"Kring .. Kring " Suara alarm membangunkan Agatha yg masih memejamkan mata diatas kasurnya. Agatha terbangun . Dengan rasa kantuk yg luar biasa ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Selesai mandi , Agatha bersiap untuk pergi ke sekolah dan turun ke lantai satu untuk sarapan.
"Pagi mah " Teriak Agatha saat menuruni tangga.
" Pagi juga anak keyangan mamah" Balas mamah Agatha sambil mengoleskan selai coklat ke roti dimeja makan.
"Gimana , siap? " Tanya mamah Agatha saat Agatha sudah duduk dimeja makan. " Yap " jawab Agatha singkat sambil memakan roti dipiringnya.
Mamah Agatha hanya bisa menggelengkan kepala melihat anaknya ini . " Nanti , kalau kamu mau kenalan sama temen baru, mukanya jngan kusut kaya gini. Nanti orangnya malah kabur hahaha.." Gelak tawa mamah Agatha pecah saat membayangkan anaknya berkenalan dengan orang lain menggunakan raut wajah seperti ini. Tidak ada senyuman , tatapan mata tajam dan halis yg diangkat sebelah. Mungkin orang² akan berlari mencari perlindungan sambil menjerit kesana kemari. 'gak sih itu terlalu lebay' fikirnya lagi.
Agatha berangkat ke sekolah barunya menggunakan taksi. Sebenarnya ia mempunyai mobil lengkap dengan supir pribadi , tapi itu bukan style Agatha jika harus berangkat kesekolah menggunakan mobil pribadinya. ia tidak ingin terlihat seperti anak manja.
Didalam taksi Agatha hanya diam sambil memasang earphone. ia memutar lagu favoritnya "my answer" dari exo. Agatha memang menyukai Grup band kpop terutama boyband exo. Tapi ia tidak sefanatik orang². ia hanya sekedar menyukai saja.
sesampainya disekolah, Agatha dibawa oleh guru yaitu wali kelasnya. Ia memasuki kelas 2/ips. Agatha langsung memperkenalkan diri dan duduk di ujung bersama Ditha. "Aku Ditha.. " Ucap Ditha sambil tersenyum melihat Agatha. Agatha hanya merespon dengan senyuman tipis.
Bel istirahat sudah berbunyi , Murid Sma Garuda berhamburan pergi ke kantin . " Ke kantin ga ?" Tanya Ditha pada Agatha yg masih duduk di bangkunya. " lo duluan aja deh " jawab Agatha tanpa senyuman. " oh okee " Ditha berdiri dri bangkunya , dan meninggalkan Agatha sendirian dikelas.
Ditha berjalan menyusuri lorong sekolah dengan membawa minuman untuk Agatha. Tidak lama ia berdecak pelan saat melihat Erin sedang berkumpul dengan teman satu geng nya . Erin yg merasa sedang diperhatikan langsung menoleh kesamping dan melihat Ditha yg sedang berdiri menatapnya ketakutan. Erin tersenyum jahil , ia menghampiri Ditha .
" Kayanya seger nih minuman " Erin melirik minuman yg dipegang Ditha . " Ini buat Agatha" jawab Ditha takut sambil mundur selangkah . " ooh anak baru itu ya , lo temenan sama dia ? Eh emng dia mau temenan sama lo ha ha " . Ditha tersentak mendengar perkataan Erin . Tidak lama setelahnya , Erin mengambil paksa minuman Ditha.
"Erin.. Balikin " lirih Ditha takut. " yaudah nih" Erin menumpahkan minuman tersebut tepat diatas kepala Ditha , Ditha tersentak kaget dan langsung berlari ke kamar mandi .
" hahaha rasain lo!." Tawa Erin pecah melihat Ditha yg sedang berlari gelisah meninggalkannya.
Disepanjang jalan , Ditha hanya bisa menangis dan terus menangis tanpa ada suara. Ia berfikir kapan Erin akan berhenti membully nya? Ditha ingin sekali mengadu perbuatan Erin pada guru BK. Tapi ia takut Erin marah padanya dan melakukan pembullyan lebih ganas lagi.
Agatha terbangun dari tidurnya karena mendengar isak tangis disebelahnya . Saat menoleh , ia melihat Ditha yg sedang menangis dengan kondisi basah kuyup. " Kenapa lo?" tanya Agatha penasaran . Ditha melirik Agatha dan langsung berhenti menangis. " gapapa , keganggu ya?" Saat itu , Ditha takut dengan Agatha , karena Agatha melihatnya dengan tatapan mata yg tajam. " banget." jawab Agatha singkat namun bisa membuat Ditha semakin takut. setelah tidak ada lagi ucapan yg keluar dari mulut Ditha , Agatha kembali melanjutkan tidurnya dengan posisi menyandarkn kepala pada tumpukan tangannya dimeja.
....
"aku pulang " Teriak Agatha saat membuka pintu. ia menemukan mamahnya yg sedang menonton tv sambil selonjoran di sofa. "Eh udah pulang anak mamah " mamah Agatha mengubah posisinya dari selonjoran menjadi duduk.
'iya emng udh' ucap Agatha dalam hati.
Agatha duduk disebelah mamahnya . ia meraih cemilan yg ada di meja .
" Gimana sekolahnya?" tanya mamah Agatha
" Yaa gituu .. bnyak orang aneh " jawab Agatha tanpa melihat mamahnya. " aneh gimana?, temen baru kamu makan paku? atau pake kaos kaki di tangan? atau jangan jangan ga pake baju" Tanya mamah Agatha histeris. " gausah lebay deh mah , itu gila bukan aneh. " jawabnya sinis " ya terus aneh gimana?" tanya mamah Agatha penasaran. " Yaa gitu deh , Udah ah Agatha pngen rebahaann , sesunguhnya aktivitas yang paling nikmat itu bukan shopping , bukan nyalon . melainkan rebahan" Sindir Agatha dengan nada puitis . Agatha beranjak dari sofa dan meninggalkan mamahnya .
Ia berjalan ke kamarnya yg ada dilantai 2 lalu ia membaringkan tubuhnya diatas kasur, tidak lupa dengan memutar lagu " Miracle in December " dari Exo. tidak lama kemudian Agatha terlelap tidur dengan menggunakan seragam sekolahnya itu.
"Agathaaaaaaa" Teriak mamah Agatha dari bawah .
"apa sih ah " desis Agatha pelan dan langsung meninggalkan tempat tidurnya itu. " apa ma ?" tanya Agatha dari atas tangga dengan rambut yg acak acakan . " Sini sayang " ujar mamah Agatha sambil mengibaskan tangan . Dengan malas Agatha turun dari tangga dan menghampiri mamahnya yang sedang ada di ruang tamu.
" Tolong anterin makaron ini ke rumah ibu sisil , tau kan ? yg didepan komplek. " Ucap mamah Agatha tanpa melihat Agatha , ia sibuk membereskan makaron diatas meja .
" Kenapa ga pake jasa Online?, lebih praktis. " jawab Agatha sinis . " Praktis apaan , yang ada ludes uang mamah . lagian cuma kedepan komplek aja Agatha , sebentar doang ko " ucap Mamah Agatha lebih sinis.
Mau tak mau Agatha harus mengantarkan makaron itu ke depan komplek . " Yauda deh " pasrah Agatha . "Sepeda dimana mah?" lanjutnya . " Cari aja di gudang " jawab Mamah Agatha .
"Gudang disebelah mana? Agatha belum tau hehe " ucap Agatha cengengesan .
" Gudang rumah sendiri gak tau?! astaga anak ini" mamah Agatha menggelengkan kepala . Ia tidak habis fikir dengan anaknya ini , Bagaimna bisa Agatha bersikap sebodo amat itu pada rumah barunya .
Agatha berjalan ke gudang yg sudah diberitahu letaknya oleh sang mamah. Ia masuk dan langsung menemukan sepedah yg ia cari. Saat hendak mengambil sepeda , ia melihat pintu dibelakang sepeda itu . 'Pintu apa lagi ni?' fikirnya dalam hati
"Retaliation room? , apaan tuh ? " ucapnya pelan.
''Kenapa harus pake bahasa inggris sih?! kenapa ga indo aja gitu , so inggris banget ni pintu . " oceh Agatha .
Sebernarnya Agatha ingin membuka pintu itu, Tapi Teriakan mamahnya yg sudah berulang kali dari luar membuat Agatha mengurungkan niatnya. Agatha membawa sepeda itu keluar bersamanya .
"Ting nong.. Ting nong.." Agatha memencet Bel rumah ibu Sisil . Tidak ada respon dari dalam rumah , ia kembali memencet bel rumah . " Ting nong.. Ting nong " . masih tidak ada jawaban , Agatha mulai kesal dan terus memencet bel dengan cepat berulang kali . " Tingnong,Tingnong,Tingnong,Tingnong!!!" Barulah si pemilik rumah keluar .
Alangkah terkejutnya Agatha saat melihat orang yg keluar rumah adalah seorang laki laki . 'Oh jadi Bu sisil itu bapak²?' fikirnya dalam hati .
" Cari siapa?" Tanya laki² itu pada Agatha yg sedang melamun. " Eh iya.. Bu sisil ada?" Agatha mencoba tersenyum seramah mungkin . Laki² didepannya ini sangat tampan , memiliki halis tebal , kulit putih , bibir warna merah juicy dan postur tubuh yg gentle .
" ooh mamah lagi gaada dirumah , mau apa?" Tanya Laki² itu sambil membalas senyum Agatha .
Ambyaaar semuaa! Agatha ingin sekali menjerit saat itu juga , bagaimana tidak . senyuman laki² itu sangat manis . Ditambah lesung yg menempel di bagian kiri dan kanannya . Sempurna. fikir Agatha dalam hati
"Ini.. Ada.. Ekhemm.. Titipan dari mamah buat ibu Sisil " Agatha mencoba agar tidak terlihat gugup, laki² itu terus menatap agatha, sangat lekat. Membuat yg ditatapnya hampir kekurangan oksigen. "Ooh Makaron?dari ibu sinta kan? iyaa tdi mamah sempet bilang sih bakal ada yg kesini ngirim makaron" Ucap laki² itu , tak lupa dengan senyum manisnya. " ehm Inii" Agatha menyerahkan paper bag yg berisi makaron itu . Laki² tersebut menerimanya dengan senang hati .
" Yauda.. aku pergi dulu yaa " ucap Agatha , dan langsung berlari mengambil sepedanya . lalu ia menaikinya dan mengayuh sepeda dengan sangat cepat meninggalkan laki² itu yg belum beranjak dari depan pintu.
'cantik sih.. Tapi aneh' fikir laki² itu usai melihat tingkah laku Agatha yg seperti telah melihat setan .
Agatha pulang dengan senyum di bibirnya . rasanya seperti telah melihat Oppa korea . " Agathaa pulaaaang" Teriak Agatha saat membuka pintu . ia meninggalkan sepedanya di halaman rumah .
" Udah dikasih ke Bu sisil?" Tanya mamah Agatha di ruang tamu . " udah .. Tapi Ibu sisil nya gaada , jadii.. "
" Jadi kmu makan?!" Potong mamah Agatha
" nggalah . Jadii Agatha titipin ke anaknya yg cowo ituu" jawab Agatha . " Ooh ituu Dyo". ucap Mamah Agatha. "Hah?! D.o? D.o exo mah? tanya Agatha tak percaya . " bukaaan , bukan si eko eko itu. D Y O . Dyo." jawab mamah Agtha dengan sedikit ditekan saat mengeja nama dyo.
'dyo? jangan jangan adiknya d.o exo lagi. Wah mampuss tdi gue datang kesana kaya gembel lagi ,hancur dong image gue . ' fikirnya dalam hati .
' eh masa sih , kan nama adiknya d.o exo itu do seung soo , lagian mana mungkin adik si d.o tinggal di indo ' fikirnya lagi .
" Gara² ketemu cowo ganteng , ni otak makin gesrek" lirihnya pelan dan langsung berjalan pergi ke kamarnya .
.............
Cuap cuap author.
Thx yg udah baca cerita inii , Maaf kalo ceritanya Gj :v . Ini cerita pertamaa yg aku buatt ..
jan lupa vomen guys:*
ESTÁS LEYENDO
Retaliation Room
FantasíaSeorang perempuan tak henti henti nya menangis melihat kepergian pria yg sangat ia cintai . Kenapa bukan dirinya yg dibawa oleh para polisi itu? Kenapa semua malah berimbas kepada seseorang yg sangat ia cintai? Apakah ruangan itu sedang bermain main...
