Hancur

113 23 25
                                        

Sunyi , sepi , tenang dan ....
Hancur.

Gadis itu merasakan itu saat ini.

Beberapa menit yang lalu.

"Maaf , gue bakal pindah ke jerman hari ini dan Gue nggak yakin kalau kita bisa jalanin semua ini tanpa cobaan del." Ucap seorang laki-laki yang di perkirakan pacarnya eh larat , mantan pacar nya.

Tiba-tiba?. - batin gadis itu.

"Hah?, Ma-maksud Lo?." Tanya gadis itu ragu.

"Gue yakin Lo paham, jangan pura-pura bego gitu deh. Otak jenius Lo kemana?."

"2 tahun Lo mau nyia-nyiain hubungan kita?, Jadi Lo belum percaya sama gue hah!? Setiap hubungan selalu didasari dengan kepercayaan, van!." Ucapnya sendu dan cairan bening menetes dari matanya secara bersamaan.

"Bukan gue nggak percaya, tapi gue belum siap LDR-an beda negara , dan gue juga belum yakin kalau kita bisa jalanin ini semua dengan baik."

Drttt drtttt drtttt .
Suara handphone Revan bergetar menampilkan nomor sang mama.

"Maaf del , gue harus pergi, mungkin ini yang terbaik buat kita. see you and take care of your health." Lanjutnya dan langsung memeluk tubuh mungil Nadel , tanpa disangka Nadel juga membalas pelukan Revan.

Revan melepaskan pelukan mereka. "Semoga Lo dapat nemuin laki-laki yang pantas melebihi gue." Ucap Revan dan pergi meninggalkan Nadel , sendiri.

16-september-2019.

Jika saja ku tahu cara memberhentikan waktu, akan ku coba cara untuk memberhentikan nya, agar aku tidak bertemu dengan perpisahan kita.

- Nadellia Ceria Emylos.


~TBC

Jangan lupa votement ya(:🤗

Ig : @wiwikptri

Good & Bad RainStories to obsess over. Discover now