1

66 5 4
                                        

Aku baru saja pulang dari rumah sahabatku. Sahabat terbaikku,ia yang selalu menguatkanku ketika aku dalam masalah.

"Kamu habis darimana Qeel?" suara seseorang yang menyebut namaku membuatku memberhentikan langkahku. Itu suara bang Varo.

"Qeela kalau abangnya tanya itu dijawab jangan diem aja" kata kak Dhea.

"Taunih Qeela ga sopan banget sih!" timpal Kiraa adik kembaranku.

"Habis dari rumah Riska" kataku sambil melalui mereka dan menaiki anak tangga. Aku sangat capek. Aku segera masuk ke kamarku.

Aku menatap dinding langit kamarku tiba² setetes air mata jatuh perlahan dengan sendirinya. Aku teringat dengan suatu kejadian yang menimpaku saat aku masih balita.

Flashback On

"Mama mama Cakilaa mau pelmen dong maa" ucap Syakiraa.

"Mamaaa Caqeela mau juga dongggg :( maca Cakilaa doang yang dibeliin pelmen:(" ucapku dengan wajah memelas.

"Iya anak mama yang cantik² kalian tunggu disini sebentar yaa... Mama mau beliin permen" kata mama.

5menit kemudian

"Nah ini mama udah beliin permennya... Satu buat Kiraa satu buat Qeela" ucap mama sambil tersenyum memelukku dan Kiraa.

"Yeee!!" kataku dan Kiraa secara bersamaan ketika di peluk mama.

"Telulet telulettttt" handphone mama berbunyi.

"Kiraa, Qeela mama angkat telephon bentar ya.. Kalian tunggu disini ya nak"

"Ciap maaa!" kataku dan Kiraa secara bersamaan.

Tak lama kemudian

"Caqeela aku mau pelmennu dong, pelmenku gaenak!" kata Kiraa sambil membuang permen yang tadi dimakannya.

"Cakilaa! Kamu gak boleh gitu dong kasian mama beliin kita pelmen pake uang kamu malah buang pelmennya" kataku menegur Kiraa.

"Lho kan aku maunya pelmenmu Caqeela:(" ucap Kiraa dengan wajah memelas.

"Enggak pokoknya Caqeela gamau! Ini pelmen Caqeela!" kataku sambil membela diriku.

"Mamaaaa" teriak Kiraa. Sampai² mama mematikan telephon nya.

"Ada apa Kiraa sayang??" kata mama.

"Ih mamaaaaaaa! Caqeela jahatt maaaa! Caqeela tadi minta permen Cakilaa maaa! Telus kata Caqeela pelmen Cakilaa gaenak maa jadi sama Caqeela dibuang:(" kata Kiraa menuduhku dan menangis sejadi jadinya.

"Benarkah begitu Qeela?" kata mama menatapku tajam.

"Enggak maa Kilaa belcanda mungkin:(" kataku dengan wajah memelas.

"Alah sudahlah aku tidak percaya lagi padamu!" kata mama membentakku.

"Plak!" satu tamparan yang sangat amat keras mendarat di pipiku.
Aku menangis sejadi-jadinya.

Flashback Off

Selesai aku mengingat kejadian tersebut,aku pun berdiri dari tempat tidur. Aku duduk didepan kaca rias kamarku dengan diam tanpa bicara. Setelah beberapa menit hening aku berbicara didepan kaca... Mengapa aku sangat tidak dibutuhkan didunia ini?. Selepas mengatakan itu aku memutuskan untuk kembali ke kasur. Dan akhirnya akupun tertidur.

~TAMAT~

MAAP YA GES SEDIKIT:(
MAAL JUGA UPLOADNYA LAMA:(
WRITTERNYA LAGI SIBUK GES:(
JADI MOHON PENGERTIANNYA:)


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 11, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Q E E L ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang