berada didepan nya dibuat terpaku oleh senyum nya.

" Udah lo sana, mau bel masuk. Nanti lo telat dimarahin guru lagi "

" Bwaaangg gue mau dong diperhatiin gitu sama Khalea " Fajrin yang daritadi membuntuti Ken dijitak oleh Al karena omongan nya tadi.

" INGETT!!  Itu Lea gue! ". Ya, Lea adalah panggilan yang sering Ken ucapkan. Bukan lagi Khalea ataupun Khal, karena menurut Ken panggilan itu adalah panggilan sayang untuknya. Tatapan sinis mata Ken pun jatug tepat dimata Fajrin.

" Nanti balik, lo tunggu di sini. Awas lo balik duluan, gue culik lo " ucapnya kepada Khalea becanda. Ken memang begitu, selalu membuat Khalea tertawa karena saking sayang nya Ken kepada Khalea.

***

Kringg kriingggg ... ...
Bunyi bel telah terdengar, seluruh murid Ganesha ingin cepat keluar dari gerbang sekolah yang dikenal super duper disiplin itu. Ada yang tak sabar ingin merebahkan tubuhnya, ada yang pergi keluar sekedar menonton bioskop, ada pula yang pergi ke tongkrongan. Biasanya yang pergi ke tongkrongan adalah para murid lelaki yang terkenal di cap bad boy oleh para warga sekolah.

Tak terkecuali dengan Ken, dia harus melakasanakan kewajiban nya yaitu mengantar Khalea. Meskipun sudah beberapa kali Lea menolak, tapi Ken tetap bersikeras ingin selalu mengantarkan Lea pulang.
Padahal Lea hanya tak ingin mengganggu waktu Ken bersama teman-teman nya.

" ayo Le, kita balik " ucapnya sambil menenteng goodie bag milik Lea yang berisi buku-buku paket didalamnya.
" yuk ah, balik. Far, Greet gue duluan yaaaa! " tak lupa memberikan senyum manis kepada dua sahabat nya itu. " Ken, jagain sahabat gue. Lecet dikit, abis lo sama gue! " kali ini Greet mengancam Ken,  karena Greet peduli sekali kepada Khalea

" bacott lo, berisik. Dikira Lea barang apa sampe lecet "

Ken dan Khalea berjalan menuruni anak tangga yang terdapat di sekolah nya, melewati lapangan dan pepohonan yang hijau. Sesekali Lea tersenyum dan melirikan pandangan kepada Ken yang daritadi asyik berjalan sambil memandangi teman-teman nya yang sedang bermain basket di lapangan.

" Ken, ih lo mah. Gue dicuekin, masa ga diajak ngobrol "

Sambil tertawa Ken mengacak kepala Lea yang ditutup oleh kerudung nya

" lucu bangett sih lo, makin sayang gue ". Ucapan Ken tadi langsung membuat dada Lea terasa sesak

" maaf Ken, gue belom bisa bales sayang lo " gumam Lea dalam hatinya

Hello!  Ini cerita pertama gue. Gue harap kalian semua suka sama cerita gue

Jangan lupa vote dan komen supaya gue semangat buat update cerita Kenan ini ^_^

KenanStories to obsess over. Discover now