Cylse Ayudia Bulan Pratama
Dia sedang menunggu pacarnya ditaman belakang sekolah. Ia biasa kalau sedang istirahat pasti dia dan pacarnya duduk sambil menyantap bekal makananya yang pasti pacarnya juga membawa bekal. Walaupun mereka beda kelas pasti mereka datengnya tepat waktu.
Beda kaya yang biasa, semenjak Bintang jadi pacarnya Bulan, dia sering habisin waktunya untuk Bulan, dan Bulan pun sebaliknya. Biasanya Bintang ke kantin bersama teman segenknya bercanda ngobrol kadang maen game yang lagi viral itu namanya 'around the world' tapi sekarang tidak, perhatianya lebih ke Bulan , entah mengapa dia sangat sayang dan cinta banget sama Bulan dan gak mau kehilangan Bulan.
Kali ini Bintang datang terlambat,karena dia mampir ke kantin dulu buat beli minum.
"Maaf Bulan aku terlambat," Bintang yang baru datang mengagetkan Bulan yang tengah membaca novel yang baru dia pinjam.
"Ya, gak papa"kata Bulan
"Kamu dari mana, dari tadi aku nunggu"Bulan memanyunkan bibirnya
"Nih aku beli minum dulu" Bintang yang nunjukin minum yang tadi dibelinya.
"Yaudah duduk sini" kata Bulan yang membalikan duduknya yang tadi membelakangi Bintang karena, Bintang telat datang ke taman.
"Kamu bawa apa hari ini,?" tanya Binatang yang baru duduk.
"Aku cuma bawa roti bakar, stok makananku nipis nanti aku mau beli," kata Bulan.
"Mau aku anterin nanti?" tanya Bintang.
"Ya udah mau aku, hehehe biar gak banya pengeluaran"
Bulan dan Bintang pun tertawa
"Sa aje kamu Bulan, haha"
"Yuk makan keburu masuk nanti, kamu dah keliatan laper nya tu"kata Bintang yang berhenti tertawa.
"Yaudah ayok" kata Bulan dan membuka makannya.
"Kamu bawa apa Bintang?" tanya Bulan yang mulai menyantap makanannya.
"Aku bawa sandwich, bosen aku makan nasi goreng melulu" Bintang membuka bekalnya dan juga mulai menyantapnya.
Mereka selesai makan bekalnya dan minum air putih yang Bintang beli tadi.
Bintang tampak terdiam memandangi sekelilingnya dan menemukan orang yang jalan menuju ke tempat dimana Bintang dan Bulan berada.
"Itukan temen kamu kan Bulan?"
Kata Bintang yang membalikan badanya menghadap Bulan dan menunjukan dimana orang tadi berada.
"Eh iya itu Asya, mungkin dia bosan dan kesini" kata Bulan mengira.
Asya emang biasanya sendirian, biasanya dia sama Bulan, tapi Bulan asyik pacaran mulu jadinya dia sendiri setiap hari bahkan, karena Bulan sahabat tambah teman satu satunya Asya. jadi dia itu sukar untuk cari teman kalau mau dicariin pasti nolak kayak ada magnet nya gitu sama Bulan.
Biasanya dia ke perpus pinjam buku terus dibaca dikelas biar gak bosan sambil nunggu Bulan dateng dari pacaran, hhhh, karena kalau ikut Bulan pacaran dia cuma jadi obat nyamuk disana.
"Bulan kamu lama banget sih" Asya yang jalan menghampiri Bulan mendengkus.
"Biasanya yak kan gitu sih"Bulan menggeser duduknya dan mempersilahkan Asya duduk di samping Bulan.
"Iya tapi gue lama lama bosen diginiin mulu, sedikit luangin waktu lo gitu Bulan" Asya yang duduk di samping Bulan memanyunkan bibirnya kesal.
" makanya punya pacar Asya" Bintang pun mengambil suara Sambil tertawa dikit.
"Eh iya tu yang di bilang Bintang, yakan?,haha"Bulan dan bintang pun tertawa sedangkan Asya melipat tanganya didepan dada kesal.
"Bukanya di hibur dari tadi sendirian malah di ejek, btw cariin pacar dong Bulan, Bintang hehehe"
Bulan dan Bintang pun tertawa kental.
"Gimana lo sama Axel atau Ezra ?" tanya Bintang.
" kalau dianya mau" kata Asya
" ih bener tu, mending sama erza kayaknya cocok deh lo sama Ezra" kata Bulan.
"Tar gue bilang sama Ezra kalau dia suka sama kamu dan mau jadi pacarmu gak, kayaknya dia tu suka sama kamu deh dari lagaknya" Bintang yang mencari solusi.
"Ih iya mending besok kita ke kantin aja ngumpul bareng sama temen kamu Bintang dan tanya in sama Ezra gimana?"
" bener tu, jadi kita besok gak ke taman Bulan?" kata Bintang.
"Gak dulu lah kita temenin Asya dulu biar dia gak jomblo lagi, hahah" kata Bulan sedikit ejek Asya
"Gimana Asya?" tanya Bintang.
"Ya udah gue mau"
"Gue juga pas lagi cinta sama dia"lirih Asya
"Apa?" barengan Bulan dan Bintang.
"Enggak kok canda, heheh"
.
.
.
Bel berbunyi mereka bertiga pun kembali ke kelas mereka masing masing.
Asya yang barengan sama Bulan merasa seneng tapi rasanya campur aduk gitu deh, Bulan yang di dekatnya merasa risih atas tingkah Asya.
.
.
.
Dan jam pulang pun tiba. Bulan dan Asya keluar kelas, diluar kelas Bintang dan teman temanya termasuk Ezra ada di sana. Asya sedikit canggung tapi Bulan menenangkanya. mereka pun berjalan menuju parkiran. Seperti biasa Bulan barengan sama Bintang kini Asya lebih duluan memesan ojol untuk pulang.
Teman teman Bintang pun pergi dan Bintang mengantar Bulan pulang.
.
.
Sesampai di rumah Bulan, Bintang mampir dulu ke rumah Bulan.
Bulan membuka pintu rumah.
'Ceklek'
Bulan mempersilahkan Bintang masuk kerumahnya, dirumahnya gak ada orang Bulan biasa sendiri karena kedua orang tuanya udak gak ada dan tinggal kakak Bulan yang ada tapi Kakan Bulan di luar kota untuk kerja bisninnya.
Bintang pun duduk disofa ruang tamu dan Bulan ke kamar untuk ganti baju.
"Eh da kamu buruan chat Ezra bilang sana dia suka sama Asya gak" kata Bulan yang baru keluar dari kamar. Kalau di rumah biasanya Bulan panggil Bintang 'da' dan Bintang panggil Bulan 'mo' jadi jangan heran kalu mereka pangginnya gitu.
"Oh iya bentar ambil hpku dulu"kata Bintang.
Dan Bintang mengetik sesuatu.
Bintang
'Ezra aku tanya, kamu jawab jujur ya, gak usah malu kan kita udah sahabat dari lama, kamu suka gak sama Asya?'
Ezra
'Kok kamu tiba tiba ngomong gitu Bintang?'
Bintang
'Ya enggak gue tanya aja, tapi kayaknya kamu suka deh sama Asya, yakan?'
Ezra
'Gak tau gue ngerasa juga gitu sih tapi kalau gue nembak dia, dia bakal nerima cintaku gak ya?'
Bintang
'Gue dukung lo Ezra kayaknya dia bakal nerima lo deh, kata Bulan juga bilang gitu,
Gimana kalau besok lo nembak Asya di kantin? Biar Bulan ajak Asya ke kantin, gimana setuju gak?'
Ezra
'Tapi kok gue gugup ya tiba tiba, aku sih setuju tapi gue gugup Bintang.'
Bintang
'Ayo Ezra lo harus berani lawan rasa gugupmu, janan takut kan ada gue. kamu mau nitip coklat apa apa gitu gak buat besok aku sama moku mau ke supermarket beli makan,'
Ezra
'Ya deh gue nitip coklat buat Asya yang paling enak ya nanti gue ganti uangnya besok, tapi gue bisa gak ya, mah bisa lah ya, doain Bintang'
Bintang
'Oke
Gue doa in semoga lo nembak nya berhasil di terima sama Asya dan semoga kalau di terima langgeng.aminnn....'
Ezra
'Amin. Makasih ya Bintang lo dah suport gue, lo mang sahabat baek gue, so cut hahaha🙄'
Bintang
'Iya kan sebagai sahabat harus saling membantu nanti aku juga pasti butuh bantuan lho Erza, ih risih gue,serah lu lah Ezra 😒'
"Mo, Ezra tuh katanya besok mau nembak Asya, dan dia nitip aku coklat ," kata Bintang setelah chat an sama Ezra
"Apa bener da? Aku bilang ke Asya ya?" Kata Bulan dan mengambil hpnya tapi di hentikan Bintang.
" eh jangan kasih tau Asya nanti dia gugup besok aja biar suprise,
Sekarang kamu siap siap aja, ayo kita ke supermarket keburu malem."
" eh iya ya, ya udah aku siap siap"
"Ayok da" Bulan yang sudah siap pun mengajak Bintang untuk berangkat
"Yaudah ayok, mo nya akh"
Mereka pu masuk ke mobil.
Mereka sudah sampai ke supermarket.
Mereka masuk dan memilih milih makanan.
Selesai mereka memilih dan membayarnya, mereka pun pulang.
Setelah mengantar pulang Bulan, Bintang pun pulang.
Next go......
-Adeydiya putra bintang bratama
Ganteng, tinggi, lucu, dan gitu deh
Heheh
-Asya putri Aqilla
Cantik, suka giaman gitu, tinggi dan lainya heheh
-Ezra putra iskandar
Ganteng, tinggi, banyak deh,,
-Alfaro putra pratama
Kakanya Bulan itu yang pasti kalau adiknya canti pasti kakanya ganteng.
-Axel bramasta
Sahabat Bintang dan Ezra ganteng tinggi tapi dia dingin banget ni orang tau deh.
-'Bulan udah ya tadi diawal cerita hehe
Jangan lupa vote dan komen yang banyak ya manteman😄
Jangan lupa follow ig aku @ish_aishhhaaa
Jangan sampai ketinggalan cerita selanjutnya bayy💕💕😄
YOU ARE READING
Bulan & Bintang
Romance"cinta itu saling menguatkan kita juga sudah berjanji untuk selalu bersama, bukan? aku ingin dimanapun dan kapanpun, serta apapun yang terjadi kita akan selalu bersama sama untuk selalu tetap peduli. untuk hubungan ini." -BINTANG- "karena baik buka...
