Hari ini adalah hari pertama arafa kembali masuk sekolah, setelah libur panjang kenaikan kelas 11, Arafah syakilla atau biasa dipanggil Ara.
Gadis cantik dengan rambut sebahu dan mataa coklat terang.
Ia bergegas menuju kamar mandi karna jam sudah menunjukkan pukul 06.45, sial ini hari pertama kembali ke sekolah namun ia sudah terlambat lagi, belum lagi ia harus menjemput sahabat nya dahulu, pasti sahabatnya akan sangat marah.
Arafah bukan gadis pendiam atau seorang kutu buku yang selalu diperpustakaan, ia juga bukan seorang perempuan hits yang suka pergi ke clubing.
Dia gadis biasa, bahkan sangat biasa hanya saja terkadang sikapnya bisa berubah seperti orang gila jika sudah bertemu sahabatnya.
Arafah sudah menyelesaikan mandinya dan mulai memakai bedak bayi tabur dan mengoleskan liptin di bibirnya.
Tanpa menunggu lama ia langsung mengambil sepatu dan kunci motor lalu lari kebawah, setiap pagi bundanya akan menyiapkan teh hangat dan roti coklat untuk arafah, arafah memang sudah terbiasa meminum teh dipagi hari. Itu semua berkat neneknya dulu yang selalu memberi minum arafah teh, dan kebiasaan itu selalu dilakukan sampai arafah besar.
"arafah yaampun kamu ini kebiasaan, pake liptin pake bedak tapi ga disisir rambutnya." omel siska ibu arafah
"Yaelah bun, kan biar ara di sisirin sama bundaa bun" jawab keysa dengan cengiran sambil mendudukan bokongnya di korsi
Ibunya hanya menggelengkan kepalanya sambil menyisir rambut arafah.
"yaudahh itu dimakan sarapannya" ucap bunda
"Siappp bundaaaaaaaa"
Tak butuh waktu lama untuk arafah makan, karna ia bukan tipe perempuan yang selalu menjaga image dimanapun berada.
"bun udah yaa, ara mau brangkat nanti rein marah-marah kalo ara lama datengnya"
"iyaa, hati-hati bawa motornya jangan ngebut"
"Siap bundaaa"balas arafa sambil mencium tangan ibunya.
Saat ia berjalan keluar ia menemukan abangnya yang sedang bersiap juga untuk kesekolah.
"Eh ada abang jelek, ara berangkat duluan ya abang" ucap arafah kepada abangnya arafi
"De, lo berangkat bareng gua aja ngapa si? Masih kecil sok banget bawa motor sendiri" balas arafi
"Abangku yang sangattt jelek, Adekmu ini mempunyai sahabat yang senantiasa selalu bersama, jadi adekmu ini pasti akan menjemput sahabatnya. " balas arafah dengan gaya tengilnya
" Aelah Biarin reina berangkat sendiri kek, lo ga mau berangkat sama abang lo yang ngehizt satu sekolahan? "
"Bacot bener dah lu bang, lu minta gua bareng sama lu karna lu ga punya pacar kan? Dan lu selalu kesepian kan? Ngakunya famous tapi pacar aja gapunya cih!" jawab keysa dan langsung menggunakan sendal batman nya, Arafah langsung pergi meninggalkan abangnya setelah sendalnya terpasang sempurna dikaki
"woi peranakan lumba lumba, kalo mau sekolah tuh pake sepatu jangan pake sendal batman"teriak arafi karna arafa sudah akan menaiki motornya.
"males gua, gua anak sultan sekolah pake sendal juga gapapa" balas arafah dan langsung menjalankan motornya ke rumah reina
Arafah memang selalu memakai sendal setiap pagi, tapi itu hanya sampai kerumah reina, karna jika sudah sampai rumah reina ia menggantinya dengan sepatu yang ia taruh di jok motor.
Entah apa alasannya arafah memang sangat suka melakukannya setiap hari.
Butuh waktu 5 sampai 10menit untuk menuju rumah reina, karna mereka juga masih satu komplek hanya saja jarak rumah mereka berjauhan.
Sesampainya di rumah reina ara memarkirkan motornya asal dan membawa sepatunya sampai depan pintu rumah reina, tanpa perintah ia mendudukan bokongnya diubin dan berteriak sambil memakai sepatuu
"Reinn!!! Berangkat sekolahh woi"
"rein buruan, keburu gua tau darimana asal air buah kelapa"
"Woi rein tawuran aja yuk!!! "
"Rein gua panggilin pa rt ya? Rumah lu sepi amat si"
Arafah terus berteriak sambil memakai sepatunya tanpa memikirkan orang2 yang akan terkena sakit telinga karna teriakannya. Bahkan sudah dari tadi reina berdiri di belakang arafah namun arafah tetap saja berteriak tak jelas.
Karna kesal reina langsung menjabak rambut arafah dan berteriak tak terlalu kencang di telinga arafah
"lo ngajak berangkat bareng apa mau unjuk rasa anjing! Untung aja orang tua gue udah berangkat kerja semua" kesal reina
"eh neng rein, udah siap ya. Om tante udah berangkat kerja juga? Ko tumben pagi pagi udah berangkat, yaudah yuk berangkat sekolah sama neng gelis arafah" balas arafah dengan cengiranya
"najis banget gua punya temen sarap kaya lu ra, pagi palalu ini tu udah jam 7 lebih" balas reina lagi
"Ohh udah jam 7 yaudah yu, berangkat samaaa neng ara" jawab arafah santai sambil berjalan ke motornya
Mereka memang selalu bertengkar setiap hari, dan selalu berangkat kesiangan bersama. Namun mereka sama sekali tak mempermasalahkan hukuman yang akan mereka dapat.
Bukankah indah memiliki seorang teman yang selalu ada disamping kita dan mengerti semua yang kita mau tanpa harus menjelaskan? Justru arti sahabat menurutku adalah mereka yang tak marah ketika kita berbicara kasar namun malah khawatir jika kita menjadi sosok yang pendiam.
Terimakasih temanku, sahabat, atau lebih dari itu aku merasa lebih berharga saat bersamamu.
Reina adisti.
Thanks for reading❤
Bantu cerita ini untuk terus berkembang❤
Jangan lupa vote dan komen, share jugaa hehe❤
YOU ARE READING
love Triangle
Teen FictionPernah mendengar tentang cinta segitiga? Ah mungkin sering. Bagaimana rasanya? Tentu saja sangat menyakitkan. Terjebak antara kisah cinta yang sangat rumit. Ya ini kisah tentang seorang gadis cantik yang mencintai seorang pria yg dicintai sahabatny...
