1

70 13 1
                                        

Vote dulu yuk
Ntar malah keasikan baca
Ayo..
Vote ya gratis kok gak bayar

........

"Kira..bangun udah siang ini, kamu mau telat ke sekolah?" ucap Dela kepada anak bungsu nya itu

"bentar lagi ma Kira masih ngantuk" jawab Zahra

mendengar jawaban anak nya membuat Dela menghela napas

"Akira Andini kalo kamu belum
bangun juga siap siap gak dapat uang saku bulanan mu" ucap Dela kepada sang anak.

Mendengar hal itu Kira langsung bangun dan bergegas ke kamar mandi Dela yang melihat anak nya itu menggeleng kan kepala.

~~~~

"Pagi ma pa" ucap Kira saat dia sudah sampai di meja makan

"Pagi sayang" balas sang papa

"gue gak lo sapa?"ucap abang nya,

Kira tidak menghiraukannya dan duduk ditempat duduknya seakan akan tidak mendengar suara, Dio yang melihat adek nya diam membuat nya mendengus pelan.


"PAGI EPRIBADI" teriak seseorang yang tak lain adalah abang ralat-- kembaran Kira, iya kembaran nya cuma 3 menit doang kok

"Keenan jangan teriak teriak kamu kira ini hutan apa?" ucap sang papa kepada putra nya itu,

Keenan yang merasa nama nya disebut hanya nyengir tak jelas kepada sang papa

"Maaf pa, hehe"ujar keenan kepada ardi sang papa

"Kamu ini--"

"Udah udah ayo makan" potong Dela sebelum sang suami dan anak nya berdebat di pagi hari ini dan membuat kepala nya pusing

Akhirnya semua hening,hanya suara dentingan sendok yang terdengar hingga suara Kira memecah keheningan

"Ken kuy berangkat"kata nya sambil bangkit dari duduk nya

Keenan pun berdiri "Ma pa ken pergi dulu"ujar nya sambil mengecup pipi
Dela dan Ardi

"Iya..hati hati dijalan ken jangan ngebut bawa motor ya" ujar Dela kepada keenan yang hampir sampai di depan pintu

"Iya ma" teriak keenan

~~~~~

Kira pov

Akhirnya sampe juga di sekolah, banyak siswa/i yang menatap ku dengan pandangan kagum dan iri karena bisa berduaan dengan most wanted sekolah, mereka tidak tau bahwa aku dengan Keenan saudara kembar hanya beberapa orang yang mengetahui hal tersebut itu pun hanya teman dekat kami saja

"KIRAA!!! TUNGGUIN DONG" suara cempreng nan memekakkan telinga mulai mendekat ke arah aku dan keenan

Keenan mendelik kesal melihat sang empu yang punya suara.

"Lo kalo teriak gak usah kek gitu kali,pecah gendang telinga gue denger nya" ujar keenan kesal kepada Bela

Ni anak kalo ketemu perasaan ribut mulu kagak pernah akur.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Mar 03, 2025 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Still with MeDonde viven las historias. Descúbrelo ahora