We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Part 1

102 12 0
                                        


Mentari pagi menyorotkan sinarnya tepat pada wajah gadis berdarah Eropa yang saat ini masih terlelap ditempatnya.
Perlahan ia mulai membuka matanya. Tampaklah sepasang manik biru kehijauan yang sangat indah, dan tentunya dapat membuat siapapun kagum melihatnya.

"Selamat pagi non, semua perlengkapan non Shilla sudah bibi siapkan, susu dan roti sudah bibi siapkan di bawah, semoga non shilla betah yah di sekolahan barunya."

"Hoamm...oke bi, makasih" sambil perlahan duduk dari tidurnya.

"Kalau ada perlu apa-apa, panggil bibi aja ya non "

"iya bi. oh iya nanti Shilla berangkat naik apa bi?"

"Naik mobil seperti biasa non"

'untung aja papah gak sita mobil' Batin Shilla

"Tapii..."

kedua alis tebal nan rapih milik Shilla saling Bertautan

"Tapi mulai hari ini non dianter jemput supir"

"what?"

"iya non, bibi tinggal ke bawah yah" tanpa jawaban dari Shilla wanita setengah paruh baya itu meninggalkan Shilla yang masih duduk sambil menunduk dengan rambut curly se sikut yang menutupi hampir semua wajahnya, tampaknya ia sangat kesal dan sangat ingin segera melampiaskan kekesalannya saat ini.

  Tapi akhirnya ia teringat sesuatu dan melangkah pasrah menuju kamar mandi dengan wajah murung dan segera bersiap untuk pergi ke sekolah barunya.

Gadis cantik pemilik nama shilla itu menuruni satu demi satu anak tangga rumahnya untuk having breaktfast.

"Shilla mukanya jangan ditekuk gitu, masih pagi loh ini" Shilla hanya berdehem dan langsung duduk di kursi makan berlapis emas peninggalan kakek nya.

"Shilla ayah kasih tau kamu ya. Kalo sampe di sekolah yang ini kamu bikin papah malu lagi, papah gak akan segan segan Kirim kamu ke pesantren tempat papah dulu! ngerti kan shill?"

  tangan kiri papah nya mengusap lembut puncak kepala putri kesayangannya itu, lalu pergi berpamitan untuk berangkat ke kantor, walaupun kantor tempat papahnya bekerja adalah perusahaan miliknya sendiri tetap saja papah shilla selalu disiplin dan bertanggung jawab dalam pekerjaannya, berbanding 180° dengan sikap Shilla.

"Iwis yi kiliw kimi biwit inir ligi pipih ikin kirim kimi ki pisintrin, cerewet banget sih punya bokap, kerjaannya ngoumell mulu, meledak kuping gue lama lama.!" cibir Shilla mengejek kata kata mutiara papahnya yang hampir setiap hari di lontarkannya pada Shilla Putri sematawayang -nya

"Neng udah selesai sarapannya?"

"Ehh...???"

"ini saya mang tatang dari Bandung, sopir barunya neng selaa"

"ohh, iya udah aja deh ga nafsu makan gue"

"oh yaudah atuh Neng mari.. " sambil merundukan badan mempersilahkan Shilla berjalan duluan.

🗝🗝🗝🗝🗝🗝

"Trimakasih mang. saya masuk dulu, oh iya BTW nama saya Shilla bukan Sella" sambil tersenyum tipis.
Mang Tatang hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"iya neng, biasa udah tua, sering salah denger kirain teh, eneng namanya sella"

"iya gapapa, yaudah saya masuk dulu ya mang " pamitnya ramah.

"iya neng semangat okehh sakola nyah"
sambil mengacungkan jempolnya dari dalam mobil.

"oke mang, hatiwur nihun"

ShillaStories to obsess over. Discover now