"Farah Nesya Aqilla" panggilan Bu Tia saat mengabsen kehadiran siswa yang kemudian tak mendapat tanggapan dari nama tersebut.
"Farah Nesya Aqilla" Bu Tia mencoba mengulangi.
"Farah lagi ke toilet Bu". Jawab Disa mencoba mencari alasan.
Farah memang sering meninggalkan jam pelajaran, entah itu memang hobinya atau dia yang malas mendengar ocehan guru yang hanya membuatnya berpangku tangan di atas meja. Namun tuhan sepertinya berpihak padanya, walaupun dia sering membolos, nilainya tak pernah membuat guru-guru kecewa.
Tak ingin kalah, Sang Ketua Kelas menyambar dengan nada agak tinggi "Toilet? Sampe satu jam? Beser dia?"
Seisi kelas tertawa karena perkataan dari Dewi si ketua kelas. Siapa yg tak kenal Dewi? Dia siswi yang mendapat segalanya hanya karena ayahnya seorang kepala sekolah di SMA CEMPAKA. Bisa dibilang Dewi ini haters dari Farah, dia selalu iri dengan apa yang dimiliki Farah.
"Sudah kalian semua diam, Disa coba kamu cari Farah dan suruh dia masuk jam pelajaran ibu" perintah Bu Tia kepada Disa.
Disa segera mengiyakan perintah Bu Tia dan keluar dari kelas. Tanpa disengaja, Disa mendengar suara teriakan tak asing dari arah lapangan.
"ITU KAN SUARA FARAH" tanpa babibu ia langsung berlari menyusul suara tersebut.
"FARAAHHH" terdengar suara Disa yang terengah-engah sambil berjalan menuju Farah.
"Loh Disa??ngapain lo disini??"
"Gila lo ya???ini udah jam pelajaran ngapain lo masih teriak-teriak di lapangan??gue disuruh Bu Tia buat nyari lo tau ga"
"Udah lah santai aja ntar gue tinggal bilang lagi diare jadi mesti nongkrong di wc, gampang kan?" Jawab Farah cekikikan sambil mengedipkan matanya ke arah Disa.
"Nih ya dari pada lo pusing sama Bu Tia mending kita nonton Pangeran Radit tuh" tunjuk Farah dengan antusias ke sosok pria yang bercucur keringat sambil mendribble bola basket.
"RADIT AYO SEMANGAT!!" Teriak Farah dengan senyuman lebar di bibirnya.
Radit yang sedari tadi sadar bahwa Farah terus meneriaki namanya hanya menoleh sekilas ke arah Farah dan melanjutkan fokusnya terhadap basket yang ada di tangannya. Di sisi lain, Disa yang melihat kelakuan temannya langsung memutarkan bola mata dan dengan terpaksa ia ikut duduk di samping Farah.
"Far, lo segitu sukanya sama Radit?"
"Oh jelas dong bukan suka lagi malah udah cinta hehe."
"Tapi lo tau kan Radit itu playboy parah udah banyak yang jadi korban php-nya."
"Gini ya Dis, ada yang bilang ketika playboy bener-bener manaruh hatinya sama satu cewek, dia bakalan terus ngejaga hati buat cewek itu dan gue bakal berusaha jadi cewek yang bener-bener dia cinta." Farah tersenyum kepada Disa.
"Kayaknya Farah tulus banget, gue khawatir dia jadi korban si Radit kampret" Ucap Disa dalam hati.
.
.
.
Keesokannya di pagi hari, SMA Cempaka dihebohkan oleh kedatangan siswa baru yang digosipkan sangat tampan. Suasana di kelas XI - MIPA 1 menjadi ramai dan tidak ketinggalan berita siswa baru tersebut.
YOU ARE READING
7 O'clock
Teen FictionFarah seorang siswi yang cukup dikenal dan disukai oleh seisi sekolah, tergila-gila dengan Radit kakak kelas tampan yang terbilang playboy. Di tengah perjalanannya mengejar cinta seorang Radit, Farah bertemu Gilang si murid pindahan yang menjadi ida...
