Together_01

5.3K 303 12
                                        

Senyuman tak pernah luntur ketika melihat gadis nya selalu menunjukkan senyum gummy nya hanya pada dirinya.

Selalu ada rasa syukur di hatinya karena sudah tahun ke tiga hubungan nya dengan kekasihnya itu masih bisa bertahan, walaupun banyak liku yang harus mereka hadapi mulai dari kesalahan pahaman hingga kecemburuan yang tidak dapat mereka torerir.

Namun dari semua masalah yang mereka hadapi selalu ada jalan keluarnya, jadi mereka berdua tidak terlalu lama untuk kembali berbaikan lagi.

"Malam ini aku akan jemput kamu yah"

"Hm? Memangnya malam ini kita mau ke mana?"

"Ada deh, nanti malam kamu juga tahu. Sekarang kita pulang" gadis itu mengulurkan tangannya, namun gadis berpipi gembil itu hanya menatap uluran tangan kekasihnya tanpa berniat menggapai nya.

"Wae? Kamu tidak mau pulang?"

"Percuma pulang lebih awal kalau ujung-ujungnya aku kembali kesepian"

Gadis itu langsung berjongkok di depan kekasihnya yang memasang raut sedihnya. Tangannya membingkai kedua pipi berisi itu dan mengusapnya perlahan.

"Jangan bersedih seperti ini jen, kamu tahu kan kalau aku sangat tidak bisa melihat wajah sedih mu. Perlukah aku menginap di rumah mu yang besar itu agar kamu tidak kesepian?"

Gadis yang dipanggil jen itu menurunkan kedua tangan kekasihnya dari wajahnya lalu menggenggam nya erat.

"Maafkan aku ji~. Dan untuk tawaran mu itu ku ucapkan terimakasih, tapi kamu tidak perlu melakukan itu. Dengan menemani ku, kamu kehilangan waktu berkumpul dengan eomma, appa dan joohyun eonni"

"Hahaha... Aku sama sekali tidak keberatan dengan itu, apalagi berdua dengan mu. Tentu saja itu bukanlah masalah jennie-ah"

Mendengar jawaban yang dilontarkan kekasihnya itu membuat jennie tak bisa menahan senyum nya. Gadis itu sangat pandai membuatnya bahagia.

"Jadi, kita pulang sekarang? Atau kau ingin bersama ku lebih lama lagi di rooftop ini? Pilih mana?"

"Tentu saja pulang bodoh. Aku tidak ingin terjebak di tempat ini. Ayo"

Mereka berdua berdiri dan berjalan berdampingan, namun tiba-tiba jennie berjalan dibelakang jisoo dan melompat di punggung gadis itu.

Hap~

"Astaga jen! Tidak bisakah kau bertanya lebih lebih dulu agar aku bisa bersiap, kalau keseimbangan tubuh ku tidak bagus bisa-bisa kita berdua terjatuh" ucap jisoo lalu memperbaiki posisi tubuh jennie di punggung nya. Setelah merasa posisinya sudah bagus barulah jisoo kembali berjalan.

"Kamu marah padaku ji?" tanya jennie.

"Aku tidak bisa marah padamu sayang, hanya saja jangan mengulangi hal seperti tadi. Kalau kita terjatuh dan kau terluka maka aku tidak bisa memaafkan diriku" jawab jisoo sambil fokus pada jalannya.

Hati jennie menghangat mendengar ucapan jisoo. Inilah salah satu alasan mengapa jennie bisa jatuh hati pada gadis ini, selain dirinya sangat spesial tentunya.

"Lalu bagaimana jika kamu juga terluka?" tanya jennie penasaran.

"Kalau aku terluka yah tidak apa, aku akan berusaha menahan sakitnya. Bahkan kalau bisa jika kita terjatuh bersama maka aku tidak keberatan menanggung sakit untuk mu asalkan bukan kamu yang merasakan sakit itu"

Jennie menatap kagum pada jisoo.

"Jisoo-ya" panggil jennie.

Jisoo menolehkan kepalanya sedikit ke belakang agar dia dapat melihat wajah jennie.

Together Hikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin