Pagi ini Riana bersiap-siap menuju ke sekolah. Ia bersekolah di SMA Harapan. Sebelum berangkat Riana menghampiri mama dan papanya di meja makan.
" Ma, Pa. Riana berangkat dulu ya " Sambil mencium tangan Elyas papanya dan Liana mamanya.
" Kamu gak sarapan dulu " Tanya Liana.
" Riana buru-buru ma" Sambil bergegas pergi dengan membawa satu buah roti di tangan.
Dia pun langsung menuju sekolahnya mengendarai mobil sport berwarna merah kesayangan nya, hadiah dari Papanya sewaktu ia memasuk i kelas 11 SMA.
Setelah sampai di sekolah, ia berjalan menuju kelasnya 12 IPS 1. Biarpun ia anak IPS, tapi ia tidak nakal seperti teman-temannya. Dia tidak pernah mencontek saat ujian bahkan bolos pun tidak pernah.
Di perjalanan menuju kelas ia tak sengaja menabrak seorang laki - laki.
" Sorry " Kata Riana , kemudian ia langsung pergi begitu saja. Cowok itu hanya tersenyum.
Setelah sampai kelas. " Hei, pada nulis apa kalian?" Tanya Riana kepada Maura dan Elsa sahabatnya.
" Biasa buat ulangan nanti,hehe" Jawab Elsa sambil meneruskan mencatat.
" Lu udah belajar? Hari ini kan ulangan." Tanya Maura kepada Riana.
" Udah sedikit" Sambil duduk dan mengambil buku catatan sejarah di tasnya.
" Entar kasih tau ya jawabanya hehe" Kata Maura sambil sok sok an memelas.
" Ngapain minta jawaban sama gue, bukanya udah pada nulis buat contekan " Jawab Riana sambil tertawa.
" Lu mah gitu ri" Jawab Maura.
" Iya iya ntar gue kasih tau, tapi lain kali belajar dong jangan ngandalin orang lain terus ya"
" Makasih Riana cantik" Kata Maura sambil tersenyum. Ya seperti itulah mereka, setiap ada tugas dan ulangan pasti ngandalin Riana. Untung Riana teman yang baik.
Kring..kring..
Jam pelajaran pun di mulai, bu Alya guru Sejarah datang, tapi ia tidak sendiri ia bersama dengan murid baru.
" Selamat pagi anak-anak. Sebelum memulai pelajaran, perkenalkan dulu dia anak baru." Kata bu Alya kepada semua muridnya.
" Kenalkan gue Arya putra wardana. Biasa di panggil putra."
" Wardana? Bukanya itu kepala sekolah di sini ya bu" Tanya salah satu murid.
" Iya dia memang anaknya bapak Wardana. Putra kamu duduk di sana ya" Kata bu Alya sambil menunjuk bangku kosong di sebelah Riana.
Ia pun berjalan menuju bangku yang telah di tunjukkan gurunya. Kemudian dia duduk di sebelah Riana.
" Hai,gue putra. Luyang tadi pagi kan" Sapa putra kepada Riana.
" Riana" Jawab Riana tanpa menoleh kepada putra. Pelajaran pun di mulai.
Setelah pelajaran sejarah selesai, ketiga cewek itu pun bersiap-siap untuk ke kantin. Sebelum itu Maura dan Elsa berkenalan dulu dengan putra.
" Mau ikut ke kantin gak?" Ajak Maura kepada Arya.
" Maksih, kalian duluan aja"
****
Jangan lupa vote dan komen ya
Bonus pict Riana
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Bonus pict Maura
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Bonus pict Elsa
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.