Untuk Apa Mengenal

29 3 2
                                        

"Bangun kak!''suara imut adikku membangunkanku seketika.Targetku membangunkan adikku gagal pagi ini
,semalam aku telah menargetkan untuk bangun lebih pagi untuk membangunkan adikku tapi sama saja,meskipun ini hari pertamaku pindah ke SMA baru tidak bisa merubah kebiasaanku.

"Dek,mau adek yang mandi dulu apa kakak dulu?''tanyaku sambil bangkit dari ranjang.

"'Em...kakak dulu aja deh,soalnya aku mandinya lama,biar kakak nggak telat,''jawabnya.Jawaban adikku selalu memuaskan kakaknya,aku bangga punya adik sepertinya.

"Yaudah,makasih Dek,''

Hari ini aku pindah ke sekolah baru dan pagi ini ibu memasakkkan menu kesukaanku yaitu nasi goreng pedas.Entah kenapa ibuku tidak seperti ibu-ibu pada umumnya yang melarang anaknya makan makanan pedas di pagi hari.Aku sengaja mengambil porsi yang lumayan banyak supaya saat perkenalan nanti grogiku tidak keluar,nggak tau sih,apa hubungannya hehe

----#####----

Kukayuh sepedaku diarah jalan yang tak seperti biasa aku lalui,ya kini aku pindah sekolah di awal semester 2 ini,tak usah diungkitlah kenapa aku pindah sekolah karena itu tidak ada hubungannya dengan kisah ini:)...

Sampailah aku disekolah baru.kuparkir sepedaku di bagian parkiran yang sepi,hangat lembut mentari pagi menerpa sebagian wajahku yang membuatku memandang asal mentari yang sebagian cahayanya tertutup gedung sekolah yang lumayan besar ini.

Aku berjalan melewati koridor yang disana telah terpampang suasana siswa siswi yang baru datang maupun yang datang awal,aku melewati mereka,sebagian melihatku dengan tatapan penasaran karena aku baru disini,sebagian lain asik berbincang dengan teman temannya mengenai liburan semester 1 mereka.

Aku pun memasuki kelas yang telah diarahkan pak guru kepadaku,kelasku nampak masih sepi,kulihat setiap bangku telah diberi nama masing-masing,aku berjalan kebelakang mencari bangku yang belum dinamai,akhirnya kutemukan satu bangku yang kosong....dari sinilah awal kisah "seandainya" dimulai:)

Aku pun menempati bangku itu.murid yang lain pun mulai berdatangan,tak sengaja mataku teralihkan untuk membaca nama bangku disampingku yang pemiliknya belum datang...

"Sher...lia...L..i...aish tulisannya jelek,"gumamku sambil menggaruk kepala.

"Sherlia Lina,"suara dari depanku tiba-tiba mengejutkanku,ternyata pemilik bangkunya datang.

"Eh maaf,hehe,"spontan aku ucapkan sambil menjauhkan pandanganku dari tulisan namanya.

Kini dia duduk disampingku...wangi rambutnya merebak masuk ke hidung,inilah kisah awal kami yang bakal berujung tragis nanti.

Belum sempat kami mengobrol,Bu guru telah memasuki kelas.hmm,inilah saatnya aku memperkenalkan diri didepan mereka.

"Ya anak-anak,kita kedatangan murid baru kali ini,ya untuknya kita persilahkan untuk memperkenalkan dirinya didepan,"sambut Bu guru sambil sesekali melihatku.

Aku berdiri dan melangkah menuju kedepan,tapi kini,yang ada di pikiranku adalah..

Seandainya aku tidak perlu dikenal oleh mereka...itu tak masalah...asalkan dia mengenalku dan aku mengenalnya,lina

----#####----

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 15, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SeandainyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang