"Renjun lepasin!" Isakan pedih seorang Aeera Velata tertuju kepada Rendra Juna yang berdiri angkuh di hadapannya.
Avel tidak pernah membayangkan semuanya akan jadi seperti ini, Renjun yang dulu menjanjikan dunia kepadanya, kini malah membunuhnya perlahan bersama dengan harapan-harapan palsu yang masih bertahan.
" lo nggak sadar ya Vel? Gue tuh nggak salah! Lo yang salah! Gue cuman mau ngejagain lo!"
" Ngejagain? Jangan pernah bikin gue jadi alasan lo Jun! Gue tau ini semua bukan tentang Gue! Tapi tentang ego lo!"
" Lucu lo Vel! Lo liat dong, semua yang gue lakuin itu buat kebaikan lo!"
" Buat kebaikan gue apa?! Ngelarang gue temenan, ngelarang gue pulang diatas jam tujuh malam, ngehapus akun instagram gue, itu yang namanya buat kebaikan gue?! Bukan Jun! Itu namanya posesif!"
Teriakan Avel menggema ke seluruh Apartemen Renjun yang hanya dihuni oleh mereka berdua.
Seketika keheningan mengisi ruang diantara mereka.
Avel tau persis Renjun sedang menahan amarahnya, tetapi avel sudah tidak peduli.
Malam ini sama seperti malam-malam sebelumnya, Renjun membuat Avel menangis—namun lagi lagi tidak pernah merasa bersalah ataupun mengakui perbuatannya.
Mata dan hati Avel sudah terasa panas, begitu juga dengan pergelangan tangannya yang digenggam terlalu erat oleh Renjun.
Tidak, bukan Renjun tapi Juna.
Yang ada di hadapannya ini bukan Renjun manis dan lembut yang ia kenal, tetapi seorang Juna yang angkuh, lelaki yang menyakiti dirinya berkali-kali dan tidak pernah meminta maaf.
Dulu waktu pertama kali Avel memanggil Juna dengan panggilan Renjun, hatinya merasakan kebahagiaan, karena menurutnya, Panggilan Renjun adalah panggilan kasih sayang.
Namun kini semuanya sudah berubah,
Dan Avel lelah.
Hati avel sudah terluka terlalu lama.
Dan ia akan mengakhiri semuanya.
Avel beralih mengusap air matanya lalu menurunkan nada bicara.
" Juna. Gue capek. Kita udahan aja."
" Okay, kita putus—"Ucap Juna dengan raut wajah tenang andalannya. "—Terserah lo mau gimana. Gue nggak peduli."
" After All—" Juna tersenyum meremehkan, Lalu mendekati Avel sambil berbisik arogan.
" —you always need me anyway."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
— Meet Him, Rendra Juna.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Do you know what's my favorite lie?
Her.
She is my favorite kind of lie.
— Meet her, Aeera velata.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.