Tok tok tok...
"Permisi!" teriak seorang gadis cantik berkulit putih di depan sebuah rumah dengan kotak berisi kue di tangannya.
Muncul seorang wanita setengah baya dari balik pintu. "Nattaya? Ayo masuk!" ajak wanita itu ramah pada gadis di depannya.
"Makasih Tante," ucap Nattaya sambil tersenyum manis lalu masuk ke dalam rumah wanita setengah baya itu.
"Tumben pagi-pagi udah kesini. Ada apa?" tanya wanita itu pada Nattaya yang kini sudah duduk di hadapannya.
"Ini Tante. Nattaya bawain kue buatan Bunda," jawab Nattaya menyodorkan sekotak kue buatan bundanya.
"Ah, segala repot-repot. Makasih ya Ta."
"Sama-sama Tante. Ngga repot sama sekali kok Tan. Lagian Bunda bikinnya lumayan banyak."
Wanita yang dipanggil 'Tante' itu mengangguk kecil sembari tersenyum. "Ya udah kalo gitu Tante taruh kuenya dulu di kulkas. Oh iya, kamu mau minum apa Ta? Biar Tante buatin," tawar Tante itu pada Nattaya.
"Ngga usah Tante. Makasih. Nattaya ngga haus kok."
"Ya udah kalo gitu Tante ke belakang dulu ya."
"Tante Sari! Tunggu!"
"Ada apa Ta?"
"Saka mana Tante?"
"Oh, Saka lagi mandi."
"Lah? Tumben?"
"Iya, soalnya Tante minta anter ke pasar. Mau belanja keperluan sehari-hari."
Tante Sari memang selalu meminta Saka yang mengantarnya kemana pun ia pergi. Pasalnya, ayah Saka atau suami dari Tante Sari itu sudah meninggal 8 tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan yang membuat Saka harus kehilangan sosok ayah yang sangat disayanginya itu. Saat itu Saka baru berumur 10 tahun. Sejak saat itu Saka dan Tante Sari hanya tinggal berdua saja di rumah yang sederhana dan tidak terlalu besar itu.
"Mm... Kalo gitu biar Nattaya sama Saka aja ya yang belanja ke pasar?" pinta Nattaya dengan mata berbinar.
"Kamu yakin?"
"Iya Tante, sekalian jalan-jalan hehe... Aku udah lama banget ngga ke pasar."
"Ya udah kalo gitu Tante pang-"
"Ayo Ma. Saka udah siap."
Belum selesai berbicara. Tiba-tiba seorang laki-laki dengan Hoodie merah maroon dan celana selututnya datang memotong perkataan Tante Sari. Mata kelam laki-laki itu bertemu dengan mata hazel milik Nattaya. Alisnya mengeryit. "Ngapain lo pagi-pagi udah duduk manis di rumah gue?" tanya Saka heran melihat Nattaya yang sepagi ini sudah duduk manis di sofa ruang tamu di rumahnya.
"Ini. Nattaya kesini bawain kue buat kita Saka," sahut Tante Sari -Mama Saka- memperlihatkan kue yang diterimanya dari Nattaya.
"Tuh dengerin! Gue tuh kesini niat baik. Kenapa lo sensi mulu sih sama gue?" sebal Nattaya.
"Males aja di pagi hari yang cerah ini gue harus liat lo. Mood gue mendadak buruk," jawab Saka asal.
"Tante... Liat deh kelakuan anak Tante!" rengek Nattaya pada Tante Sari.
"Udah-udah kalian ini bersahabat tapi kok ngga pernah akur?" ujar Tante Sari melerai. "Saka kamu belanjanya sama Nattaya ya nak?"
"Loh? Kok gitu Ma?" tanya Saka heran. "Iya soalnya gue yang minta," sahut Nattaya membuat Saka merotasikan bola matanya malas.
"Tante ambil tas sama catatan belanjanya dulu ya," Tante Sari pergi mengambil tas dan catatan belanjanya.
"Iya Tante," ucap Nattaya mengiyakan.
Tak lama kemudian Tante Sari datang membawa tas dan secarik kertas. "Ta, ini tasnya sama catatan keperluan apa aja yang harus dibeli. Nanti kalo kamu ngga tau belinya dimana aja. Kamu tanya aja ya sama orang-orang di pasar oke?" Tante Sari menyerahkan tas beserta catatan belanjanya pada Nattaya.
"Oke Tante!" Nattaya menerima tas belanja dan catatan tersebut dengan sumringah.
Kemudian Nattaya, Saka, dan Tante Sari berjalan keluar rumah. Di halaman rumah Tante Sari yang tidak terlalu luas itu sudah ada motor Ninja milik Saka yang terparkir.
"Kalo gitu Saka pergi dulu ya Ma," pamit Saka sambil memakai helm fullfacenya.
"Iya kalian hati-hati ya. Saka kamu jangan ngebut-ngebut bawa anak orang," pesan Mamanya.
"Mana mungkin Saka ngebut Ma. Bisa-bisa nih cewek terbang kebawa angin lagi kalo Saka ngebut. Orang badannya kurus kering gitu," ejek Saka melirik Nattaya.
Nattaya melotot tidak terima. "Enak aja ngatain gue kurus kering. Gue itu makan 5 kali dalam sehari tau! Mana ada gue kurus kering?!" bentak Nattaya tidak terima dikatai kurus kering oleh Saka.
"Udah-udah mending sekarang kalian berangkat sebelum kesiangan nanti keburu panas," titah Tante Sari yang pusing melihat pertengkaran dua anak remaja di depannya.
Mendengar perintah Tante Sari, Nattaya segera memakai helmnya lalu naik ke motor Ninja milik Saka. Setelah itu, Saka melajukan motor Ninjanya yang berwarna hitam dengan corak merah meninggalkan pekarangan rumahnya menuju pasar.
***
"Kayanya semua keperluan udah kebeli semua deh," ucap Nattaya yang berjalan berdampingan dengan Saka sambil mengabsen seluruh belanjaannya.
"Trus sekarang kita kemana?" tanya Saka memperhatikan Nattaya yang sedang sibuk mengabsen belanjaannya.
"Pulang lah. Kemana lagi?" jawab Nattaya masih sibuk dengan belanjaannya.
Saka hanya mengangguk-angguk kecil. "Mm... Lo udah sarapan?"
Mendengar pertanyaan Saka membuat Nattaya menoleh dan menghentikan aktivitasnya. "Udah sih... Tapi kalo lo mau ngajakin gue sarapan lagi. Gue mau kok," ujar Nattaya sumringah.
Saka menaikan alisnya sebelah. "Siapa juga yang mau ngajakin lo sarapan?"
"Ya terus ngapain lo nanya gue udah sarapan apa belum?!"
"Nanya doang. Salah?"
"Tau ah! Nyebelin banget sih lo!" Nattaya mendengus sebal.
Saka terkekeh kemudian mengacak rambut Nattaya gemas. "Ya udah kita cari sarapan deh."
"Serius?" tanya Nattaya memastikan.
"Bercanda sih"
"Tuh kan!!" teriak Nattaya sebal.
"Iya iya kita cari sarapan. Jangan teriak-teriak dong. Malu tau diliatin banyak orang."
"Bodo amat!"
***
Halo readers!
Gimana? Penasaran ngga sama next chapternya? Semoga kalian suka dan terhibur sama cerita aku yaaa☺️
Kepoin terus Saka sama Nattaya yuk!
See you next chapter guys!
Salam Syelinnn🐣
CZYTASZ
SAKA X NATTAYA
Dla nastolatkówSaka tidak yakin bahwa dirinya benar-benar cemburu. Tapi yang pasti ia tidak suka melihat Nattaya sahabatnya sejak SMP itu dekat dengan Liam. Lantas apakah sebenarnya Saka menaruh hati pada Nattaya yang merupakan sahabatnya sejak SMP itu? Atau ia ha...
