Prolog

252 21 1
                                        

LANGIT MENANTI SENJA
.
.
.
.
.

Aku Langit. Aku menunggu Nona Senja. Bukan sekadar menunggu. Aku juga berjuang. Berjuang untuk menggapai ruang hati Nona Senja. Ruang hati yang akan di isi oleh cinta kasih dari orang yang telah menunggu dan berjuang untuk mu.

~Risky Langit Megantara

.
.
.
.

Aku Senja. Jangan menunggu. Jangan pula berjuang untuk ku. Aku Senja, yang melenyapkan surya agar kembali ke peraduannya. Ruang hati ku memang kosong. Dan selamanya akan kosong. Karena aku tak inginkan kehadiran cinta yang diawali dengan bahagia dan berakhir dengan luka.

~Rianti Senja Angkasa Wardhana

.
.
.
.

Aku Lintang. Aku tau kau melenyapkan surya ke peraduannya bukan tanpa alasan. Jika bukan karena mu, aku mungkin tak akan ada.
Aku dan Langit malam merupakan perpaduan yang indah untuk dipandang mata. Entah menurut yang lain. Itu opini ku.

~Lintang Aleasha Pramudidjaya

.
.
.
.

Aku Chandra. Orang yang entah bisa menyapa Senja atau tidak. Engkau ada di penghujung hari. Sedang aku ada di malam hari. Mungkin kita bisa bertemu. Dalam angan singkat diri ku dan diri mu.

~Chandra Anggara Pramudidjaya

.
.
.
.

Hati ku telah tertanam nama mu. Namun, kamu menolak perasaan ku. Dengan satu alasan mu. Yaitu teman ku.

~Bulan Magdalena.

.
.
.
.

Bertemu lagi dengan mu adalah mimpi ku. Yang menjadi nyata karena kamu ada di hadapan ku. Sahabat lama, aku rindu.

~Fajar Nugraha Mangkupraja.

.
.
.
.

Langit Menanti Senja[Completed]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora