Langkah baru

146 8 7
                                        

Hidup Bukan hanya tentang bagaimana kamu akan mendapatkan sesuatu hal yang kamu idamkan. Melainkan tentang bagaimana kamu bisa ikhlas menerima apa yang datang Dan melepaskan apa yang akan pergi.
~Nur Afika audina



*Fika POV*

Inilah aku seorang wanita biasa yang tengah berusaha menjadi seorang wanita shalihah. Ditengah hujan deras yang melanda bumi, ku siapkan diri ku melaksanakan 2 rakaat shalat subuh.

Ku laksanakan shalat subuh dengan se khusyuk mungkin karena ku paham bahwa inilah cara ku lebih dekat dengan sang Rabb.
Ku panjatkan do'a dengan penuh pengharapan agar IA mengabulkan do'a-do'a yang senantiasa ku pinta.

Selang beberapa menit seusai ku melaksanakan shalat subuh. Ku bangunkan adikku yang tengah tertidur lelap di atas kasur empuk kami.

"Dek bangun shalat subuh dulu yuk nanti keburu telat shalat nya dek" ucap ku sambil mengusap lembut wajah cantik adikku sinta

"Huaa... bentar lagi yah kak Sinta ngantuk banget nih kak, semalam tidur lambat gara-gara kerjakan PR yang numpuk banget" ujar Sinta sambil mengusap-usap wajahnya

"Dek bangun gak baik loh dek sengaja buat lambat-lambatin shalat kan kakak udah sering kasih tau adek. Ketika seseorang suka memperlambat diri nya dari melaksanakan shalat maka kelak Allah akan memperlambat pula segala urusannya dunia wal akhirat"

"Iya deh kak Sinta bangun kok, makasih kakak sayang selalu ingatin Sinta buat gak ninggalin shalat. Sinta senang kakak selalu ada buat Sinta walaupun ayah dan ibu selalu sibuk diluar sana dan gak bisa luangin waktu yang banyak sama Sinta" ucap nya dengan nada sedih

"Usttt gak boleh bilang gitu dek ayah dan ibu sibuk kan gara-gara cari uang buat kita hidup jadi jangan bilang gitu yah" ucap ku sambil memeluk Sinta

Setelah percakapan itu aku pun bersiap-siap berangkat kesekolah, ini adalah hari pertamaku masuk ke sekolah baru 'SMA negeri 1' sekolah yang menjadi idaman banyak siswa

***

Kini ku langkah kan kaki ku menelusuri lapangan sekolah idaman ku ini, mataku terus saja di manjakan oleh pemandangan sekolah yang sangat indah ini.

"Masyaa allah adem banget disini" gumam ku

Selang beberapa menit...

"Fikaaaaaaaa!!!!" Suara teriak seorang wanita memanggilku dia tidak lain adalah sahabatku inal

"Astaghfirullah jantungku rasanya mau copot. kamu teriak-teriak kayak Mak lampir aja nal heheh" ucap ku sambil cengengesan

"Ihh tega amat sih kamu Fika masa cewek cantik kayak aku dibilang Mak lampir sih??" Ucapnya sambil menunjuk kan wajah cemberut

"Heheh iya iya deh Inal tuh cantik banget, sama cantik nya kayak....?"

"Kayak apa"

"Kayak Wewe gombel yang ada di film horror hahahaha" tawa ku pun pecah lagi karena keasikan mengejek sahabatku itu

"Ihhh tega amat sih kamu tadi katain aku Mak lampir, sekarang Wewe gombel besok-besok mungkin kamu panggil aku mak lampir" ucap nya sambil menunjukkan wajah kesal nya

"Heheh iya deh maaf, abis nya kamu lucu banget sih kalau lagi marah
Imutt gitu" ucapku sambil menunjukkan senyum manis

"Makasih deh pujian nya ibunda Fika heheheh" ucap nya sambil memeluk ku

"Ih kayak anak kecil aja deh kamu, pakai peluk-peluk aku segala lagi "

"Emangnya salah apa peluk sahabat sendiri? Gak kan toh kita juga udah sahabatan dari SMP masa iya gak boleh aku peluk sahabat aku ini " ucap inal

"Heheh iya deh gak papa kok, yok kita cari Nanda katanya dia juga masuk sekolah ini. Yah biar kita bertiga bareng-bareng terus tinggal buat grup BBF hahaha" ucap ku

Akhirnya kami pun menelusuri sekolah untuk mencari nanda. Setelah kami menemukan Nanda kami pun pergi ke kelas 10 ipa1.

(Fika,Inal dan nanda adalah 3 sahabat yang masuk kelompok anak yang pintar disekolah mereka semasa smp

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

(Fika,Inal dan nanda adalah 3 sahabat yang masuk kelompok anak yang pintar disekolah mereka semasa smp. mereka dulu sering ikut olimpiade karena kepintaran nya tak jarang mereka mendapatkan piala karena sering menang dalam perlombaan yang mereka ikuti.)

*Author POV*

Sesampainya di kelas 10 ipa1, Fika memilih duduk di kursi paling depan bersama dengan inal, sedangkan Nanda duduk di kursi kedua dibelakang mereka berdua.

Bel istirahat pun tiba

Kringggg....
Kringggg.....

"Fika, inal, yok kita ke kantin perut aku lapar banget nih" ucap nanda sambil menunjuk perutnya yang sudah keroncongan

"Heheheh kasihan banget sih ibu negara kelaparan, emang gak di kasih makan apa di rumah??" Ucap inal meledek Nanda

"Awass aja kamu yah Inal suka bangett kamu ngejek aku, nanti aku jewer baru tau rasa!" Ujar Nanda sambil menunjukkan wajah kesalnya

"Hehehehe ampun ampun Bu negara. kalau Bu negara marah sama aku bisa-bisa aku diusir dari di Indonesia, Kalau aku diusir nanti tinggal dimana dong? masa iya cewek cantik kayak aku ini jadi gelandangan di luar sana sih, " ucap inal yang akhirnya membuat mereka tertawa bersama-sama

"Ada-ada aja sih kamu Inal yah, kalau kamu jadi gelandangan yah gak papa paling nanti ada om-om yang jadiin kamu istri ke 2 nya hahahaha" ucap Nanda sambil cengengesan

"Isss amit-amit dah nikah sama om-om mending aku nikah sama oppa-oppa aja kan ganteng pasti cocok banget lah sama aku" ucap inal sambil terkekeh

"Ih kalau berhayal gak nanggung- nanggung amat sih mana ada oppa-oppa Korea mau sama kamu, suaramu aja kayak toa hahahaha" ucap Nanda sambil tertawa terbahak-bahak

" Udah-udah kalian tuh kalau udah ketemu kayak Tom and Jerry aja gak bisa diam sehari tanpa berantem" ucap Fika untuk menghentikan perdebatan sahabatnya itu

"Ya udah deh kita ke kantin aja" ajak Nanda

"Kalian aja deh aku mau ke musholah dulu yah mau shalat Dhuha nanti kalau udah shalat aku nyusul kalian di kantin oke" ujar Fika lalu pergi

"Oke deh kita tunggu yah di kantin bye bye Fika" ucap inal dan nanda

Bismillah

maaf yah cerita nya rada" gaje hehehe soalnya ini cerita pertama saia^^
Semoga Klian pada suka
Jangan lupa beri saran bagi pemula ini.

Takdir ilahiWhere stories live. Discover now