Sebenarnya aku bingung harus memulai darimana, pertemuan pertamaku dengan Galang? Atau pada saat aku mulai menaruh rasa padanya? Sejujurnya pertemuanku dengan Galang biasa saja, pertama kali aku bertemu dengannya adalah saat masa orientasi siswa SMA.
Dia merupakan sahabat dari teman baruku yang kukenal saat MOS, panggil saja dia Diva. Saat itu hari ketiga MOS, aku dan Diva sudah mulai akrab. Kami berjalan bersama sampai gerbang sekolah saat pulang, dia mengatakan akan pulang bersama temannya yang bernama Galang. Aku bilang aku akan menunggunya sampai temannya menjemputnya.
Tak lama kemudian seseorang yang berhenti di depan kami dengan mengendarai motor kawasaki berwarna putih dan hitam. Seseorang itu kurus dengan rambut yang menutupi seluruh dahinya, ia menyibakkan rambutnya, mebuatku bisa melihat alisnya yang tajam selaras dengan matanya yanng kecil namun tajam. Ia menatapku sekilas lalu menatap Diva yang sibuk memainkan HP-nya . Diva tetap memainan HP-nya tidak sadar lelaki didepanku ini sedang menatapnya.
"Ayo!"
Satu kalimat itu berhasil membuat Diva mendongak menatap lelaki itu, ia kemudian tersenyum pada lelaki itu yang ternyata merupakan sahabat yang sedang ia tunggu-tunggu dati 5 menit yang lalu.
"Aku duluan ya, makasih udah nungguin." katanya. Aku mengangguk dan tersenyum, begitu juga Diva. Kemudian ia naik motor bersama temannya itu. Lelaki yang ku tahu bernama Galang haya menatapku sekilas dan kemudian melajukan motornya meninggalkanku. Jadi kesan pertamaku pada seseorang bernama Galang tidak baik, haha... tentu saja karena tatapan matanya yang tajam dan gayanya yang terlihat dingin. Garang, cukup mendiskripsikan dirinya pada saat itu.
Masa orientasi siswa telah usai 2 hari yang lalu, saat itu hari senin. Hari pertama memasuki kelas tetap kami. Aku masuk jurusan IPA, sementara Diva masuk IPS. Agak sedih kala itu mendengar bahwa aku dan Diva tidak satu kelas. Namun kelas kami berhadapan, membuatku agak lega.
Aku masuk ke ruang kelas yang masih asing bagiku, tidak ada satupun anak yang kukenal, ada beberapa anak yang dulunya satu SMP denganku namun aku hanya mengetahui wajahnya tidak namanya. Untungnya kala itu ada seorang anak lelaki yang duduk di belakangku, dia sangat supel mengajakku bicara walau kadang ia sangat berisik dan mengganggu. Wali kelas kami masuk beberapa saat kemudian, ia memperkenalkan diri dan memperkenalkan sekolah kami. Jam sudah menunjukkan pukul 8, namun seorang anak lelaki baru saja datang. Tatapan matanya tajam, poninya acak-acakan menutupi seluruh dahinya, dasinya tidak terpasang dengan benar. Aku tahu dia, dia adalah Galang. Sahabat dari teman MOS-ku.
YOU ARE READING
BOYFRIEND
Teen FictionDia adalah Aditya Galang, seorang yang mampu membuatku menemukan diriku kembali. Seorang yang bisa menyembuhkan luka dihatiku selama bertahun-tahun. Seorang laki-laki biasa yang bisa membuatku selalu tersenyum dengan berbagai tingkah konyolnya. Mar...
