1. Sosok Malaikat?

170 13 1
                                        

Kau perlu sayap untuk bisa terbang. Dengan itu pun tak lantas menjadikanmu normal. Manusia yang bisa mengangkasa dengan tanpa sayap besi, bukankah itu
hanya ada dalam dongeng? Baiklah, biar ia mengonfirmasinya kemudian. Namanya Diana, dan ia ada dalam dunia dongeng itu sekarang. Setidaknya itu yang ditangkap
oleh kedua matanya saat ini. Di sekitar area halaman depan rumah sakit tempat bibinya itu dirawat.

Ia tak bisa berlalu karena langkah kakinya sendiri yang mengajak
berhenti tanpa diminta. Dan makhluk aneh yang dilihatnya itu, ia adalah sosok pemuda tampan dengan bocah lelaki yang ada dalam pangkuannya. Turun dari atas langit sambil memandangi wajah cemong bocah itu dengan senyuman tipis simpati.

Ia menurunkan bocah yang tengah tertidur itu hati-hati di dekat rindang pohon di mana tak jarang orang biasa lewat, seolah memang sengaja ingin bocah itu ditemukan. Terbukti seorang bapak pejalan kaki yang lewat di sana melihatnya dan langsung berteriak memanggil yang lain.

"Woy, ada bocah di sana!"

Beberapa orang hanya ikut berhenti dan menatap saja dengan terkejut,
sementara bapak tadi mulai membawanya masuk ke dalam rumah sakit. Semua kaki kembali melanjutkan perjalanan, kecuali dua makhluk dengan kedua mata mereka
yang tak sengaja saling bertemu, saling terkejut.

"Di, ayo pulang sekarang!" suara ibu Diana memanggil dari jauh,
menghampiri putrinya itu.

"I-iya Ma," Diana menarik wajahnya singkat menatap ibunya.

Begitu ia kembali menatap ke tempat semula, sesingkat itu juga pemuda aneh tadi lenyap dari pandangannya.

Hilang?! Ke mana?! Kepala gadis itu berputar mencari. Sampai akhirnya ia
harus berlalu dari sana karena suara ibunya yang lagi-lagi memanggil.
Menyingsingkan pertanyaan yang belum bersua jawab. Makhluk apa tadi itu?
Malaikat kah? Tanpa sayap yang ia temukan wujudnya.

Ada 2 kesimpulan yang bisa ia tarik untuk sementara ini. Pertama, hanya dirinya sendiri yang bisa melihat sosok pemuda aneh itu, sementara yang lain sama sekali tak
menyadari, bahkan setelah pemuda itu berdiri cukup lama di samping bocah itu.
Kedua, inilah yang kemudian akan ia cari tahu, keberadaannya yang pasti akan ia temukan, ia janji.

Ini tidak akan terlalu sulit mengingat matanya tadi berhasil merekam pakaian apa yang tengah dikenakan pemuda itu. Seragam SMA dengan
badge yang ia kenali di lengan baju sebelah kanannya. Mereka ada dalam sekolah yang sama!

Badge itu memang tak terlalu jelas karena hanya setengah bagiannya saja yang terlihat. Menunjukan 2 digit angka yang ia yakin tak salah mengenalinya. Akan ia temukan pemuda itu besok!

*****

3 Hari Pertemuan ; Yang Asing tak Selalu diabaikanStories to obsess over. Discover now