Di sebuah kamar yang benuasa hitam dan abu-abu, yang menunjukan kepemilkan seorang laki-laki yang kini sedang bersial-siap untuk kesekolah dengan seragam rapi yang sudah melekat di tubuhnya. Ia adalah Langit Antariksa.
"Langit, ayo turun sarapan dulu" teriak sang mama dari bawah saat tidak melihat anak keduanya itu di meja makan.
"Iyaa ma"balas Langit dengan berteriak sambil menutuni anak tangga."pagi pa, ma, kak lang"sapa nya pada seluruh keluarganya kecuali salah seorang gadis yang sekarang tengah menatap kakak laki-lakinya.
"Kenapa tuh wajah udah kayak baju gak di seterika sebulan aja" ujarnya mengejek adik nya dengan tawa yang di tahan.
"Maa..."ucapnya mengadu pada sang mama.
"Langit, jangan ganggu adek mu terus kasian dianya"ujar sang mama yang membuat wajah gadis itu bertambah sebal, karena bukanya mendapat pembelaan ia malah mendapat ejekan tidak langsung dari sang mama yang sekarang sudah menahan tawanya.
"Pa.." ujarnya mencoba kepada sang papa.
"Mama, Langit" tegur sang papa yang membuat mereka langsung diam mencoba untuk meredam tawa yang sedari tadi ditahan.
"Iya pa"jawab Langit. Ia pun mencoba untuk melihat kearah sang adik yang kini tengah menjulukan lidahnya tanda ia mengejek kepada sang kakak.
"Dasar ngaduan" ucap Langit sambil mengambik rotinya dan memberinya dengan selai kesukaanya.
"Biarin yang penting papa sayang sama Bintang" ucap gadis itu yang memyebut nama nya Bintang.
"Iya dah terserah lo"ucapa Langit pada akhirnya.
"Udah kalian tuh berantem aja bisanya, lang ntar lo berangkat bareng gue" ucap sang kakak yang membuat Bintang yang ingin bicara pun terhenti saat mendengar perintah kakaknya.
"Yahh kak, langit hari pingin bawa motor" ucap Langit dengan wajah memohon.
"Gak Langit, demi ke selamatan kamu kak gak akan ngijinin"ucap sang kakak dengan nada yang seakan tidak bisa di bantah.
"Iya Langit papa setuju sana kakak kamu, biar kita semua enggak khawatir" ujar sang papa menambahi.
"Ya udah, terus ntar Langit pulangnya naik apa?" Tanya Langit dengan sangat berharap ia bisa berangkat dengan Motor kesayanganya.
"Kalo kakak gak bisa jemput biar pak maman yang jemput lo ntar"ujar sang kakak yang seketika membuat dia seketika hanya bisa bernafas pasrah.
"Iya" jawab Langit pada akhirnya. Berdebat dengan kakaknya pasti tidak akan ada ujungnya jika ia tidak mengalah. Kakak nya itu pasti punya jawaban untuk setiap perkataanya.
🍀🍀🍀🍀
"Langit balikin gak buku gue sekarang!"perintah gadis yang kini sendang mencoba mengejar Lanhit yang tengah membawa buku tugasnya.
"Setelah lo izinin gue nyonto jawaban tugas lo"ucap Langit sambil mencoba untuk menjauhkan diri dari gadis yang mencoba meraih buki yang di pengangnya.
Pagi ini dikelas Langit sedang tidak ada guru dan membuat mereka akhirnya mendapat tugas yang harus di kumpulkan saat jam pelajarab usai. Karena kemalasan langit yang tiba-tiba muncul akhirny membuat dia jarus menjahili Senja seperti saat ini.
"Ogah, lo pinter ngapain lagi nyonto dari gue!" Ujar gadis itu lagi dengan wajah yang sudah sangat kesal.
"Ya udah kalo lo gak mau buku ini gak gue balikin biar lo dapat hukuman kerena gak ngumpulin tugas"ujaenya lagi dengan menaikan sebelah alisnya.
"Udah lah senja kasih aja dia nyonto dari pada lo gak ngumpulin terus di hukum, emang lo mau?"tanya gadis yang tadi memanggil namanya. Senja aurora, itu lah nama gadis yang kini sedang mendapat jahilan dari Langit.
Senja hanya menghembuskan nafas pasrah saat mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Tapi na kalo di gue baikin terus yang ada nih bocah setan ntar tambah ngelunjak"ucapnya sambil melirik Langit yang kini sedang berada tak jauh darinya.
"Eh, mak lampir siapa yang lo bilang bocah setan tadi?"tanya Langit tak terima saat dirinya di panggil bocah setan oleh senja.
"Jadi lo ngerasa, bagus deh otu emang pastes buat lo"
"Eh mak lampir dengernya wajah gabteh kayak gini lo bilang bocah setan lo itubyang lebih mirip sama mak lampir"ucap Langit yang membuat Senja inigin mencakar wakah lelaki yang ada di depanya.
"Lo!!"ujarnya sambik menunjuk kearah Langit.
"Udah Langit, senja kalian itu seyiap hari berantem mulu kayak tom and jerry tau gak, jatuh cinta baru tahu kalian"ucap sahabat Senja pada akhirnya mencoba menengahi.
"Wahhh, ana kok lo tega doa'in gue kayk gitu"ujar Senja tidak terima.
"Gak papa dong biar kelas ini jadinya gak rame lagi"ucapal nya membalas ucapan Senja. Mendengar itu membuat senja tak haibis pikir sahabatbya itu sekarang ada di pihak siapa sebanernya.
"Bener kata lo na kalo bagus tuh, benci jadi cinta"ucap sahabat Langit sambil tertawa kerahnya.
"Kampret lo!,bukanya ngebelain gue malah nambah-nambahim" ujar Langit mencoba mencari pembelaan.
"Gak apa Langit kan Senja cantik jugaan lo sama dia udah dari kelas satu sampai kelas tiga masih aja berantem mulu, suka baru tahu rasa lo"mendengar itu membuat Senja melotot kearah Fajar sahabat Langit.
"Dihh ogah gue sama mak lampir kayak dia"ujar Langit sambil bergidik ngeri mebayangkan dia berpacaran dengan Senja.
"Eh, emang lo kira gue mau apa sama lo. Muka kayak pantat panci aja sok lo"ucap Senjan sambil menapat langit dengan tidak suka.
"Mending gue, gini gini masih banyak yang suka lah elo, yang ada semua kabur ketakutan sebelum lo samperin" ejek Langit sambil menunjukan seringai kearah senja.
"Langittttt gue sumpahin lo gak bakalan dapet jodoh seumur hidup" ujar Senja dengan berteriak karena terlalu kesal.
"Kalo gue gak dapat jodoh, mending lo aja yang jadi jodoh gue" ucapnya sambil menaik turun kan alisnya.
Senja hanya menatap kesal Langit. Ia sudah terlalu capek meladeni Langit tiada henti selalu mengaganggunya sementara teman-temanya hanya melihat mereka tanpa ada yang ingin melerai satu pun. Karena bagi anak kelas XI IPA-1 hal seperti itu sudah menjadi tontonan dari mereka kelas X. Dan itu sudah merupakan kebiasaan Langit. Malah lebih aneh kalau mereka tidak melihat Senja dan Langit tidak bertengkar karena itu merupakan sebuah keanehan bagi mereka.
Seperti beberapa bulan lalu saat Langit jarang sekali masuk dan saat masuk ia hanya meletakan kepalanya di atas meja. Dan hal itu membuat anak sekelas menanyai Senja dengan pertanyaan yang menurut senja terdengar seperti ia telah berbuat jahat terhadap Langit. Kecuali satu orang, ia melihat itu dengan perasaan khawatir tapi ekspresinya hanya menunjukan wajah datar tanpa ekspresi yang menunjukan kepedulian terhadap sahabatnya.
🐶🐶🐶🐱🐱🐱
Welcome to my new story
And
Enjoy you reading.
Seeyou next time
YOU ARE READING
LANGIT ANTARIKSA
Teen FictionJika semua cerita berjalan sesesuai kehendak maka tidak akan ada penyesalan. Jika semua berjalan bahagia maka tidak ada yang namanya kesedihan. Tapi dunia ini seperti roda yang berputar dimana semua mempunyai tempatnya masing masing. Jika ada pertem...
