PROLOG - MISTERIUS

122 30 10
                                        

Namaku Renata, Renata Anggreani duduk di SMA kelas XII IPS. Sore itu seperti biasanya aku mengayuh sepedaku keliling komplek, dengan perasaan sedikit gundah tiba-tiba..

bruuk!!!

Entah aku yang ditubruk atau aku yang nubruk. Yang aku tau aku sudah jatuh dari sepeda, badan ku terasa sakit terutama di bagian tangan mungkin karena ketimpa sepedaku sendiri.

Tiba-tiba ada yang membuyarkan lamunanku, suara yang berat lebih ke dingin menanyakan keadaan ku.

"Maaf kamu tidak apa-apa?" sambil pandangannya menelusuri diriku, "Tadi aku sudah membunyikan bel sepeda tapi kelihatannya kamu tidak mendengarnya?"

Dan aku Renata hanya bisa tertegun mendengar cowok itu bicara, ya Tuhanku dengan postur tubuh tinggi atletis, kulit putih dan tatapan matanya yang tajam....

Plakk,,

Buyar lamunanku tiba-tiba tangannya membuat tepukan tepat didepan mukaku.

"Oh ya ada apa.." kataku.

Cowok didepan ku berbicara lagi, "aku tanya kamu tidak apa-apa?"

"Oh maaf aku tidak apa-apa cuma sedikit lecet."

Cowok itu sedikit mengangguk terus berlalu meninggalkanku dan menghilang di tikungan komplek.

Cukup lama aku tertegun melihat cowok itu pergi, waktu sadar aku baru ingat belum menanyakan nama dan mengucapkan terima kasih karena membantuku.

"Renata.. Renata kamu sama lamunanmu memang sama-sama payah" sambil aku menepuk keningku, akupun beranjak pergi menuju rumahku.

Oh ya aku lupa cerita masalah yang membuatku galau Papaku mau menikah lagi setelah 5 tahun kepergian mama, ya mamaku meninggal waktu aku kelas VII SMP.

~~~


Cinta BerdawaiWhere stories live. Discover now