Satu

68 13 3
                                        

Hari ini adalah hari senin,hari yang sangat membosankan bagi para pelajar.Namun tidak bagi Dizcha ia sangat bersemangat entah karena hal apa,padahal hari senin yang lalu ia terlihat tak bersemangat.Saat ini waktu menunjukan pukul 05.00am dan Dizcha pun sudah bangun karena mendengar alarm dari HP-nya itu berbunyi.Ia pun bergegas menuju kamar mandi setelah mematikan alrmnya,ia hanya butuh waktu 15 menit untuk mandi dan mungkin 20 menit untuk bersiap-siap.Ia pun memoleskan sedikit make up di wajahnya tidak terlalu tebal namun natural,wajahnya yang sudah cantik tak perlu lagi di poles seperti tante-tante yang suka dandan menor.Setelahnya ia memakai sepatu dan langsung bergegas ke lantai satu untuk sarapan.Di bawah sudah ada mbok Sum,papa dan mama.

Dizcha POV

"Good morning all",teriaku dari atas tangga menuju ke meja makan.Mereka pun menjawab sapaanku,"Pagi juga sayangku",jawab mama.Lalu aku pun memakan sarapan yang telah disiapkan mbok Sum.Selesai sarapan aku pun berpamitan kepada kedua orang tuaku dan berangkat sekolah di antar oleh mang Asep,sopir kepercayaan papa.Sebelum aku berangkat sekolah papa sudah pergi dulu ke kantor.

Tiba di sekolah aku sangat semangat entah kenapa,namun semangatku tiba-tiba saja hilang setelah ada yang memanggil namaku dengan suara khas yang di milikinya.Ya,dia adalah Neurioz Adijaya kelas XI Ipa 4 seorang bad boy di sekolahku ini,walaupun dia seorang bad boy dia most wanted di sekolah SMA Garuda ini.

Tanpa menengok ke arah suara yang memanggil namaku aku pun mempercepat langkahku karena aku tahu dengan suara itu,ia memanggilku hanya ingin menggodaku saja(mungkin).Namun siapa sangka langkahku terhenti ketika ada orang yang mencekal tanganku,siapa lagi jika bukan bocah tengil yang suka menggangguku.Aku sebenarnya sedikit risih jika berdekatan dengannya.Lebih tepatnya dia itu MUSUHKU,sejak kelas X dulu.

Flashback on

Awal pertama kali aku masuk sekolah di SMA Garuda ini,tak sengaja aku menabrak punggung seseorang,ya karena aku terburu-buru karena MOS hari terakhir akan di mulai sekitar 10 menit lagi.Dan sepertinya orang yang aku tabrak tadi juga siswa baru sepertiku yang akan mengikuti MOS.Tapi seperti yang kulihat dia itu bukan seperti siswa sekolah melainkan preman pasar,karena pakainnya tidak rapi,rambut seperti anak Punk,berantakan.Ya kalian tahulah preman pasar seperti apa.😂
Setelah aku berdiri aku sudah meminta maaf padanya.Namun,ia mengatakan,"urusan lo belum selesai setelah lo nabrak gue."Aku pun melotot tak percaya,"Gue kan udah minta maaf,buat apa sih memperpanjang masalah,gue kan cuma gak sengaja nabrak lo,bukan percobaan pembunuhan,apa susahnya sih maafin."Lalu aku pergi dari hadapannya dengan rasa kesal.Dari kejauhan aku mendengar dia berteriak,"Urusan lo sama gue belum selesai titik."Tanpa peduli aku langsung pergi kelapangan untuk mengikuti acara MOS untuk yang terakhir.Saat sudah di dekat lapangan ternyata MOS sudah dimulai."Gimana nih",tanyaku dalam batin.Saat aku ingin pergi ternyata salah seorang anggota osis melihatku,"Hey anak baru udah berani bolos ya!"Dan saat itu juga aku di hukum buat bersihin kamar mandi di sekolah baruku."Semua gara-gara cowok brengsek itu!"bantinku.

Flashback off

Semenjak kejadian 1 tahun yang lalu dia jadi musuhku. Saat tidak ada pembicaraan diantara aku dan si bocah tengil itu,aku pun memulai percakapan,"ada apa?" tanyaku ketus.Dia pun melepaskan tanganku dan berlalu pergi sambil mengatakan,"tidak ada apa-apa."

Aku menjadi geram dibuatnya,hari ini hilang sudah semangatku padahal jarang-jarang aku hari senin penuh dengan semangat,namun bocah tengil itu menghancurkan semangat serta moodku.Aku pergi ke kelas dengan muka murung karena kesal dengan Neurioz si bocah tengil.Tibanya aku di depan kelasku,XI Ipa 2,disitu sudah ada Clara.

Clara adalah sahabatku sejak smp.Dia adalah Clara Farenza cewek yang suka sekali sama coklat.Saat Clara melihatku ia langsung menghampiriku,"Ngapain tu muka kayak belum di setrika?".Lalu aku pun duduk di kursiku dan menyuruh Clara juga duduk di sebelahku,aku menceritakan semua yang ku alami pagi ini.Setelah mendengar ceritaku Clara pun hanya tertawa tanpa berniat menanggapi ceritaku.Moodku pun semakin bertambah buruk saat Clara menertawakanku.

Sebelum upacara dimulai Clara mengajakku ke kantin,katanya sih dia belum sarapan.Di sepanjang koridor banyak yang memanggil-manggil namaku,seperti biasanya aku pun hanya diam tanpa berniat untuk menjawab mereka semua.Memang aku di sekolah terkenal akan sifat dinginku,ya memang karena aku tidak ingin membuang-buang waktu untuk menanggapi mereka yang tidak bermanfaat bagiku.

Dizcha POV End

Sampainya Dizcha dan Clara di kantin tanpa sengaja Dizcha menabrak punggung seseorang,saat Dizcha melihat orangnya ternyata.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC


Fell In Love With My Enemy   Stories to obsess over. Discover now