PROLOG

355 25 0
                                        

PROLOG
.
.
.
CHANYEOL X SEULGI
.
.
.
NOT A FAIRY TALE STORY
.
.
.

"Seulgi-ah,Apa kau akan magang di perusahanaan entertainment,"Tanya Wendy sahabat Seulgi.

"Nde,wendy-ah aku akan magang di SM entertainment sebagai karyawan di sana,"Seulgi tersenyum ceria.Seulgi namanya sifatnya sama seperti wendy ceria mahasiawa semester 4 jurusan akutansi yang akan magang tahun ini.

"Aku akan magang di perusahaan elektronik,"Seulgi mengerucutkan bibirnya dia tak ingin berpisah dengan sahabatnya tapi bagaimana lagi pilihan mereka sudah berbeda.

"Tak usah sedih kau senang kan bisa magang berdua saja dengan taeyong,"Wendy menyeringai.

"Aku sudah katakan padamu bahwa aku hanya berteman denga taeyong,"Wendy hanya tersenyum miring mendengarnya.

"Kudengar CEO-nya masih muda bernama park Chanyeol,dia juga sering muncul di tv,"Wendy menceritakan dengan antusias mengenai Park Chanyeol.

"Chanyeol-oppa!"Seulgi memang menganggumi Chanyeol karena Chanyeol adalah tipenya tapi dia mengerti keadaan bahwa tak mungkin seorang pangeran jatuh cinta dengan orang biasa,itu hanya terjadi di fairy tale.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Bukan salahmu Chanyeol kita putus tapi aku hanya tidak merasa cocok denganmu saja,"Irene menatap Chanyeol dengan pandangan memohon.

"Apa karena aku pernah berjalan dengan jennie?Aku dan jennie tidak ada apa2 dia kekasih kai,"Chanyeol sedikit meninggikan suaranya membuat Irene terdiam.

"Kita akan menikah Irene!kenapa kau bisa-bisanya terpengaruh ucapan orang lain,"Irene dari tadi diam saja karena tak ingin memperkeruh suasana.

"..."
"..."

"Hah....."Hening tanpa suara hingga Chanyeol menghembuskan nafasnya.

"Aku rasa kita banyak perbedaan makannya aku tak cocok dengamu,"Irene meminum air dari gelas di depannya lalu menatap Chanyeol lagi.

"Jadi kau cocok dengan siapa?Suho?"Irene meremat tangannya menahan emosinya dia tak ingin sahabat baiknya di bawa-bawa.

"Berhenti menyalahkan orang lain Park Chanyeol!itulah kenapa kita tak cocok!kau selalu menyalahkan orang lain atas hubungan kita!"Chanyeol tersenyum kecut ketika Irene mulai menunjukkan emosinya saat Chanyeol menyebut nama Suho.

Dari tadi mereka berdua hanya berdebat untungnya itu adalah ruang VIP jadi hanya ada Irene dan Chanyeol saja di situ,mereka juga mengabaikan makanan prancis yang sudah ada di depannya.

"Irene-nunna kau memilih suho-hyung karena dia lebih kaya dariku dan lebih tua dariku kan?"Irene menggeram marah mendengar pertanyaan Chanyeol.

"Jika bukan karen Suho-hyung hubungan kita pasti baik-baik saja!"Irene tak tahan dia harus mempertahankan harga dirinya sebagai perempuan.

"Aku tid-"

"Baiklah jika seperti itu!Jika Suho-hyung menyakiti nunna jangan datang padaku karena aku tak ada tempat lagi untuk nunna,"Chanyeol tersenyum lalu mengambil kunci mobilnya di meja.

"Selamat tinggal nunna dan makanan ini kau yang bayar!Aku sudah mengerluarkan banyak uang denganmu!"Setelah itu Chanyeol pergi yang diikuti Irene yang tidak terima atas perlakuan Chanyeol.

"YAK!PARK CHANYEOL!CHANYEOL!"Teriak Irene sambil mengejar Chanyeol.

Chanyeol tak peduli lagi sekarang dia menaiki lamborghini aventador miliknya lalu pergi dari tempat yang menyediakan makanan Italy terenak di korea itu.

Di perjalanan Chanyeol masih memikirkan Irene dia sebenarnya sudah ikhlas jika memang harus putus dengan Irene karena dia juga tak bisa terus menerus melihat Irene dekat dengan Suho yanga katanya sahabatnya Irene.Tetapi hatinya masih tak rela hingga saat ini.

Konsentrasi Chanyeol ketika mengendarai mobol jadi terganggu karena itu hingga dia tak fokus dan akan menabrak seseorang.

CKIT

Chanyeol keluar dari mobil dan menghampiri perempuan yang sedang duduk karena hampir tertabrak.

"Gwenchana yo,agashi?"Perempuan itu lalu menatap Chanyeol terdiam.

"Apa kau baik-baik saja ada yang terluka?"Chanyeol memeriksa tubuh perempuan itu.

"Aku baik-baik saja Chanyeol-ssi,"Chanyeol mengerutkan keningnya.

"Kau mengenalku?"Perempuan itu baru sadar jika dari tadi kedua tangganya di pegang Chanyeol

"Ah... mian aku pernah melihatmu di majalah,Chanyeol-ssi,"Perempuan itu melepaskan tangan Chanyeol.

"Aku tak apa2 Chanyeol-ssi,"Chanyeol mengusak kepalanya.

"Mian aku sedang tak berkonsentrasi tadi,"Chanyeol meraih sakunya dan memberikan perempuan itu kartu nama.

"Jika kau kenapa-kenapa hubungin aku saja,aku pergi dulu,"Setelah itu Chanyeol masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya entah kemana meninggalkan perempuan yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan sambil mengenggam kartu nama yang baru saja Chanyeol berikan.

"Park Chanyeol,"Perempuan itu tersenyum melihat kartu nama Chanyeol.

"Senang bertemu denganmu,"

"Seulgi-ah..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

TBC

NOT A FAIRY TALE STORYHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora