Imaji 1 (Perlombaan)

79 3 4
                                        

-Stop bersikap sok jadi orang-

*The Most Wanted Girl*

Panggilan kepada Adelia Hansa untuk segera ke ruang kepala sekolah. Demikian, terima kasih.

Pengeras suara yang terpasang di seluruh sudut sekolah mengeluarkan bunyi nyaring. Namun orang yang dipanggil malah sedang asik tertidur.

"Han, Han bangun! Loe dipanggil disuruh ke ruang kepala sekolah," panggil Alin kepada Hansa yang masih tertidur lelap diwaktu istirahat sekolah.

Adelia Hansa Trustin namanya, gadis berambut panjang tergerai dengan curly di bagian bawah, hidung mancung, mata bulat, kulit putih mulus juga tinggi semampai itu biasa dipanggil Hansa. Murid kesayangan guru yang prestasinya dalam bermusik mampu membuat nama sekolahnya melambung tinggi di sekolah lain karena prestasinya. Alin adalah sahabat dekatnya setelah Zora, Nayna, dan Ayara.

Gadis yang sedang tenang menikmati mimpinya itu sedikit terusik oleh sahabatnya yang mengguncang-guncangkan tubuhnya agar segera bangun. Tanpa peduli rasa ngantuk yang masih bersarang, badannya menggeliat berusaha tuk bangun.

Kali pertama yang dia liat saat matanya terbuka adalah Alin yang masih melahap kebab kesukaannya sambil berbalas chat di sampingnya.

"Hoammm. Lin yang lain mana?" Hansa menguap sambil celingak-celinguk mencari keberadaan tiga sahabatnya yang lain. "Biasa mereka mah, ke kantin gue ditinggal kagak ada akhlaq mereka," balas Alin yang malah curhat.

"Terus kenapa loe disini? Ngak nyusul mereka?"

"Udah tadi cuman buat beli kebab, trs gue ke sini lagi buat temenin loe,"

"Ngapain temenin gue tidur. Udah balik kantin lagi aja,"

"Heh sampe lupa kan, cepetan loe udah ditunggu di ruang kepala sekolah," tangan Alin tiba-tiba menggeretnya untuk bangun dari bangku agar berdiri. Mau tak mau dia berdiri tegap, lalu Hansa merapikan penampilannya yang sedikit berantakan.

"Mau ikut ngak?" Tawar Hansa

"Ngak ah males," jawab Alin masih fokus pada handphone.

"Yaudah gue duluan," Hansa berjalan keluar kelas sambil memasang aerphone ke telinganya.

"Heh gue lupa, gue sendirian di kelas. HAN TUNGGUINNN!" Ucap Alin bermonolog lalu ia berlari mengejar Hansa yang sudah lebih dulu pergi.

****

"Bapak sudah mendaftarkan kamu untuk lomba musik tahun ini, bapak percaya sama kamu bisa bawa pulang piala dan membanggakan sekolah," tandas pak Lukman

"Saya harap tidak mengecewakan bapak selaku pembimbing,"

"Saya percaya. Mulai minggu depan sepulang sekolah kita bisa mulai latihan di ruang teater, di sana ada piano,"

"Baik pak," setelah berbincang dengan pak Lukman mengenai lomba yang akan Hansa ikuti, akhirnya ia dipersilahkan untuk keluar. Ternyata berdiskusi lomba cukup menguras tenaganya hingga perutnya lapar.

Kini arahnya menuju ke kantin tempat para sahabatnya berada. Saat memasuki kantin banyak pasang mata yang memperhatikannya mulai dari adik kelas, kakak kelas, maupun teman sebayanya. Jauh dari lubuk hati Hansa yang paling dalam ia merasa risih, namun sepertinya dia harus mulai terbiasa akan hal itu. Mengingat dia adalah the most wanted girl of Dandelion Senior High School.

Namanya banyak diagung-agungkan oleh murid. Prestasinya segudang di sekolah juga muka rupawan sangat pas untuk dijadikan teladan.

"Woi! Gue cari daritadi malah mojok kalian," panggil Hansa pada teman-temannya saat tiba di bangku kantin.

"Mau pesen ngak? Biar gue yang pesenin," ucap Zora berlaku sebagai pahlawan.

"Tumben loe Za, kesambet setan mana loe? Kagak biasanya juga," Jawab Hansa heran juga sedikit bercanda pada Zora. Pasalnya temannya yang satu ini paling malas misal dimintai tolong memesankan makanan. Zora ini anaknya sedikit tomboy, kalem, juga kadang pecicilan tapi kalo udah sama mereka. Beuhh urat malu seketika putus.

"Selalu salah gue kayaknya, mau nolong mesenin makanan katanya tumben ngak mesesin katanya malesan, gue kudu gimana ya Tuhan?!" Kata Zora dengan muka memelas juga tangan menengadah ke atas seperti menyerah pada hidup.

"Sabar Zo, sabar kata bapak gue orang sabar pantatnya lebar," Ayara seperti memberi dukungan untuk Zora agar tidak bermuka menyedihkan lagi. "Betul," timpal Alin lalu kembali fokus pada handpone-nya.

"Anjirrr pantatnya lebar yang bener disayang Tuhan kali," Nayna ikut menimpali dengan kata gesreknya yang tiada akhir.

Selain Zora yang kadang overdosis recehnya, sahabat Hansa yang bernama Nayna ini juga rada gila orangnya sepertinya hanya Alin yang sedikit waras diantara mereka berlima. Namun, walaupun sifat mereka kelewat aneh seperti itu, kalian jangan salah mereka juga punya banyak prestasi membanggakan untuk sekolah.

Dimulai dari Ayara yang pernah menjuarai Olimpiade Fisika saat mereka kelas 10, Nayna yang sekarang menjadi reporter sekolah dan banyak menjuarai lomba dalam bidang debat bahasa indonesia, Zora si kapten futsal putri, Alin ketua ekstra dance dan juga Hansa the queen of music. Sebenarnya prestasinya tidak hanya dimusik, di akademik pun ia banyak mendapatkan kejuaraan dari olimpiade kimia, geografi, hingga pelajaran lain. Namun memang lomba dibidang musik jauh lebih banyak karena peluangnya besar.

"Yaudah jangan ngambek gini Zo, pesenin soto gih sama jus mangga satu gue laper," ucap Hansa lalu nyengir pada Zora. Hansa tidak ingin menolak kebaikan Zora yang bisa dibilang langka ini.

"Nah gini kan enak gue pesennya gampang, nggak kaya si Nayna yang ngajak ribut mulu, masak gara-gara ice cream aja dia marah sama gue Han," Zora berdiri dari tempat duduknya seraya menatap datar Nayna yang sedang minum jus alpukatnya.

"Ngapa gue?! Ngajak gelut mulu ya lu Zo, duel dah sini gue ladenin," balas Nayna yang sudah pasang ancang-ancang dengan menaikkan sedikit lengan bajunya ke atas dan memasang wajah sangar. Namun, Zora tidak menghiraukan ia malah berjalan santai menuju pedagang soto.

"Gue heran tuh anak bawaannya bikin gue emosi terus. Oh iya Sa tadi gimana?" Sewot Nayna, lalu menanyakan keadaan yang terjadi saat Hansa dipanggil.

"Ya ngak gimana-gimana, cuman ya biasa disuruh lomba,"

"Diem mulu loe Yar ngomong lah," komentar Hansa pada Ayara. Memang yang paling pendiam dari mereka berlima ya Ayara ini. Dia lebih suka menyimak daripada ikut berkomentar tapi ada kalanya dia juga menjadi orang yang paling cerewet.

"Iyain," kata Ayara. Namun membuat dua orang itu mengernyitkan dahinya bingung. Pasalnya Ayara ini kalo jawab kadang suka tidak nyambung dengan apa yang dibicarakan.

"Iyain apa?" Tanya Hansa bingung.

"Iyain kalo Alin suka main HP kalo ngumpul,"

"Kok jadi gue perasaan?!" Sewot Alin tak terima namanya dibawa-bawa. Namun karena tersindir dengan perkataan Nayna akhirnya dia menaruh HP-nya di atas meja.

*The Most Wanted Girl*

Akhirnya bisa publish cerita ini. Rasanya lega banget. Dukung dan masukin library kalian ya..
Jangan lupa buat follow akun WP-nya, hehehe.

Nanya, kalian lebih buka panggil penulis wattpad dengan panggilan thor, nama, atau kak/bang?

Tungguin aku update ya guys. Byee

BaddieWhere stories live. Discover now