1.Awal dari Kisah.

61 8 2
                                        

Jam dimeja belajar Ananta Riana Putri berdering keras membangunkan tuannya yang tidak butuh lama untuk bangun,jam 5.30 adalah waktu yang di setel untuk jam beker dikamarnya,mencerminkan kepribadiannya yang disiplin dan rajin,anak idaman untuk tiap ibunda dirumah.

Setelah selesai merapikan kasur Ananta segera bergegas kekamar mandi dan menyegarkan dirinya dengan air sedingin embun itu.Segera setelah itu dirinya mengeringkan diri,memakai seragam hari Kamis dan keluar kamar,menuju dapur dan menyapa Ibunya,Ratih.Ibunya telah selesai menyiapkan sarapan untuk Ananta agar anaknya segera bisa sarapan dan tidak terlambat pergi kesekolah.

"Bunda jam 9 nanti berangkat Bandung,kamu udah tau kan?",ucap Ratih mengawali pembicaraan pagi itu.
" Iya Bun,kan kemarin Bunda udah ngasih tau Nanta mau ke Bandung,titip salam sama nenek ya.",jawab Ananta sambil mengunyah nasi goreng sosis yang telah habis setengah itu.
"Yasudah,cepet dihabisin Nasinya nanti telat,."
"Iya Bun".

Ananta sudah hampir sampai ke sekolahnya,sebuah sekolah SMA negeri dikawasan Bogor,suatu hal menyebabkan Ananta menghentikan laju motornya,karena dirinya hampir saja menabrak seorang pria yang memakai seragam sekolah yang sama dengannya.

"Eh maaf maaf,gua ga sengaja.", ucap Ananta cepat setelah turun dari motornya.
Pria itu masih tidak membalikkan badannya,hanya berjongkok di aspal jalan itu.
" Haloo?,lu gapapa?" ucap Ananta lagi,memastikan pria didepannya baik baik saja.
Pria itu berdiri,membalikan badannya sehingga sosoknya terlihat jelas oleh Ananta.
"Iya gapapa,maaf udah bikin lu turun dari motor,tadi gua mau nyebrangin kucing,nih kucingnya." Didekapan pria itu bergelayut manja seekor kucing hitam kecil,tetapi bukan itu yang menjadi titik perhatian Ananta.

Dirinya terpaku menatap wajah pria itu,pria tinggi dengan kulit putih bersih,dan yang menjadi fokus paling penting adalah matanya,mata berwarna hitam pekat yang membawa pikiran Ananta tenggelam didalamnya karena sosok itu sangat kontras dengan teman temannya yang lain.
"Halo?".ucap pria itu,menyadarkan lamunan Ananta,membuatnya tergagap menjawab ucapan lawan bicaranya.
"E-Eh iya-iya,yaudah gua lanjut jalan ya,lain kali hati hati."
"Iya"jawabnya.

Sepanjang jalan terus menerus dipikirkannya sosok pria tadi
" Tadi dia pakai seragam sekolah gua,tapi kok gapernah liat ya."

Ananta sampai digerbang sekolahnya,segera ia pergi kekelasnya 12-MIPA 1 ,dan menyapa teman sebangkunya,Tiara.
"Pagi ra."
"Lah tumben nyapa gua,ada apa niih?",ucap Tiara yang bingung dengan sikap sahabatnya ini.
"Yagapapa,cuma pengen."
"Btw pr bu riska udah selesai belum?",tanya Tiara
"Udah dong,gampang itumah."
"Mantap,nyontek sini."
" SIALAN ",ucap Ananta sambil menyerahkan buku Kimia nya.

Bel berbunyi dan PR Ananta juga sudah selesai disalin Tiara,tidak lama Bu Riska datang diikuti oleh seorang pria yang langsung disadari oleh Ananta adalah pria yang tadi pagi hampir ditabraknya,seluruh murid-terutama para murid perempuan- dikelasnya bertanya tanya sekaligus terkesima dengan rupa pria didepan mereka.

Bu Riska menyapa murid muridnya sekaligus memperkenalkan murid baru dibelakangnya. " Pagi Anak Anak,hari ini kita kedatangan murid baru," sambil menatap murid disampingnya dia melanjutkan kata katanya,"Nah kamu ayo perkenalkan diri kamu."

"Iya bu",pria itu menarik napas sebentar lalu melanjutkan ucapannya, " Perkenalkan nama gua Bara,Ananta Barata."

"Eeeh?", serentak seluruh murid dikelas menoleh kepada Ananta Riana.

Antara Bara(ON PAUSE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang