*
*
*
*
Happy Reading :)
Tidak banyak waktu yang dikeluarkan untuk pemanasan dengan melakukan hal paling mendasar dalam hacking. Jika melupakan hal paling mendasar, tidak pantas dirinya disebut seorang Hacker Profesional.
"Saya ingin menyingkirkan kalian semua." Ucap Gun dengan tenang. "Para anggota grup yang akan bermain di permainan pertama ini adalah ....
1. Tuan Luke dari A Little Anonymous
2. Tuan Harnis dari Hunter King
3. Nona Sister dari Killing Player
4. Tuan King dari King&Queen.
Pemain solo yang akan bermain, yaitu Tuan Rama, Tuan Janus, dan Nona Shinta.
Saya akan mengingatkan tentang peraturan nomor tiga "Jangan saling menjatuhkan antar sesama anggota kelompok" dan peraturan nomor lima "Jika salah satu anggota kelompok ingin berhenti atau menyerah dalam permainan, harus berdasarkan keputusan bersama. Kalian setuju untuk berhenti, diskualifikasi". Kami panitia akan memberikan keringanan untuk peraturan nomor lima. Meski kalian telah diskualifikasi dalam permainan sebelumnya, kalian tetap bisa bermain di permainan selanjutnya. Bukankah kami terlalu baik pada kalian? Tentu hal ini berlaku juga untuk pemain solo.
Dimohon para peserta yang tidak bermain menuju lantai dua. Meski terbuat dari besi, lantai tersebut cukup kuat untuk menampung kalian semua. Tentu para polisi akan mendampingi para peserta yang bermain maupun tidak." Jelas Gun. Para peserta yang tidak bermain sebagian mengikuti perkataan Gun menuju lantai dua yang luasnya dua meter berada di sisi kiri dan kanan arena permainan, termasuk beberapa orang polisi cyber.
"Luke, aku percaya padamu." Ujar Jhon seraya menepuk pundak Luke yang bertubuh kecil. Luke hanya menganggukkan kepalanya.
"Janet, Apa aku bisa melakukannya?" Tanya Harnis dengan nada khawatir. Tinggi tubuhnya yang hampir dua meter, tubuh yang jangkung, dan tangannya yang terlihat sangat besar menggenggam tangan Janet.
"Tenanglah, Harnis! Kau bisa melakukannya. Meski ini pertama kalinya, ingatlah kalau kau memiliki kemampuan lebih baik dari yang lain. Kau pasti bisa!" Ujar Janet dengan lembut mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wajah bertopeng Harnis.
"Kalahkan mereka semua, sister!" Bisik Adam dengan nada perintah. Kedua tangannya diletakkan pada bahu kecil dan bibirnya berada di dekat telinga kiri sister. Sister hanya menganggukkan kepalanya dengan kukuh. "Bagus." Puji Adam.
Queen memeluk erat King. "King~, aku akan menunggumu di atas. Tidak peduli kau menang ataupun kalah." Ujarnya.
King melepaskan pelukan Queen. "Terima kasih, Queen. Kau tidak perlu menungguku." Ucap King seraya mengangkat jari jempol tangan kanannya seraya mengedipkan mata kiri.
"Rasanya ini seperti bukan permainan. Segeralah pergi ke lantai dua!" Perintah Gun dengan nada berteriak. "Ini bukan acara perpisahan." Gerutunya dengan kesal.
Para leader yang masih di bawah segera mengikuti perintah Gun diikuti oleh anggotanya yang lain. Keiko dan Janus hanya tertawa kecil. Rama hanya terdiam dengan wajah datarnya sesekali melirik Keiko. Para pesera yang akan bermain tetap duduk di kursi empuknya masing-masing dan diawasi dua orang polisi cyber yang duduk di sebelah kanan dan kiri mereka.
YOU ARE READING
Hacking Game
Science FictionSebuah pertandingan Hacking diadakan oleh sekelompok orang yang mengaku pendiri dari organisasi hacker terkenal. Hanya orang yang mendapat undangan yang dapat mengikuti pertandingan ini. Saat ini, pertandingan akan diadakan di Hawaii Keiko Setagawa...
