Dulu ada yang pernah berkata.
Ketika seseorang telah mencintai, dia akan berusaha sekuat apapun untuk menjaga hatinya dari yang lain.
Tak peduli ada badai yang mengguncang hubungan mereka, dia tetap berada di samping orang yang dia cintai.
Dan ternyata benar, itulah yang kualami sekarang.
Kami telah bersama, menikmati setiap waktu yang telah kita lalui dengan penuh suka cita.
Tertawa, bahagia, sedih, duka,
Kita melewatinya bersama
Bahkan kita dulu pernah membuat sebuah komitmen, dimana hanya akan ada kita berdua, di satu tempat penuh kebahagiaan.
Tapi ternyata
Semuanya berubah
Ketika kamu memutuskan semua yang telah kita buat
Dengan alasan
Aku tak akan mampu bertahan
Sedih? Iya. Karena kamu tidak melihat kesungguhan yang telah ada di dalam diri ini
Kesungguhan untuk mencintai
Kesungguhan untuk menjaga
Kesungguhan untuk memiliki
Aku tidak tahu
Apa alasanmu sebenarnya
Apakah benar karena aku tidak mampu? Atau ada yang lain?
Tapi aku tidak menyerah
Aku tidak akan mengizinkan pikiranku untuk memikirkan hal yang tidak-tidak
Aku bertahan, terus berusaha untuk membuatmu melihat
Bahwa aku bersungguh-sungguh
Lihatlah hatiku
Lihatlah barang sebentar
menolehlah
Ada cinta disini
Ada kesungguhan disini
Aku telah menerimamu
Tidak melihat kekuranganmu
Aku bersedia mendampingimu
menghadapi dunia yang kejam ini
Tapi kamu tidak melihatnya
Kamu tidak menghiraukannya
Dan kamu, tetap menutup mata
Setelah ku cari tahu alasannya
Ternyata
Di hatimu sudah ada yang lain
Kecewa? Sangat.
Begitu tidak sempurnanya kah diriku
Begitu tidak mampu kah diriku
Sehingga dengan teganya
Kamu meninggalkanku sendiri
Dengan perasaan ini
Aku tetap bertahan dengan perasaan ini,
Menunggumu untuk tetap kembali
Meskipun pada akhirnya
Kamu tidak akan pernah kembali
Aku tak pernah menyesal
Telah bertahan sejauh ini
Dengan perasaan yang hanya setengah ini
Dengan perasaan yang hanya diriku sendiri yang bertahan, sedangkan kamu
Pergi....
Terkadang kita perlu mengikhlaskan seseorang yang kita cintai demi kebahagiaannya
Meskipun diri sendiri tidak bahagia
Tapi tak apa
Menjadi orang yang mengikhlaskan lebih baik daripada menjadi orang yang merusak hubungan
Setidaknya
Terima kasih
Karena pernah mengizinkan aku untuk bersama
Karena pernah mengizinkan aku untuk menikmati hari-hari bersamamu
Meskipun aku tau
Sebenarnya kamu tidak nyaman dengan ini semua
Tapi terima kasih
Sekali lagi
Telah mengizinkan aku mencintaimu
You Are The Apple Of My Eye
****
Demi nama cinta
Telah kupersembahkan hatiku hanya untukmu
Telah kujaga kejujuran dalam setiap napasku
Karena demi cinta
Telah kurelakan kecewaku atas ingkarmu
Sebab 'ku mengerti cinta itu tak mesti memiliki
YOU ARE READING
One Day
Teen FictionTertulis beberapa bait puitis yang mengalir, begitu terlintas layaknya segelintir air hujan yang membasahi wajah. ingin sekali pergi, tapi sungguh hati masih ingin bertahan ' ' penyaluran sajak melalui imajinasi sang author wkwkk :v
