prolog

20 1 2
                                        

Namanya Rima

Mungkin jika kalian hanya melihat dari wajahnya kalian akan berpikir kalau dia mempunyai sifat yang dingin dan terkesan judes tapi jika kalian sudah mengenalnya dia adalah sosok periang bahkan cenderung aneh

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Mungkin jika kalian hanya melihat dari wajahnya kalian akan berpikir kalau dia mempunyai sifat yang dingin dan terkesan judes tapi jika kalian sudah mengenalnya dia adalah sosok periang bahkan cenderung aneh.

Dia tumbuh besar di lingkungan yang bisa di bilang agak menyeramkan , kakek nya merupakan sesepuh di desa tempat dia tinggal . Kakeknya sering memimpin ritual seperti upacara adat dan ritual sebelum pembangunan rumah di desanya .

Bukan berarti desanya terpencil atau  tertinggal, di desanya sudah ada akses internet dan transportasi yang baik hanya saja penduduk di desanya masih memegang teguh kebudayaan leluhur.

Bukan itu saja keluarga besar kakeknya dulu mempunyai padepokan silat,ya walaupun saat Rima lahir padepokan itu sudah tidak ada lagi.

Saat SMP Rima mengikuti ekskul pencak silat,ibunya sangat melarang tapi karena kakek dan ayah nya mendukung mau tidak mau ibunya mengizinkan Rima mengikuti ekskul pencak silat.Dia juga di cap anak nakal di sekolah karena sering dihukum bersama anak laki laki karena kesiangan di sekolah .

Dan hari ini adalah hari pertama masa orientasi siswa (MOS), masa SMA nya baru saja akan dimulai walaupun dengan rasa sedikit  kecewa karena sekolah nya saat ini bukan sekolah yang dia inginkan .

Dia sudah mengenakan seragam SMP-nya lengkap dengan tas biru muda dan sepatu hitamnya .seperti biasa dia duduk di teras rumahnya  menunggu sepupu sepupunya untuk berangkat sekolah bersama yaitu Hikam,Gema dan Arya ,tak lupa satu tetangganya Diaz. Itulah alasan mengapa Rima sering terlambat ke sekolah,Rima bisa saja berangkat lebih pagi diantarkan bapaknya tapi setiap dia berangkat sekolah lebih dulu dia merasa ada yang kurang .

Wajar saja, Rima tumbuh besar dan bermain bersama mereka berempat,mereka yang menjaga Rima. Itu juga menjadi alasan mengapa penampilannya seperti anak laki laki, bukan hanya penampilan dan sifatnya seperti anak laki laki bahkan cara berjalannya pun sudah seperti anak laki laki.

Rima mendengar suara langkah kaki dan tawa khas dari salah satu sepupunya ,Rima menoleh ke arah kanan dan akhirnya sepupu sepupunya memperlihatkan batang hidung mereka.

Rima ingin salim kepada ibunya tapi ibunya sudah pergi ke dapur dan sedang sibuk membuat pesanan kue, dia juga terlalu malas untuk melepas sepatu lagi . Rima pun memilih untuk  berteriak
"Ibu,Rima berangkat, Assalamualaikum!" Teriaknya sebagai tanda pamit

"Iya,waalaikumsalam " Balas ibunya

Ia mulai berjalan bersama sepupu sepupunya,Rima agak sedikit cemas karena ini bukan hari biasa sekolah tapi MOS dan dia takut dihukum senior,dan sekarang sudah lebih dari jam 7 .  Sebenarnya jarak antara rumahnya ke sekolah hanya 5 KM saja akan tetapi banyak waktu yang di habiskan untuk berjalan . mereka harus berjalan sekitar 1KM  ke kampung sebelah barulah ada angkutan umum, karena kampungnya tidak dilewati jalur jalan raya .

Can't MoreStories to obsess over. Discover now