Perjodohan

161 10 11
                                        

Sasha Meira Hanindya&Jeka Radjasa Putra

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Sasha Meira Hanindya
&
Jeka Radjasa Putra

Sasha dan Jeka dijodohkan. Sudah sejak Sasha duduk dibangku SD dan Jeka SMP. Mereka berdua telah dikenalkan sebagai calon suami istri oleh orang tua keduanya

Yang benar saja, waktu itu Sasha masih kelas 4 Sekolah Dasar sementara Jeka kelas 8 atau kelas 2 Sekolah Menengah Pertama.

"Ka, mulai sekarang kamu jagain Sasha terus ya. Dia ini calon istri kamu kalau sudah dewasa nanti." Ujar ibu Jeka pada anak lelakinya.

Sementara Jeka mengangguk semangat dengan tersenyum sembari menjawab:

"Iya ma, Jeka janji bakal jagain calon istrinya Jeka. Lagian anaknya manis, Jeka suka."

Lain halnya dengan Sasha yang hanya bisa diam melongo lucu melihat pria disebrangnya yang menatap dirinya sambil tersenyum-senyum.

Sesekali Sasha berlindung dibalik punggung ayahnya saat Jeka dengan gemasnya ingin mencubit pipi tembam milik Sasha.

--

Kini Jeka baru saja masuk Universitas di semester pertama, sementara Sasha masih duduk di bangku SMP di tingkat 3

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Kini Jeka baru saja masuk Universitas di semester pertama, sementara Sasha masih duduk di bangku SMP di tingkat 3.

Mengenakan seragam putih biru, Sasha berlari menghampiri Jeka yang sudah menunggu dirinya didepan gerbang sekolah.

"Mas Jeka disuruh bunda jemput aku lagi ya?"
Tanya Sasha yang terkejut karena Jeka menjemputnya tepat di gerbang sekolah.

"Iya sha, ayo naik!"

"Mas gak malu boncengin anak SMP kayak aku? Lagian mas kan lagi masa ospek, emang gak capek harus jemput aku gini?"

Jeka tersenyum melihat binar polos dari gadis manis yang kini menatapnya.
Sementara Sasha yang mengenakan tas ransel berwarna biru muda mengambil helm merah yang jeka bawa untuknya.

Tangan Jeka beralih mengaitkan pengaman helm disamping kiri pipi Sasha.

"Sejak kapan mas malu boncengin pacarnya mas sendiri?"

Duh.

Anak SMP sepertinya pasti merasa dag dig dug luar biasa diberi gombalan seperti itu oleh pria yang disuka.

.

Sasha mendengus.
Seketika Ia mengingat sesuatu yang membuatnya kesal bukan main,
dulu tepat 3 tahun lalu Jeka mendeklarkan dirinya secara sepihak sebagai pacarnya hanya karena Sasha sudah mendapatkan menstruasi pertamanya.

Sinting!

Jeka bilang, sekarang Sasha bukan anak kecil lagi, maka dari itu ia bisa menjadikan Sasha pacarnya setelah beberapa tahun mereka dekat. Toh Jeka pikir nantinya Sasha akan menjadi istrinya.

"Mas, aku mau tanya tapi janji jangan marah ya?"

"Memangnya kamu mau tanya apa?"

Sasha meneguk ludahnya dengan berat sebelum bertanya.

"Mas ini pedofil ya? Kok suka sama aku yang masih kecil sih? Kata bu Guru, kita gaboleh dekat-dekat sama pedofil, bahaya."

Sementara Jeka membulatkan matanya, kaget.

"Astaga! Ya enggak lah, sha. Kita itu cuma beda 4 tahun. Lagian banyak kok pasangan diluar sana yg jarak umurnya jauh lebih banyak dibanding kita. Buktinya aja orang tua kamu ada selisih 7 tahun kan?"

Sasha mengangguk.
'benar juga sih'

"Dengar ya Sha, aku akan nunggu sampai kamu dan aku benar-benar dewasa. Tunggu sampai saat itu, aku bakal lamar kamu."

Ujar seorang Jeka Ahmad yang baru saja masuk Universitas kepada Sasha Indah Pratiwi yang masih mengenakan seragam SMP tersebut.

--

JodohStories to obsess over. Discover now