Part 1

93 6 2
                                        

"kelamaan Lo!" Omel Reva selama perjalanan.

"ck, diem Lo! Gue nyari tali sepatu guaa! Lo kan yang ngumpetin!!" tuduh Dara.

"Nih anak, udah di tungguin malah nuduh-nuduh" sewot  Reva.

"Nyatanya, gue nemu nih tali di laci meja belajar Lo!"

"Terus gue gitu pelakunya?!"

"Iya lah! Udah otomatis"

"Terserah Ra!!"

"Bisa cepetan dikit kagak Lo! Ntar disuruh lari 10 kali, laper lagi gue!"

"Ini juga udah ngebut anjg! Diem! Nih supirin! Berisik banget Lo tukang numpang!"

"Oke turun! Gue ngojek aja!"

"Okey, turun sekarang!!"

Reva meminggirkan mobilnya, setelah itu Dara turun dan membanting pintu mobil.

Reva membuka jendela dan melambaikan tangannya.

"Siap-siap telat bangsat!! Ntar gue prepare Le minerale dua botol dah!"

Setelah kepergian Reva, Dara memesan grab secepatnya.

Sekitar 10 menit, dan grab itu belum datang, Aldara sudah mulai menggerutu tidak jelas.

Titin tinn..

Dara mendongak menatap mobil yang berhenti tepat di hadapannya, jendela itu terbuka dan menampakkan cowok laki-laki yang tengah menatap Dara heran.

"Lo anak SMA PrajaKusuma kan?"

"Hm, siapa Lo?!"

"Duh galaknya, udah lah. Lo ngapain coba jam segini masih di pinggir jalan, timbang Lo telat mending gue anter aja"

"Gak! Gue gak kenal sama Lo! Yang ada Lo nyulik gue"

"Siapa juga yang mau nyulik cewek galak kaya Lo?"

"Udahlah Lo tuh siapa sih? Dateng-dateng sok nawarin, jelas gue gak mau lah, mana gak kenal lagi gue sama Lo. Udah sana!!"

"Lo lagi mesen grab kan?"

"Tau dari mana Lo?!!"

"Kannn, ngegas mulu. Udah anggap aja gue kang grab"

"Gak! Gue bilang nggak ya nggak!!"

Suara motor grab berhenti di dekat mobil cowok itu.

"Noh! Udah sana! ngapain? Pesanan gue dah dateng"

Cowok itu secepatnya keluar dari mobil sebelum Dara naik dan terlihat dia tengah mengeluarkan beberapa uang seratus ribu dari dompet berlogo Gucci tersebut, tak lama kemudian grab itu pergi tanpa membawa Dara.

"Heh! Lo nyogok tukang grab?? Sumpah! Siapa sih Lo?!"

"Udah ayok, masuk atau Lo akan makin kesiangan"

Dara pun mengalah, dan ikut masuk ke dalam mobil, sepanjang perjalanan dia tidak bicara bahkan tak menggubris cowok yang dengan paksa meminta untuk mengantar Dara.

Sampai di depan gerbang, Dara hendak turun, namun tangannya di cekal cowok itu.

"Ga perlu turun"

"Lo mau masuk gerbang? Mana boleh! Yang ada satpam botak itu marah"

"Boleh lah"

"Tau apa Lo? Yang sekolah disini gue kali! Nggak Lo!"

Cowok itu membuka jendela menyapa satpam yang hendak menutup gerbang, namun secepatnya gerbang itu dibuka kembali.

RevaNaDonde viven las historias. Descúbrelo ahora