" cukup adalah sesuatu yang pas untuk menakar semua hal yang ada, seperti halnya saat kita membuat teh, dikala kita menambahkan gula yang cukup maka rasa teh akan pas tetapi jika gula berlebihan itu akan membuat rasa teh terlalu manis, dan juga tak baik untuk diri kita sendiri, begitu juga dengan kehidupan saat ini yang di mana semua hal terlalu baik bisa saja menjadi hal yang sangat buruk"
Untuk pertama kalinya Bella menampakan kakinya di sekolah barunya, dengan rasa berdebar debar ia mulai memasuki gedung sekolahnya itu, sekilas mata Bella sempat melirik ke sebuah papan yang bertuliskan " SMA HIMEYURI". Di lihatnya wajah wajah asing berkeliaran di sekitar Bella yang senantiasa membuat Bella merasa tertantang untuk mengenalinya satu satu, dengan rasa yang campur aduk Bella mulai mencari cari sosok yang akan dia anggap sebagai teman, tapi sayangnya Bella tak kunjung menemukanya hingga sebuah suara tiba tiba keluar dari speaker " bagi para siswa siswa baru, di harapkan berkumpul di lapangan tengah sekolah " dan suara suara itu di ulang ulang sebanyak 3 kali berturut turut. Sesegera mungkin Bella berlarian menuju lapangan tengah yang membuat ia tak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf gue ga sengaja"
Tetapi di abaikan maaf Bella olehnya, dan langsung pergi, dengan geramnya Bella pun kembali bangun dan pergi menuju lapangan tengah. Di sana di bacakanlah ruangan ruangan yg sudah di tentukan.
" Bella Rosalia, silahkan menuju ruangan X3 " ucap seorang panitia yang sedang berdiri di depan di temani keringat yang bercucuran.
Bella pun kemudian pergi mencari ruangan tersebut, akan tetapi Bella belum menemukanya Bella merasa was was dan takut, sambil berjalan cepat ia mengecek satu2 ruangan kelas yang ada , tertujulah bola mata Bella terhadap ruangan kelas yang berada di pojok kanan tersebut dan benar saja itu ruangan yang Bella cari. Ketika Bella sudah memasuki ruangan kelas, ia pun segera pergi mencari tempat duduk yang kosong , dan hinggaplah gambaran di pojok belakang sana, malu yang tak tertahankan Bella rasakan karena keterlambatannya memasuki ruangan kelas, Bella mendapat teman sebangku perempua, saat Bella berkenalan ia terlihat begitu baik dan lembut diberitaulah namanya Della. Dari situlah awal mula Bella mendapatkan seorang teman, kemudian Bella kenal dengan dia yang duduk di depan bangkunya, di ucaplah Andra namanya, nama yang indah dan menarik untuk seorang perempuan.
Hari demi hari berlalu, dimana Bella merasakan suka dukannya saat MOS, di mana ia di suruh untuk mengepang rambutnya dengan 5 kepangan, mengganti pita dengan tali rapiah yang di lilit di jalinan rambutnya, lalu mengganti tali sepatu dengan tali lain yang berwarna, memasangkan lonceng di kedua sepatu yang di pakai, sehingga ketika berjalan pasti terdengar nyaringnya bunyi lonceng, tak luput juga dengan memakai topi anyaman yang di pinggirnya di gantung tutup botol minuman soda, sehingga berbunyi krincing2 ketika tutup botol itu mulai bergesekan, dan yang paling Bella benci adalah ketika para panitia menyuruh untuk menggunakan tas dari karung beras, seketika Bella merasa bahwa dirinya sudah siap untuk bernyanyi di perempatan dekat rumahnya. Penderitaannya tak selesai di situ, sempat juga Bella dengan Della di hukum karena terlalu lama di toilet, dengan rasa malu mereka berdua di hukum untuk bernyanyi di lapangan sekolah yang di mana seisi sekolah sedang melihat ke arah mereka.
YOU ARE READING
Everything Starts In Three Seconds
Teen Fiction"Ga usah cemberut gitu kali" Ungkap Putra secara tiba-tiba yang berhasil mengagetkan jantung kecil Bella. Sebagai seorang Putra untuk menghadapi gadis yang membingungkan seperti Bella mungkin harus mengupgrade sedikit tingkat kepekaanya, jika tak i...
