Memiliki wajah judes dan sifat galak membuat Lana memiliki secret admirer.
Lana sering mendapatkan chat line dari DOSAN. Dia tidak hanya mengganggu Lana, tidak sebatas kata "iseng" karena DOSAN sering memberikan Lana banyak kejutan seperti menyuruh...
Lana Jadi dari lo? He gila Bisa-bisanya lo ke tempat wudhu cewe cuma buat nyuruh dekel
DOSAN Tapi lo suka kan dapet susu cimory dari gue
Lana gx
DOSAN haha
Lana Sebenarnya lo tuh siapa sih? Kalo kita satu sekolah Kenapa lo pake cara kaya gini, buat deketin gue?
DOSAN Dih pede Gue cuma mau isengin lo doang
Lana Hilih
DOSAN Wkwk penasaran banget ya bu?
Lana Pake nanya sianying
DOSAN Dal-mi ga boleh kasar sama abang dosan
Lana 🙂🔪
DOSAN ututu Nanti juga lo bakal tau
Lana Jawabnya pasti gitu
DOSAN Haha Sabar ya
- PROLOG
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
"Keluar! Berdiri disana!"
Suasana kelas tiba-tiba saja langsung hening ketika suara lantang bu Ida menggema di seisi ruangan. Tidak ada yang berani bersuara, kecuali satu siswa-- dia berdiri tegap lalu tersenyum memamerkan deretan gigi rapih-nya.
"Baik bu" Katanya. "Saya keluar, disitu kan?" dia menunjuk keluar jendela kelas.
"Travis Dean. Kamu mau ibu jemur di lapangan?"
Travis tersenyum lalu menggeleng. Lelaki itu terlebih dulu mencium telapak tangan bu Ida, sebelum berjalan keluar dari kelas. Motto hidup Travis : tetap sopan santun walaupunbegajulan
Lelaki itu berdiri di koridor depan kelasnya. Sesuai dengan ucapan bu Ida tadi, dia mengangkat satu kaki kanan nya-- disertai kedua tangan yang memegang telinga. 20 menit berlalu, pelajaran bu Ida belum selesai sementara anak-anak kelas lain sudah berhamburan keluar dari kelas. Kadang suka ada yang gitu, bel pulang sudah berbunyi nyaring tetapi pelajaran masih terus berjalan-- masih mending kalau gurunya memang asiq.
Beberapa orang yang melewati Travis-- ehem terutama para perempuan. Ada yang senyum menyapa, ada juga yang bisik-bisik ke temen di sebelahnya. Tidak terkecuali satu orang, gadis itu membawa banyak buku yang akan dia antar ke ruang guru. Ketika melewati Travis gadis itu sama sekali tidak menengok, jalan terus seakan-akan Travis ini adalah hantu yang tak kasat mata padahal tubuh lelaki itu tinggi menjulang keatas.