Hidupku singkat! Karna hidupku dimulai dari sebuah Prolog dan berakhir dengan sebuah Epilog. Hidup yang hanya tercipta dari sebuah khayalan semata!.
-Raya Rachelia Langit-
-Distraction-
Kehidupan rumit yang harus ia jalanin, hidup diantara orang-orang yang menyayanginya tapi akhirnya ikut membencinya bukanlah hal yang mudah.
Tanggisan dimalam hari yang selalu terdengar, teriakan bisu yang selalu mengema, sungguh menyakitkan!
Keluarga kandungnya hancur begitu saja, ibu nya yang meninggal karna kesalapahaman, datangnya ibu tiri dan adek tirinya membuat semuanya semakin runyam, abang kandungnya yang sama sekali tak peduli dengannya, dan akhirnya dia pergi dari rumah.
Diangkatnya dia dikeluarga angkatnya adalah sebuah anugrah terindah baginya, tapi tak bertahan lama. Tiga tahun dia bersekolah diluar negri membuat kisah hidup keluarganya menjadi hancur lagi.
Memutuskan untuk membuat hidupnya sendiri, meneruskan masa sekolahnya di SMA yang sama dengan abang kandung, abang angkat, dan juga teman-temannya adalah pertama kalinya dia berusaha untuk tidak lari dari masalahnya.
Datang seorang bak pangeran dihidupnya, dan semuanya akan dikisahkan didalam cerita ini! Semuanya!
-Distraction-
Flashback on!
Jakarta, Indonesia.
Seorang gadis cantik ini, masih saja membenamkan wajahnya dibalik selimut tebalnya. Cahaya matahari sudah terlihat melalui sela-sela jendela kamarnya. Lihat! Bahkan dia seperti seorang Putri Tidur yang tak mau bangun.
Tok tok tokk
"Raya bangun! Lo gak mau mati kelaparan, kan?" tanya seseorang diluar kamar Raya.
"Rayy! Bangun kek, capek tau bangunin lo yang kayak kebo!" lanjutnya lagi.
Dia Keano, kakak tiri Raya. Raya sangat menyayangi abangnya ini, tapi dia sangat tidak suka kalau abangnya ini memanggilnya dengan sebutan Raya. Raya sangat suka jika abangnya memanggilnya dengan sebutan dek, seketika dia merasa terusik dengan kata-kata Keano pun bangkit.
"Dek!" panggilnya lirih. Dia lelah! Bagaimana tidak? Dia dari tadi berdiri, mengetuk pintu, dan teriak-teriak tak jelas disini.
Ceklekk
Keluarlah gadis cantik yang bernama Raya ini dengan rambut yang acak-acakan dan mata yang masih terpejam. Bahkan untuk menahan kantuk saja dia tidak bisa! Bagaimana ini? Dasar Raya.
"Apaan si bang? Raya ngantuk banget, sumpah!" ucap Raya dengan suara khas orang baru bangun tidur.
Bryan agak terkejut melihat keadaan Raya, bagaimana tidak? Rambut yang acak-acakan, mata yang terpejam, dan kepala yang menyandar ke pintu. Sungguh memiriskan!!
"Ya ampun dek, jelek banget lo. Ini kenapa rambutnya kek orang kesetrum gini? Abis ngapain aja kamu?"
Bryan mengelus-elus rambut Raya, berniatan untuk sedikit menata rambut Raya yang berantakan. Bryan menggelengkan kepalanya tak percaya, lalu terkekeh.
"Apaan si? Udah ah! Kalau udah selesai Raya mau tidur lagi, Raya masih ngantuk bang!!" rengek Raya sambil menunjukan puppy eyes nya.
"Eeiittss! Nggak boleh tidur lagi dong adek abang yang tersayangg!! Emangnya kamu tidur jam berapa tadi malam?" tanya Bryan curiga dengan adiknya sambil mengangkat satu alisnya.
"Apa? Enggak kok! Raya tadi- em- anu- ah- Raya tadi langsung tidur kok iya, langsung tidur!" jawab Raya gugup disertai cengiran.
Kebiasaan Raya adalah tidur larut malam hanya untuk sekedar, membaca novel keluaran terbaru, menonton drama korea yang sedih-sedih, dan juga rela menunggu idol k-pop nya yang comeback walaupun ditengah malam. Padahal ia adalah termasuk dalam golongan orang yang sangat senang tidur.
"Udah! Gak usah bohong, sekarang mandi abang tunggu disini!" ucap Bryan sambil tersenyum jahil.
"Yaudah, Raya bakal mandi. Tapi abang tunggu Raya dibawah aja ya!" melas Raya.
"Abang bakal tunggu disini, abang tau nanti kamu bakal tidur lagi kan? Atau abang harus ngadu ke bunda kalo kamu suka begadang?" tawar Bryan sambil menaik turunkan alisnya dengan serigai yang muncul.
Raya pun langsung berbalik badan masuk ke dalam kamarnya, megambil dimana handuknya berada dan berjalan menuju kamar mandi dengan handuk yang tersampir dibahu sebelah kirinya. Bryan melihat gerak gerik Raya diatas kasur hanya bisa terkekeh geli dengan tingkah adiknya ini.
"Salah sendiri nggak mau bangun," gumam Bryan dan terkekeh pelan.
Blaamm
"Astagfirullah!" ucap Bryan kaget sambil menggelus dada bidangnya dan menggelengkan kepalanya, karna Raya yang menutup pintu kamar mandi dengan sangat kencang.
"DASAR TUKANG NGADUU!!!" teriak Raya kesal dari dalam kamar mandi.
Seketika rasa kaget Bryan terganti dengan tawa terbahak bahak, karna melihat adiknya yang begitu kesal. Bahkan disaat seperti ini dia sangat suka mejahili adiknya.
-Distraction-
Ini cerita pertamaku, jadi mohon dimakhlumi bngt kalo ini berantaka, jelek, gaje dll. Pkoknya makasih seengaknya kalian udh mau baca cerita aku:), gomawo!
Dimulmed itu Raya!
Jangan lupa Vote dan Komen!!:)
Terimakasih.
YOU ARE READING
Distraction
Teen FictionDia adalah seorang gadis cantik yang sangat tegar, selalu berusaha menutupi luka dan kesedihannya. Gadis yang terkenal dengan kenakalannya, kecuekannya, dan juga kedinginannya. Tapi, siapa yang tahu kalau gadis ini adalah gadis yang sangat rapuh?. S...
