"Heleeennnnn..... Astagaaaa.. anak siapa si ini ya tuhaann... Jam 7 sekarang!! Bangun !!" Teriak Nathalia, mamah helen. Tepat di telinga helen.
"Mamahh.. nanti helen budek kalo mamah kaya gini terus" kata helen sambil menguap.
"Mandi atau mamah siram kamu pakai air dingin sekarang!"
"Iyaa iyaa, sekarang mamah keluar nanti helen turunn" sambil mendorong mamahnya keluar dari kamarnya.
Beberapa menit kemudian...
"Selamat pagi mah pah.." matanya sambil mencari keberadaan kakaknya yang tak terlihat di meja makan pagi ini.
"Kakakmu udah berangkat, katanya ada urusan di sekolah" kata papah helen yang mengerti gerak gerik helen.
"Helen berangkat dulu ya mah, pah, Assalamualaikum.. dahhhh" pamitnya dengan tergesa gesa.
Seperti biasa, helen tidak pernah sarapan di pagi hari. Dia selalu membawa bekal. Dia harus buru-buru pergi ke sekolah karena ada sesuatu yang harus di kerjakannya.
Sekolah helen emang cukup jauh, jadi helen harus menggunakan sepeda ke sekolahnya agar tidak terlambat.
*****
06:25
Helen melihat jam ditangannya.
"Belum terlambat" ucap helen lirih sambil berlari menuju kelasnya.
"Helen!!!"
"Eh?" Jawabnya sambil ngos-ngosan
"Kamu disuruh ngerjain tugas mereka lagi?" Tanya mega sambil mengulurkan minum kepadaku
"Ya seperti biasa, makasih yaa, duluan" sambil berlari menuju kelasnya
Ternyata dikelas sudah ada geng cika yang sedang marah karena menunggu helen tak kunjung datang.
"Heh. Lamat banget lo datengnya, cepet kerjain tugas kita sekarang, keburu masuk nanti, awas kalo ngga selesai!!!"
"Nih.. awas kalo lo ngasih jawabannya salah!!"
Mereka pergi begitu saja setelah memarahi helen. Mereka bersenang-senang, sedangkan helen harus mengerjakan tugas mereka bertiga dengan cepat dan tepat.
Kadang helen merasa lelah, dia ingin memberontak, tapi dia bisa apa, dia berontak malah dia yang semakin terpojokan.
Dia lebih suka menyendiri, menyimpan semuanya seorang diri, tak ada yang bisa diajak berteman selain mega, hanya dia yang mau berteman dengan helen.
Tetttttt
Bel masuk berbunyi, mata pelajaran pertama adalah matematika. Guru yang baik hati dan tidak killer, cantik dan di sukai banyak siswa.
"Selamat pagi anak-anak"
"Pagi bu.."
******
Bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Murid-murid bergiliran mengantre makanan yang mereka pesan.
Helen dan mega berjalan menuju kantin dengan tawa yang sangat bahagia. Entah apa yang mereka ceritakan. Tapi ini membuat iri geng cika.
"Aduhhhh" pekik helen
"Kamu ngga ppa len? Sakit ngga ?? Bisa berdiri? " Tanya mega simpati
"Ngga ppa kok" jawabnya sambil menundukan kepala
"Ehh lo ngga bisa jalan dengan baik yahh?"
"Eh lo kan yang sengaja menyandung helen? Ngaku lo !?"
"Berani bentak gue yah lo!!!" Ucap cika dan menampar pipi mega
"Cika!!! Stop !!" Lerai helen
"Gue mau maafin lo, tapi dengan satu syarat. Lo harus cium sepatu gue!" Ucap cika
"Jangan mau len, mending kita pergi aja dari sini" ucap mega
"Kalo lo ngga mau, gue akan buat hidup kalian sengsara di sekolah ini!" Ancam Diva, geng nya cika
Helen pun jongkok dan perlahan mencium sepatu cika dengan sangat terpaksa.
"Ahhhh"
"Helen... Lo ngga ppa?? Ya ampun. Hidung lo berdarah"
"Hahahah. Mampussss.. cabut ges!"
Cika dan gengnya pergi begitu saja. Meninggalkan mega dan helen menjadi tontonan gratis di sekolahnya.
"Ayok ke UKS len, hidung lo harus di obati. Tega banget si cika nendang lo pakai sepatu" kesal mega
"Udah ngga ppa" jawaban andalan helen yang selalu helen lontarkan.
Happy Reading ges
Jangan lupa comment, like dan pencet bintangnya 😂
YOU ARE READING
Greta Helene
Teen FictionGadis berusia 16 tahun yang mendapatkan perlakuan layaknya "binatang" oleh teman-teman sekolahnya. Menjadi korban bullying karena kulitnya hitam dan pendek. Wajahnya tidak terlalu jelek, dia manis, hanya saja teman-temannya menganggap bahwa dia jel...
