1

990 110 12
                                        

Dyandra Sooraya Wiratmaja

"Bu, Chandra ngantuk"

Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun menghampiriku. Sambil mengucek matanya, dia menarik bagian bawah dress yang ku kenakan.

"Anak ibu mengantuk...?" Tanyaku memperjelas.

Dia pun mengangguk.

Ku angkat tubuhnya dengan ke dua tanganku, kunyamankan posisinya dalam bahuku, kutepuk pelan bahunya sambil ku goyangkan perlahan ke kiri dan ke kanan.

"Chandra bobok di gendong ibu dulu ya, kita tunggu ayah selesai bertemu dengan temannya" tuturku pelan.

Sudah tak ada lagi sahutan, gumaman atau anggukan. Dia sudah terlelap dalam gendonganku.

Dia adalah,,,

Chandra Narenjun Wiratmaja.

Buah hatiku dan suamiku.

Chakra Yolando Wiratmaja.

Malam ini adalah pesta perayaan aniversary pernikahan kami yang ke 7.

Sejujurnya aku sungguh tak suka keramaian, aku lebih suka tempat yang tenang. Namun aku sadar diri, siapa orang yang menikahiku dan menjadi suami sah ku selama 7 tahun ini.

Dia adalah seorang pengusaha Batu Bara yang tentu saja memiliki banyak rekan bisnis.

Selain itu, dia juga mempunyai usaha Catering yang dia percayakan kepada salah satu sahabatnya.

Acara Anniversary kami tahun ini, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hanya ada beberapa dari tamu undangan yang ku kenal.

Aku melirik arloji mewah yang melingkar di pergelangan tangan kiriku.

Tentu saja dibelikan oleh suamiku.

"Sudah jam 11 ternyata" gumamku.

Kami menyewa satu gedung di salah satu hotel berbintang di Surabaya.

Sungguh, berada di keramaian seperti ini, menerima begitu banyak ucapan selamat, bertemu dengan banyak orang yang tak ku kenali, bukanlah sesuatu hal yang membanggakan untukku. Tapi sekali lagi, aku bisa apa...?

"Dy, kamu pasti capek ya, sini Chandra biar mbak yang gantiin gendong"

Di tengah lamunanku kakak iparku datang dan menawarkan bantuan.

"Gak apa-apa mbak, nanti malah bangun, kasihan" tolak ku halus.

Dia Yollanda Wiratmaja,, kakak iparku yang begitu menyayangiku seperti adik kandungnya. Dia adalah sosok yang lembut dan baik, setidaknya padaku. Namun terkenal cuek dan to the point jika dengan orang lain.

Dia sudah menikah dengan seorang pemilik salah satu Resort di Bali. Namanya mas Doni Hendrawan.

"Beneran gak apa-apa..?" Tanyanya lagi.

Aku pun hanya mengangguk sambil tersenyum tulus.

"Sepertinya sebentar lagi acaranya selesai, sebagian teman-teman dan rekan bisnis Chakra juga sudah pulang"

"Iya mbak" jawabku seadanya.

"Kamu gak mau ikut nimbrung sama suami kamu disana..?" Tanyanya.

"Enggak ah mbak, kasihan Chandra nanti kebangun" jawabku beralasan.

"Maafin adek mbak ya Dy, dia memang cuek, tapi sebenernya dia sayang banget sama kamu, cuma ya gitu Dy,, gak peka an anak nya"

"Iya mbak, gak apa-apa kok, kan memang setiap orang punya ciri khas masing-masing" ucapku sambil berusaha tertawa lirih.

DYANDRADonde viven las historias. Descúbrelo ahora