prolog

8 2 0
                                        

Triingggg......

Suara alarm menggema keseluruh pemilik kamar yang bercat biru itu sehingga membuat ia terbangun dari posisi nyamannya.

"azzzurrrraaaa wake uppppp!!!"

Shit.

Umpatnya dalam hati

'tak bisakah ia bangun dengan tenang'

Pikir seorang gadis yang memiliki arti nama biru langit, Fellah Azzura nama yang indah seindah mata yang di milikinya.

Dengan setengah hati azzura bangun pada tempat ternyaman dunianya.

"yesss mooommm" teriaknya setelah berhasil menyeimbangkan tubuhnya untuk berdiri.

Zura langsung menuju kamar mandi yang berada didalam kamar gadis penggemar warna biru itu.

Menyiapkan diri untuk berangkat ke sekolah yang ia cintai jika jam kosong.

"yes I am ready"

Ucapnya setelah puas melihat dirinya melalui cermin di hadapannya.

Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal .

Zura melangkah keluar kamar menuju lantai bawah tepatnya dapur untuk mengisi tenaga alias sarapan.

'pagi little mouse"

"pagi baby"

Sapaan yang sudah biasa zura dengar tiap pagi.

Ryan adhimas sedang membaca Koran langganan yang ia miliki.

Dan ayu tarry menata makanan di meja lalu memberikan secangkir kopi kepada ryan dan dibalas dengan senyum di bibir laki laki berusia 42 tahun itu.

Dua sepasang yang paling azzura sayangi didunia ini,

Keluarga sederhana tapi tidak membuat azzura kurang bersyukur ia dan kasih sayang kedua orang tuanya sudah cukup bagi zura.

Zura menghampiri keduanya, dan tidak lupa mencium kedua pipi orangtuanya.

"pagi juga my parents" balas sapa zura dengan senyum manisnya.

Ia pun duduk dan langsung memakan makanan yang dibuat oleh mamanya

Favorit keluarga yaitu nasi goreng.

"zura mau berangkat sama papa ke sekolah?"

Zura yang sedang minum susu melihat kearah ryan dan langsung menganggukan kepalanya.

"iya mau pa" jawabnya dengan hati yang senang

Jarang sekali zura berangkat bersama papanya dikarenakan perkerjaan ryan yang diharuskan pergi keluar kota untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"zura masuk ke dalam sekolah ya pa" ucapnya saat mobil ayahnya terpakir di depan sekolah

"iya, belajar yang bener"

Yang di balas acungan jempol milik azzura.

Azzura melangkah masuk ke dalam gerbang sekolah yang bertuliskan Alterio.bersama para siswa yang ingin memasuki ke dalam sekolah. Serta menyapa asep satpam sekolahnya yang berkumis tebal.

Eits walaupun berkumis pak asep tidak segarang kumis tebal yang ia miliki.

Hatinya seperti kapas dan juga pelit jika diminta untuk membuka gerbang.

"saya takut dimarahi oleh bu wina" ucapnya jika diminta para siswa untuk membuka gerbang sekolah.

Guru bk yang terkenal galak di alterio.

Azzu & RionWhere stories live. Discover now