[HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA KARENA ADA PART YANG DIPRIVAT]
SELESAI MEMBACA JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERUPA KOMENTAR DAN VOTE SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR🥺🙏💚
BERHENTI UNTUK PLAGIAT! INI CERITA ASLINYA⚡✨
SEDANG DALAM PROSES :
• Re...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
JANTUNGKU berdebar tak karuan. Butiran keringat mulai meluncur lepas di pipiku. Seluruh badanku kaku. Seolah-olah, sihir tatapan tajamnya telah membuat aku terpaku.
Sihir ketampanannya, seolah-olah musnah ketika dia menatapku dengan tatapan setajam pisau. Lebih tajam dari pisau, lebih runcing dari tombak.
Darisitu, aku tahu, bahwa aku lah, yang bersalah disini. Namun, tidak semuanya murni kesalahanku. Ini semua juga karena cowok tampan itu--yang sekarang menatapku dengan tatapan mengintrogasi.
Gawat! Dari arah kananku, seorang cowok ganteng dengan penampilan lebih style itu juga terlihat senewen denganku. Tidak hanya memandangku, pria itu juga menatap seorang cowok yang tadi menatapku dengan tajam.
Tuhan, tolong selamatkan aku sekarang, juga! Sudah ku jelaskan berulang kali, bahwa ini hanyalah salah paham. Aku hanya sedang menenangkan pria itu yang sedang bersedih. Sudah, itu saja. Tidak lebih.
Namun, seorang cowok di sisi kiri ku, salah menangkap kenyataan yang sebenarnya. Dia mengira, aku sedang berselingkuh dengan pria itu.
Aku memutar otak untuk segera menemukan jalan agar dua cowok ini tidak lagi bertengkar hanya karena kesalahpahaman. Bibirku juga kelu untuk mengeluarkan sepatah kata.
"Gue kasih lo pertanyaan satu, aja, Cha!"
Jantung gue semakin berdebar tak karuan. Bagaimana jika ia memintaku dengannya putus? Tidak! Itu tidak akan kubiarkan terjadi. Aku masih menyayanginya. Dia juga sebaliknya. Umurku dengannya, hanya terpaut satu tahun lebih tua dia.
Bibirku, mulai bergetar untuk menjawab pertanyaan itu. "Per-ta-nyaan a-a-paan kaa-k?"
Demi Tuhan, aku terlihat seperti seorang cewek yang tengah ketakutan menghadapi suami yang sedang memergoki istrinya sedang bersama lelaki lain. Tapi itulah yang kurasakan. Di sisi lain, aku tak mau hubunganku putus dengan dia. Di sisi lain pula, aku juga tak mau persahabatan ku dengan pria yang seumuran denganku malah musnah.
"Hanya pertanyaan sederhana, Icha Raveena. Pilihan ini ada di tanganmu," jeda cowok itu sambil menggeram kesal. Pengunjung kafe itu menatap kami bertiga dengan tatapan aneh. Aku juga semakin takut sendiri. Apalagi pria yang ada di samping kanan ku, tak juga berbicara. Apa dia juga kelu untuk berbicara?
"Pilih detik ini juga. Lo, pilih gue, Arga Regantara, atau dia, Ken Aldrich Mahendra?"
====================
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
HAI HAI HAI!!!! 🖤
SALAM kenal semuanya. Ini work baru aku, ya!
Semoga kalian mendukung dan tetap membaca cerita saya yang pertama ini.
PERKENALKAN NAMA SAYA ZAKI SEPTIYONO. BISA PANGGIL SAYA ZAKI AJA BIAR AKRAB. 💙💙
Mau tanya, APA KESAN KALIAN SAMA PROLOG INI?
SPAM NEXT DONG BIAR GAK SIDER.
kalau BLACKSWEET udah selesai, kalian mau Sad end atau happy end?