LARI

27 7 16
                                        

1

Perlu di ingat!!!!!

Kisah ini saya buat sendiri tanpa mencontoh novel lain, dan ini murni dari otak saya yang berantakan.
Sebelumnya saya tidak pernah membaca karya tulis apapun, tetapi saya suka nonton anime dan saya mempelajari apa yang saya lihat.
Jika ada kesamaan tokoh, tempat dll itu hanya kebetulan belaka.

Druang Druang Druang!!!!! Suara panci menggelegar dengan kerasnya dari ruang tengah pertanda pagi sudah dimulai.

"Bangun!!!! Oi lu bangun kagak....

Sayup sayup mata Ramdan mulai terbuka, dengan penuh kelelahan dan rasan yang berat sekali di setiap pagi datang.

"Oiii!!! Lu punya kuping kagak sih !!!
Bangun!!!! Dasar anak gak guna !!!......
Lu bangun kagak ! Apa perlu gua getokin nih panci ke jidat lu...
Astaga... susah amat sih bangunin lu yang kayak hewan!.
Jadi nyesel gua gedein elu, Tau gedenya kayak gini mending gua hanyutin lu saat bayi dulu!.....

Begitulah setiap hari sarapan Ramdan dari ibundanya.
Mata Ramdan pun mulai terbuka dan 50% nyawa sudah mulai masuk ke sela sela tubuhnya.
Walaupun itu agak lambat 1 menit baru terisi 50% setidaknya masih bisa bangun.

"Iyeee iyeee gua bangun, bawel amat sih lu jadi orang tua! Gua juga nyesel lu gedein kalo gedenya kayak gini......

Sahut si ramdan sambil ngomong pelan.

"Eh apa lu bilang?.......

Dengan kecepatan seperti kilat si ibu Ramdan menghampirinya di kamar.

"Dasar anak gak tau di untung ya elu!! Capek capek gua gedein elu apa ini balesan yang gua dapet !!...
Dan panjang kali lebar pun keluar dari mulut si ibu ramdan.

"Yak elah ini orang apa apan sih padal gua ngomong pelan kok bisa denger sih.....

dalam hati dia bergumam sendiri sambil memasang muka datar di wajah yang baru mendapatkan 70% nyawa dalam tahap pengisian menuju full,

"Dasar siluman!"

Begitulah suguhan sarapan setiap pagi si Ramdan.

Dia mencoba melihat ibunya yang baru saja keluar dari kamar 2x2 miliknya, dia melihat dari lubang tembok yang sudah berlubang, apa yang dia lihat seperti biasa.

"sehabis ngomel pasti siluman itu ngilang gitu aja...

Sambil merenggangkan semua sendi tulangnya, dia beranjak dari tempat tidur yang ala kadarnya, dan bergegas keluar untuk mencari makan.

Dalam perjalan dia selalu di suguhi dengan pertengkaran para tetangga antar tetangga yang mempermasalahkan utang piutang.

Berjalan 10 langkah dia di suguhi lagi oleh suami yang sedang olahraga pagi dengan menampar istri karena uang yang dia berikan kurang mencukupi.

Begitulah pemandangan setiap harinya yang tidak pernah berubah.
Dengan santainya Ramdan menikmati pemandangan seperti ini, karena dia sudah terbiasa sejak kecil, sampai dia berumur 18 tahun ini.

*Krucuk!!
Suara perut Ramdan mulai berdendang,
Sambil mengelus perut dia melihat kanan kiri, dia bergumam sendiri,

"makan apa ya hari ini.....

Ramdan sebenarnya mempunyai uang tetapi setiap dia menyimpanya, sang ibunda mengetahui tempat penyimpananya.
walaupun itu di sabang pasti bakal ketemu dan terendus oleh sang ibu siluman itu.
Tetapi dengan bodohnya si Ramdan gak pernah kapok untuk menyimpan uangnya walaupun ujung ujungnya juga hilang.

"Ah sip gua nemu sarapan bergizi....
Mantap makan enak gua hari ini, gak rugi siluman itu ngebangunin gua sepagi ini.

~Nama makanan yang di lihat Ramdan adalah gerug, makanan khas di daerahnya, terbuat dari telur untuk menggulung daging dan nasi, harganya juga lumayan sih untuk kalangan sekelas Ramdan.

Tanpa melihat kanan kiri, langsung saja dia mengambil dan memakanya sambil berjalan seolah olah itu adalah miliknya sendiri.
Dan Tidak berselang lama...

"Oii bangsad !!!!.......

Teriak seseorang tidak di kenal menggelegar.
Seolah tanpa dosa Ramdan menengok dengan santai.

"Dasar keparat kembalikan makanan gua !...

Teriak sang pemilik tidak ridho makananya raib.

"Apakah ini makanan mu?....
Sambil menunjukan makanan kepada sang pemilik.
Dengan muka kesal dia menghampiri Ramdan yang sudah berjarak 15 langkah darinya.
Tanpa pikir panjang Ramdan langsung melahap habis makanan itu...

"Dasar keparat tidak tau diri!! Mati saja kau !!...

Teriak pemilik makanan sambil berlari mengejarnya.

"Time to run !!!! Mayan olah raga pagi.

Drap drap drap..... suara langkah kaki yang mengayun dengan cepat mengisi lorong lorong perkampungan sempit.

"Oiiii bajingan.... Berhenti atau gua cari lu sampai mati!!!
Teriak pemilik makanan yang di curi.

"Hahahaha..... Ayo kejar terossss biar sehat dan kuat badan kita.

Ramdan membalas ucapan kasar itu dengan teriakan penuh kegirangan.

Drap drap drap.....
Laju lari si Ramdan semakin di percepat....
Dengan lihainya, dia menghindari semua rintangan yang ada di dalam lorong untuk terus berlari.....
"Awas kau bajingan!!!....
"Akan ku patahkan kaki mu !!!!...
"Ingat itu !!!!....

Teriakan penuh amarah itu membuat lorong sampai bergema, Seketika menghentikan aksi kejar kejaran yang sedang berlangsung

"Ahhahahaha !!!
Suara tawa Ramdan yang begitu lepas lega menertawakan si pemilik makanan,
Oke gua tunggu apa yang lu katakan.
Sahut Ramdan dengan muka lusuh bahagianya, sambil terus berlarian kecil menjauh dari sang pemilik makanan.

"Awas kau!! Tikus got, kamu bisa tertawa hari ini dan kau akan menderita suatu saat!
Kau belum tau siapa yang kau permainkan.

Dengan nada kesal si pemilik makanan meracu sendiri karna merasa di lecehkan oleh tindakan Ramdan.

Dan begitulah si Ramdan bertahan hidup...
Di tengah kerasnya kota yang kotor dan kejam.

Untuk kelanjutan ceritanya akan di sambung jika mood saja 🤣🤣
Jika kurang asyik maafkan karena saya masih sangat pemula dalam mengisahkan cerita.
Oh iya untuk kritik dan saran nya saya tunggu.
Jangan lupa kritik yang sangat pedes! Karna Kalo nanggung saya jarang tersulut.
Terimakasih sudah membaca sampah yang tidak layak di publish kan.... 😂

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar.

Sinar Dari TimurWhere stories live. Discover now