***
"Lo telat. Sepuluh menit lalu, mereka udah jalan!" jelas Putra. Sasya melepaskan diri dari pelukan sahabatnya, lalu mengulurkan tangannya, memberikan sesuatu pada Rafa.
"Apa?" Rafa bingung.
"Kejar dia! lo masih ada urusan yang belum kelar 'kan!" kata gadis itu sambil memberikan kertas entah apa itu. Rafa mengangguk dan segera memakai helmnya. Namun, sebelum pergi dia menatap kedua sahabatnya.
"Doain gue!" katanya. Putra dan Sasya hanya mengangguk.
***
"Ini dari gue buat lo, anggep aja ucapan terima kasih karena udah bikin kakak gue senyum lagi. Inget ya di jaga, ini barang kesayangan gue!" Biel memberikan Skateboard itu pada Rafa dan segera berlari masuk ke dalam mobil.
Mobil bergerak meninggalkan Rafa yang masih berdiri memegang Skateboard di tangannya. Cowok itu merogoh saku dan mengambil kertas yang di berikan oleh Sasya tadi, lalu membukanya.
"Rafa lupain saya."
Hanya itu yang tertulis di kertas yang di berikan Sheila. Kenapa Rafa harus melupakan Sheila?
Rintik hujan mulai turun. Namun, Rafa enggan untuk pergi, dia hanya ingin Sheila. Dia ingin gadis itu ada di sampingnya, walaupun Rafa tau. Sheila terlalu jauh untuk ia gapai.
Tubuhnya mulai basah tersiram air hujan, Rafa ingat Sheila, si gadis penyuka hujan, pertemuan pertamanya dengan Sheila juga saat hujan, Rafa merasa perpisahan kali inipun di saksikan hujan.
***
ESTÁS LEYENDO
Memorials[CERITA SUDAH DI BUKUKAN!]
Novela Juvenil#11#01#2019 Tanggerang, 2018. ‡ Dear Azhfar Rafardhan Rafa. Terimakasih, Pertemuan kita adalah cinta kita. Kukan selalu ada dalam hela nafasmu. Terimakasih atas semua energimu selama ini. Semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu. Memberkati ci...
![Memorials[CERITA SUDAH DI BUKUKAN!]](https://img.wattpad.com/cover/201323877-64-k928378.jpg)